Harapan Seorang Ibu

Suatu harapanlah yang membuat seseorang mampu bertahan dalam mengarungi hidup. Begitu pun seorang ibu yang begitu kuatnya menaruh harapan kepada anaknya. Seorang guru menaruh harapan kepada siswa didiknya. Seorang istri menaruh harapan kepada suaminya. Yang terpenting adalah seorang hamba yang menaruh harap kepada Tuannya agar diberi keselamatan dan kebaikan dalam hidup.

Manusia hidup di dunia memiliki banyak harapan. Ada yang berharap hidupnya sukses di dunia dan akhirat. Ada juga yang berharap memiliki keluarga yang dirahmati oleh Allah. Harapan yang ada akan menjadi bekal yang akan dibawa dalam perjalanan mencapai tujuan. Apakah tidak boleh jika seorang ibu berharap.

  • Dia mampu menjadi ibu yang baik dan istri yang sholihah bagi anak dan suaminya.
  • Anaknya menjadi anak yang sholehah dan selalu dijaga oleh Allah dalam setiap kehidupannya.
  • Anaknya menjadi orang yang berguna bagi agama, keluarga, dan umat.
  • Anaknya mampu tumbuh dan berkembang dengan sehat dan berada dalam kebaikan.

Rasanya harapan seperti itu hampir menjadi doa-doa yang dipanjatkan ibu kepada anak-anaknya. Setiap hari yang dipinta dalam doa seorang ibu adalah untuk anaknya. Saat menggendong, menjaga, memandikan, bermain, tidur, makan/menyusui anaknya, doa-doa yang penuh harap terucap atau tersembunyi di dalam hati tiba-tiba muncul dengan sendirinya.

Mengapa harapan itu muncul?

Harapan muncul itu karena kecintaan. Kecintaan seorang ibu kepada anaknya yang membuat doa-doa yang tak terpikirkan itu keluar dalam bentuk lantunan atau ujaran sederhana. Begitulah pun ketakutan yang membuat si ibu membuat harapan itu muncul. Ketakutan dan kecintaan yang berwujud harapan saling menarik satu sama lain sehingga membuat ibu harus bertindak yang cepat agar ketakutan yang ada tidak terjadi dan harapan bisa terwujud dengan sempurna.

Berikut harapan seorang ibu yang sering terdengar di telinga.

  • Semoga besok anakku menjadi anak yang sholihah, cerdas.
  • Semoga Allah selalu menjaga diri dan kehidupannya.
  • Semoga perkembangannya lancar dan normal seperti kebanyakan anak yang lain.
  • Semoga kasih sayangku kepada anak tidak membuatku jauh dari Allah.

<

p>Bagaimana dengan harapan Anda kepada anak yang dimiliki di rumah?

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

5 Balasan ke Harapan Seorang Ibu

  1. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    jadi inget iklan PAN di TV HaraPAN harus bisa oh iya hadir lagi dong ke zipoer7 ada sayembara batavusqu bu guru
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  2. sandra lestari berkata:

    blum ad komen nibh

    Suka

  3. rasibook berkata:

    Selamat sore,
    Jikhobi menulis, kami bisa menerbitkan tulisan Anda menjadi buku.
    Penulis akan mendapatkan royalty 15% per penjualan apabila bukunya terjual.
    Silakan terbitkan di http://www.rasibook.com. Pilih paketnya dan kirim naskah anda ke http://www.rasibook.com/p/paket-penerbitan.html

    Rasibook
    CV. Rasi Terbit

    web : http://www.rasibook.com
    Fanpage : https://www.facebook.com/rasibook
    email : rasibook@yahoo.com
    twitter : https://twitter.com/rasibook
    Google + : https://plus.google.com/+Rasibookpenerbit

    Suka

  4. naela berkata:

    semoga aku bisa menjadi anak yg d harapkan ibu ku,,, #amiin

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s