Terluka dan Terlupa

Tuan,kau tahu rasa perih
Rasa yang timbul saat kau terluka?
Saat tiada yang peduli denganmu?
Nyonya,kau tahu kan rasanya jika kata-kata bisa membuat hatimu sakit?
Saat kata yang terucap dengan gamblangnya kau utarakan
Hai kanda,tahu kah kau jika sikapmu membuat pilu hatiku
Kala kau seenaknya berujar seolah kau benar?
Cukuplah kiranya aku kau perlakukan seperti itu..
Sekarang,aku tidak ingin terluka
Aku tidak ingin terlupa
Aku tidak akan membiarkan kalian terlupa padaku atau pada yang kalian lakukan padaku
Jangan tambah luka di hatiku
Jangan torehkan lagi kepahitan dalam hidupku
Aku ingin semua bersih
Meski belum sembuh..luka itu mulai membaik

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Terluka dan Terlupa

  1. winnymarch berkata:

    puisinya bagus

    Suka

  2. John berkata:

    termakasih infonya, visit blog dofollow saya juga ya gan 🙂 , Abeje

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s