Si Jagoan Kelas

Anak ini terkenal aktif di kelas. Tangan dan kaki selalu digunakannya hingga keringat selu terlihat didahi, pelipis, dan sekitar wajahnya. Tak jarang akibat keaktifan yang dipunyainya, anak-anak lain menjadi korban. Kadang sekedar menyenggol tangan saja atau hanya mengeluarkan kata-kata ejekan yang membuat anak lain menjerit bahkan menangis.

Orang tuanya yang jarang ke sekolah dan dia hanya diantar oleh supir atau pembantunya membuat guru tidak bisa menyampaikan lebih banyak tentang permasalahan si anak. Kesan cuek yang terlihat saat ibu anak itu menjemput membuat guru agak segan untuk berbicara panjang lebar.

Sebenarnya anak ini anak yang terbilang pandai dan memiliki daya nalar yang cukup bagus, namun karena kesenangan bermainnya yang tidak terkontrol, kepandaiannya itu seakan-akan tertutupi. Bukan hanya pandai, dalam hal sosial si anak termasuk anak yang sangat loyal dengan temannya. Terlihat ketika dia memiliki uang atau pensil lebih. Jika ada teman yang membutuhkan pensil, maka dia tidak segan-segan untuk meminjamkan pensilnya.

Pernah suatu ketika si anak menawarkan,” Bunda mau nggak jadi putih?”

Dengan sekenanya bunda itu menjawab,” Memang putih itu cantik ya?”

“Iya, kalau kata mami putih itu cantik. Mami putih dan cantik. Ntar kalau bunda mau nanti dibawakan minuman untuk bisa memutihkan, Bun,” katanya polos.

“Lho, kok minuman bisa memutihkan sih. Ah, nggak mungkin,” kataku sambil menunjukkan wajah yang kurang percaya.

“Iya, beneran, Bun. Besok ta’ bawain minumannya ya untuk bunda coba,” katanya menawarkan diri.

Keesokkan harinya, saat dia masuk kelas, dia langsung membuka tas lalu menyodorkan 2 sachet plastik berwarna orange kepadamu beserta brosur tentang minuman itu.

“Untuk bunda ya ini?” Tanyaku. Dia hanya mengangguk sambil berlalu. Mungkin sampel untuk kucoba, namun setelah kucari-cari label halal di kemasan itu, aku tidak dapat menemukan labelnya. Akhirnya kuberikan saja dengan patnerku. Di dalam hati masih tidak percaya apa yang akan terjadi ketika meminum itu. Rasanya tidak mungkin menjadi putih hanya minum olahan susu coklat dengan tambahan beberapa zat di dalamnya.

Si anak juga bisa diandalkan dalam mengatur kelas sehingga teman-temannya mendengarkan si anak jika dia meminta teman-temannya untuk diam. Kadang guru memintanya untuk memimpin barisan saat tanda masuk sekolah berbunyi. Dengan senang hati dia lakukan. Dia akan duduk di hadapan teman-temannya dengan senang hati.

Begitulah kelebihan yang dipunyainya.

Dibalik kelebihan yang positif, ada kelebihan lainnya. Kemarin baru terlihat, saat belajar dia mengeluarkan motor-motoran di atas meja. Guru yang mengajar sangat tidak menyukai aktivitas yang sedang dia lakukan karena menimbulkan suara-suara yang membuat gaduh. Teguran guru kepadanya beberapa kali terlontar sehingga membuat guru sendiri bosan, namun di dalam hati berkata,” Lihat saja sewaktu-waktu motor-motoran itu akan kuambil.” Dia sangat asyik bermain motor-motoran kecil sehingga tidak ada sedikit pun aktivitas belajar yang dia lakukan. Saat bosan bermain motor-motoran, dia berlarian ke luar kelas lalu masuk dan bermain lagi hingga akhirnya jam pelajaran selanjutnya dimulai. Dia masih memainkan motor-motoran. Dengan geramnya, si guru mendekati mejanya lalu mengambil motor-motoran yang sedang dimainkannya. Semua mata anak-anak yang sedang belajar tertuju kepada dua orang guru dan murid ini. Tarik-tarikan tangan pun terjadi saat itu. Si anak tidak mau motor-motoran itu diambil, begitu juga dengan si guru yang tidak mau kalau si anak bermain saat belajar. Dengan sekuat tenaga si guru memegang motor-motorannya lalu si anak pun dengan sekuat tenaga berusaha untuk merebut mainannya. Terakhir, mobil-mobilan itu berada di kantong baju guru dan dia sudah tidak berani lagi. Ternyata, setelah pulang sekolah, adiknya memarahinya dan meminta motor-motoran yang diambil guru tadi. Sayangnya si anak tidak mau meminta maaf dan tidak mengambil motor-motorannya. Al hasil, bermalamlah motor-motoran itu di tas guru.

Untuk beberapa anak, ketegasan sikap dan tindakan harus dilakukan sehingga si anak akan tahu bersikap kepada kita di kemudian hari.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Pernik Sekolah. Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s