TSD 4

Sirep

Entah mengapa hatiku gelisah, aku ambil hp lalu membuka wa. Ragu-ragu. Angin yang berhembus saat itu melebihi malam-malam sebelumnya. Ya Allah, sungguh betapa tidak malunya orang itu ketika kudengar dia minta makanan pula mungkin itulah yang menjadikan alam bawah sadar suamiku dipengaruhinya.

Suamiku meminjam skop dari tetangga. Aku dengar suara rumah terkunci. Aku masih diam di kamar. Dia pun meminjam skop tanpa minta bantuan orang lain. Tetangga bujangan di sebelah rumah kami pun tidak ada yang datang padahal mereka masih asyik main di depan rumah. Memang malam itu musibah untuk keluarga kami.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel Psikologi | Meninggalkan komentar

Kekasihku Sakit

Sedih melihatnya terbaring lemah. Biasanya pagi sekitar jam 6, dia sudah mengeluarkan motor dan mengajak anak-anak bersepeda, menyapu halaman, dan menyiram anggrek-anggrek. Aku terbantu sekali. Saat itu aku bisa mengerjakan pekerjaan rumah, memasak dan bersih-bersih rumah. Sampai sekitar jam 7 anak-anak pulang dan minta sarapan. Pas. Sedikit lega ketika mengakhiri pagi dengan sarapan bersama.

Tubuhnya terlihat lemah, kurus, mata nampak cekung. Biasanya persediaan cemilan, nasi, dan lauk tidak bersisa di sore hari. Jam 5 sore adalah akhir dari harian kami sekelurga, semua nasi dan lauk sudah harus habis. Kini, cemilan masih banyak, nasi sering bersisa, yang akhirnya menyebabkan aku malas memasak banyak. Nafsu makanku pun ikut berkurang, biasanya aku masak nasi dengan takaran banyak.Sekarang kukurangi 2 gelas. Itu pun masih bersisa.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel Psikologi | Meninggalkan komentar

Peduli

Tulisan ini diawali dengan postingan beberapa teman-teman disini yang membahas tentang pendidikan. Postingan saya kali ini pun tentang pendidikan karena memang kita tidak terlepas dari dunia pendidikan dari kecil hingga sekarang. Entah itu pendidikan formal atau nonformal.

Dulu, di usia SD saya sangat teringat dengan seorang guru sehingga kebiasaan guru itu membuat saya tidak mau bersekolah di tahun itu. Kebiasaan yang mungkin bagi guru itu adalah kebiasaan yang biasa, tapi bagi saya itu kebiasaan yang tidak baik untuk dilakukan oleh seorang guru. Ketika ada yang teman yang datang terlambat, maka tanpa segan si guru menjiwil (cubit dengan menggoyang- goyang ke kiri dan kanan) pipi si anak. Jiwilan si guru nampak berbekas di pipi teman saya itu.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel Psikologi | Meninggalkan komentar

TSD 3

Mobil Hilang
Ramadhan yang ditunggu para pencintanya sudah tiba. Kami sekeluarga  juga menyambutnya dengan bersuka cita. Aku mulai membersihkan gordeng pintu dan jendela.Anak-anak menyapu dan membersihkan halaman. Suamiku membantu membersihkan mushola. Kami sangat senang melakukannya. Ya, ramadhan adalah bulan yang dinanti.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel Psikologi | Meninggalkan komentar

TSD 2

Jejak sang Dukun

 

Hampir sebulan aku tidak bertemu dengan mbah Sulih. Namun, suaminya masih berlalu di depan rumah. Mungkin dia belum pulang dari berobat. Maklum di desaku, untuk berobat cuma ada bidan desa. Kalau mau berobat dengan dokter harus menempuh jarak yang lumayan jauh.
“Assalamu’alaykum,” suara terdengar dari balik pintu depan. Aku ingat itu adalah suara mbah Sulih.
” Alhamdulillah mbah, mbah sudah sehat,” ucapku melihat kondisi wajah dan mulutnya yang sudah normal kembali.
” Iya bu, ini doa ibu juga,” katanya.
Dia menceritakan pengobatannya ke dokter dan beberapa obat herbal lain.Berapa kali dia harus bolak-balik ke dokter itu semua dia ceritakan dengan penuh semangat. Aku yang mendengarkan ceritanya menjadi senang.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel Psikologi | Meninggalkan komentar