Si Jagoan Kelas

Anak ini terkenal aktif di kelas. Tangan dan kaki selalu digunakannya hingga keringat selu terlihat didahi, pelipis, dan sekitar wajahnya. Tak jarang akibat keaktifan yang dipunyainya, anak-anak lain menjadi korban. Kadang sekedar menyenggol tangan saja atau hanya mengeluarkan kata-kata ejekan yang membuat anak lain menjerit bahkan menangis.

Orang tuanya yang jarang ke sekolah dan dia hanya diantar oleh supir atau pembantunya membuat guru tidak bisa menyampaikan lebih banyak tentang permasalahan si anak. Kesan cuek yang terlihat saat ibu anak itu menjemput membuat guru agak segan untuk berbicara panjang lebar.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel Psikologi, Pernik Sekolah | Meninggalkan komentar

Cemburu

Satu kata-kata yang sering terlontar dari seorang yang mencintai orang yang dicintai.

CEMBURU

Kata yang syarat dengan ketidak sukaan dari apa yang dilakukan pasangan. Dilihat dari sirah rosulullah saw, cemburunya salah satu istri rosulullah sangat besar kepada satu istri yang lain. Apakah cemburu benar-benar menyiratkan kecintaan kepada pasangan kita?

Seorang suami sengaja bercerita tentang adanya seseorang yang memberikan perhatian kepadanya kepada istrinya saat bercengkrama. Sayangnya si istri tidak menanggapi dengan baik sehingga si suami ingin melihat apakah istrinya benar-benar mencintainya atau tidak. Hingga suatu ketika ketika suaminya digosipkan dengan rekan kerjanya. Istrinya baru menyadari bahwa rasa di dalam dadanya bergemuruh entah itu rasa marah atau sekedar tidak suka. Rasa itu membuat si istri menyelidiki siapa sebenarnya si wanita yang digosipkan itu. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel Psikologi | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Gigi Atas Sudah Nampak 2

Alhamdulillah stelah 2 gigi bawah muncul menembus gusi,akhirnya di usianya 9 bln ini anakku sudah ada 2 gigi baru.Kata orang klo anak tumbuh gigi,badannya akan terasa panas.Nah,anakku ga sprti itu.Hanya saja,hmpir sbulan kerjaannya melet terus,mgkn gusi gatal ya.Setelah kuselidiki,gusinya mmg sdh keras shg saat aku berikan air jeruk dr 1 bilah buahnya,anakku bs merobek kulit yg membungkus bulir2 jeruk.Mug yg biasa dgunakan untuk minumnya pun tlihat beret/lecet.Ternyata seiring dgn ptumbuhn gigi,perkembangnya untk bjalan semakin menjadi.Anakku sdh pandai merambat dinding meskipun hrs tetap djaga.

Sampingan | Posted on by | Meninggalkan komentar

Harapan Seorang Ibu

Suatu harapanlah yang membuat seseorang mampu bertahan dalam mengarungi hidup. Begitu pun seorang ibu yang begitu kuatnya menaruh harapan kepada anaknya. Seorang guru menaruh harapan kepada siswa didiknya. Seorang istri menaruh harapan kepada suaminya. Yang terpenting adalah seorang hamba yang menaruh harap kepada Tuannya agar diberi keselamatan dan kebaikan dalam hidup.

Manusia hidup di dunia memiliki banyak harapan. Ada yang berharap hidupnya sukses di dunia dan akhirat. Ada juga yang berharap memiliki keluarga yang dirahmati oleh Allah. Harapan yang ada akan menjadi bekal yang akan dibawa dalam perjalanan mencapai tujuan. Apakah tidak boleh jika seorang ibu berharap.

  • Dia mampu menjadi ibu yang baik dan istri yang sholihah bagi anak dan suaminya.
  • Anaknya menjadi anak yang sholehah dan selalu dijaga oleh Allah dalam setiap kehidupannya.
  • Anaknya menjadi orang yang berguna bagi agama, keluarga, dan umat.
  • Anaknya mampu tumbuh dan berkembang dengan sehat dan berada dalam kebaikan.

