Belajar Toilet Training

Saat waktu berlalu..
Ketika dia tertidur lelap di sampingku lalu memanjangkan tubuhnya sambil bergumam. Botol susu yg sdh menemaninya sejak beberapa bulan yg lalu menyisakan kesedihan hati seorang ibu.Belaian yg kuberikan hanya untuknya kini telah terbagi dgn adik yg ada di dalam perutku.Ibu yg mengalami keadaan sepertiku pasti tahu bagaimana tarik ulur menyapih anak yg sebetulnya belum pantas disapih,namun di luar rencana.Allah-lah yg menentukan.Perlahan benar kulakukan penyapihan hingga hampir setengah bulan anak pertamaku rewel.Bukan kehendaknya rewel,tapi kebiasaan barulah yg membuat anakku itu memberontak.

Alhamdulillah sekarang anak pertamaku sdh berumur 1 thn 5 bulan dan sebentar lagi dia akan bertemu dgn adik yg disayangnya setiap hari,mau bangun atau tidur atau pun bermain. Penantian yg panjang bagi anakku juga bagiku,namun di saat penantian itu tiba,anak sulungku sdh belajar toilet training.Dengan perut yg besar aku harus mengejarnya dan terus berkata,”Mb ntar eek dan pipisnya di kamar mandi ya.” Pernah suatu ketika aku melepaskan diaper bukan di kamar mandi,eh si mbak malah melihat saja air pipisnya mengalir.Aku tertawa lalu berkata,”Nah mb,ini yg namanya pipis.Ntar pipisnya di kamar mandi ya.” Juga sewaktu dia mengatakan ‘eek’ dgn jelasnya,malah yg keluar adalah pipis. Si mbak belum bisa membedakan antara pipis dan eek.Sulit sekali rasanya bangkit dari tempat duduk saat si mbak berkata eek, tapi semua itu ada baiknya. Setelah beberapa kali dia berkata seperti itu..si mbak jadi tahu perbedaan di antara keduanya. Alhamdulillah dan insya Allah ketika adiknya lahir si mbak sdh pandai dalam toilet training.

Kunci sukses dalam toilet training si kecil kita:
1.Niat yang kuat untuk terus mengajarkan toilet traning
2.Komitmen dgn pasangan untuk segera memenuhi panggilan si kecil walaupun hanya sekali dia menyebutnya
3.Katakan kata perintah yg sama saat dia berkata ‘eek/pipis’,misalnya:”Mbak eek-pipisnya di kamar mandi ya”, “Masuk kamar mandi kaki kanan ya,” dsb.
4.Untuk diawal jgn tanyakan”Benar mbak eek?” karena akan membuat dia tidak percaya diri.
5.Biarkan dia menyenangi berlama-lama di kamar mandi krn itu adalah imbas yg biasa terjadi.
6.Pujilah,peluk,dan ciumlah dia saat dia bisa pipis dan eek di kamar mandi.
Semoga tulisan ini bermanfaat meskipun berasal dari pengalaman pribadi.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Belajar Toilet Training

  1. Djokolono berkata:

    Maaf Ibu, kalau masuk kamar mandi sesuai Sunnah adalah melangkah masuk dengan kaki kiri, bukannya kanan

    Disukai oleh 1 orang

  2. alrisblog berkata:

    Point nomor 6 mantap. Hal ini pasti akan memberikan pengaruh besar buat anak.
    Wah rahmat banget ya, punya anak dalam waktu yang tidak terlalu lama. Selamat.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s