Cemburu

Satu kata-kata yang sering terlontar dari seorang yang mencintai orang yang dicintai.

CEMBURU

Kata yang syarat dengan ketidak sukaan dari apa yang dilakukan pasangan. Dilihat dari sirah rosulullah saw, cemburunya salah satu istri rosulullah sangat besar kepada satu istri yang lain. Apakah cemburu benar-benar menyiratkan kecintaan kepada pasangan kita?

Seorang suami sengaja bercerita tentang adanya seseorang yang memberikan perhatian kepadanya kepada istrinya saat bercengkrama. Sayangnya si istri tidak menanggapi dengan baik sehingga si suami ingin melihat apakah istrinya benar-benar mencintainya atau tidak. Hingga suatu ketika ketika suaminya digosipkan dengan rekan kerjanya. Istrinya baru menyadari bahwa rasa di dalam dadanya bergemuruh entah itu rasa marah atau sekedar tidak suka. Rasa itu membuat si istri menyelidiki siapa sebenarnya si wanita yang digosipkan itu.

Si istri melihat fotonya lama sekali dengan deru gemuruh yang semakin jadi. Masih gadis dan cantik yang akan menjadi saingannya padahal si istri sebelumnya sudah berkali-kali dia mempersilahkan sang suami untuk berpoligasi, namun dengan ketegasannya sang suami berkata,” Nggaklah, belum sanggup seperti itu,” katanya lembut. Si istri ingat dengan tawaran yang berkali-kali dia ajukan kepda suaminya, namun kali ini di saat gosip ini muncul, si istri tidak tahan. Si istri menangis. Sang suami mendekati si istri setelah mendengar isak tangis si istri.

“Sudahlah, tidak ada niat sedikit pun untuk berpoligami. Ayah belum sanggup, nanti kalau ibu sudah tidak ada barulah ayah mau berpoligami,” kata sang suami.

Mendengar perkataan suaminya, perasaan si istri menjadi sedikit lega, namun…

“Enak aja ayah bisa poligami kalau ibu sudah tidak ada. Nanti kalau ayah udah nggak ada, ibu juga mau menikah lagi,” si istri tidak mau mengalah.

“Ibu tidak mau sendiri ngurusi anak,” kata si istri sedikit sewot.

“Ibu mau nggak jadi pemimpin bidadari ayah? Kalau mau, setelah kepergian ayah, ibu nggak boleh nikah lagi. Nanti insya Allah kita ketemu di surga dan ibu yang memimpin puluhan bidadari,” kata sang suami ingin melihat reaksi si istri.

“Huh, ibu…bilang aja ibu tuh cemburu sama Ayah. Ayah tuh nggak kepikiran untuk berpoligami. Ibu pasti kepikiran dengan gosip itu kan?” tanya sang suami sambil mengusap air mata si sitri.

“Ibu nggak cemburu kok,” jawab istri sekenanya sambil berlalu menuju dapur. Gemuruh di dada masih terus ada.

Kejadian itu terjadi beberapa bulan yang lalu. Sekarang si istri tahu bahwa cemburu membuat seseorang bisa menjadi cenggeng bahkan bisa bertambah kejam.

Dari beberapa cerita lagi, si suami ini sangat sibuk dengan pekerjaan yang ditekuninya sampai-sampai suka lupa waktu untuk pulang. HP yang berdering sekali langsung diangkat sedangkan panggilan istri yang  berkali-kali tidak didengarkan. Huh, cemburu benar si istri dengan HP sang suami yang selalu ada bersamanya. Yang selalu dibawa di dekat dadanya, sedangkan si istri tidak diingat sama sekali. Wajar saja kalau si istri cemburu, pergi pagi dan pulang malam dalam kondisi capek saat istri sudah tertidur. Waktu-waktu yang biasanya digunakan untuk bersendang gurau dan saling bercerita membuat seolah-olah keduanya menjauh. Duh, kasihan sekali pasangan ini. Jika tidak ada komunikasi yang baik di antara keduanya, maka rumah tangga ini terancam retak. Cemburu yang tidak mau tahu membuat istri dan suami saling cuek satu sama lain. Naudzubillah, semoga kita tidak terjebak dengan kecemburuan yang membuat kita mengalami kehancuran.

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi dan tag , , , . Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s