Rasanya harapan seperti itu hampir menjadi doa-doa yang dipanjatkan ibu kepada anak-anaknya. Setiap hari yang dipinta dalam doa seorang ibu adalah untuk anaknya. Saat menggendong, menjaga, memandikan, bermain, tidur, makan/menyusui anaknya, doa-doa yang penuh harap terucap atau tersembunyi di dalam hati tiba-tiba muncul dengan sendirinya.

Mengapa harapan itu muncul?

Harapan muncul itu karena kecintaan. Kecintaan seorang ibu kepada anaknya yang membuat doa-doa yang tak terpikirkan itu keluar dalam bentuk lantunan atau ujaran sederhana. Begitulah pun ketakutan yang membuat si ibu membuat harapan itu muncul. Ketakutan dan kecintaan yang berwujud harapan saling menarik satu sama lain sehingga membuat ibu harus bertindak yang cepat agar ketakutan yang ada tidak terjadi dan harapan bisa terwujud dengan sempurna.

Berikut harapan seorang ibu yang sering terdengar di telinga.

  • Semoga besok anakku menjadi anak yang sholihah, cerdas.
  • Semoga Allah selalu menjaga diri dan kehidupannya.
  • Semoga perkembangannya lancar dan normal seperti kebanyakan anak yang lain.
  • Semoga kasih sayangku kepada anak tidak membuatku jauh dari Allah.

<

p>Bagaimana dengan harapan Anda kepada anak yang dimiliki di rumah?

Dipublikasi di Artikel Psikologi | 5 Komentar

Saat Ibu Mau Berbelanja

Teringat dengan emakku ketika aku melihat wajah anaku.

“Begini ya ternyata rasanya menjadi seorang ibu. Jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau silaturrahim ke tempat teman yang biasanya sering dilakukan, kini sudah jarang dikerjakan karena usia¬† si bayi yang masih kecil dan sangat mudah tertular penyakit.”

Waktu itu setelah pulang dari pengajian, aku dan suami pergi ke pusat perbelanjaan karena kebutuhan dalam seminggu sudah tidak cukup lagi. Dengan mengajak anak, seorang ibu harus menyediakan perlengkapan di tasnya. Ibu harus menyiapkan baju ganti, pampers, tisu basah, tisu kering, minyak telon, dan baby oil. Ada juga para ibu yang menambahkan bedak, tapi aku jarang sekali menggunakannya. Memang mengunjungi pusat perbelanjaan ketika anak masih kecil rasanya kurang leluasa karena memikirkan lamanya perjalanan dan kenyamanan anak. Aku belum selesai mendapatkan semua kebutuhan seminggu anak sudah memberi sinyal untuk segera pulang, dia agak rewel. Kalau kita tidak segera pulang, anak akan bertambah rewel. Mengingat kejadian seperti itu, ada hal yang bagiku harus diingat, yaitu

  1. Jika ingin membeli kebutuhan yang lumayan banyak, jangan pernah mengajak anak untuk ikut. Anak biasanya bertahan di dalam pelukan hanya beberapa jam. Anak tidak akan bisa tertidur nyenyak dalam kondisi yang tidak nyaman.
  2. Jika ingin mengajak anak berbelanja, belilah kebutuhan yang diperlukan di tempat yang terasa nyaman, bukan yang berpanas-panasan apalagi berdesak-desakan dalam keramaian. Nyaman bagi kita belum tentu bagi anak lho.
  3. Fokus membeli barang yang dibutuhkan, jika ada kebutuhan tersier minta tolong kepada suami membelikannya sepulang dari sekolah.
  4. Jangan berlama-lama di tempat yang bising karena anak bayi butuh istirahat lho. Kalau dicapek, rewel, yang susah kan orang tuanya juga.
  5. Segeralah pulang jika sudah dapat barang yang dibutuhkan, jangan mencari-cari/melihat-lihat barang yang kurang dibutuhkan saat itu. Nanti akan ada waktunya untuk berburu barang yang diinginkan.

Para ibu bertahanlah sebentar pada keinginanmu untuk mengajak anak-anak jalan, terutama bayi yang masih berusia kurang dari 6 bulan (yang diberi asi ekslusif). Saat si bayi sudah diberi makanan tambahan, bayi sudah semakin kuat dan sudah mulai dibolehkan berpergian

Sampingan | Posted on by | Tag , , , , , | 4 Komentar