Saat Ibu Mau Berbelanja

Teringat dengan emakku ketika aku melihat wajah anaku.

“Begini ya ternyata rasanya menjadi seorang ibu. Jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau silaturrahim ke tempat teman yang biasanya sering dilakukan, kini sudah jarang dikerjakan karena usia  si bayi yang masih kecil dan sangat mudah tertular penyakit.”

Waktu itu setelah pulang dari pengajian, aku dan suami pergi ke pusat perbelanjaan karena kebutuhan dalam seminggu sudah tidak cukup lagi. Dengan mengajak anak, seorang ibu harus menyediakan perlengkapan di tasnya. Ibu harus menyiapkan baju ganti, pampers, tisu basah, tisu kering, minyak telon, dan baby oil. Ada juga para ibu yang menambahkan bedak, tapi aku jarang sekali menggunakannya. Memang mengunjungi pusat perbelanjaan ketika anak masih kecil rasanya kurang leluasa karena memikirkan lamanya perjalanan dan kenyamanan anak. Aku belum selesai mendapatkan semua kebutuhan seminggu anak sudah memberi sinyal untuk segera pulang, dia agak rewel. Kalau kita tidak segera pulang, anak akan bertambah rewel. Mengingat kejadian seperti itu, ada hal yang bagiku harus diingat, yaitu

  1. Jika ingin membeli kebutuhan yang lumayan banyak, jangan pernah mengajak anak untuk ikut. Anak biasanya bertahan di dalam pelukan hanya beberapa jam. Anak tidak akan bisa tertidur nyenyak dalam kondisi yang tidak nyaman.
  2. Jika ingin mengajak anak berbelanja, belilah kebutuhan yang diperlukan di tempat yang terasa nyaman, bukan yang berpanas-panasan apalagi berdesak-desakan dalam keramaian. Nyaman bagi kita belum tentu bagi anak lho.
  3. Fokus membeli barang yang dibutuhkan, jika ada kebutuhan tersier minta tolong kepada suami membelikannya sepulang dari sekolah.
  4. Jangan berlama-lama di tempat yang bising karena anak bayi butuh istirahat lho. Kalau dicapek, rewel, yang susah kan orang tuanya juga.
  5. Segeralah pulang jika sudah dapat barang yang dibutuhkan, jangan mencari-cari/melihat-lihat barang yang kurang dibutuhkan saat itu. Nanti akan ada waktunya untuk berburu barang yang diinginkan.

Para ibu bertahanlah sebentar pada keinginanmu untuk mengajak anak-anak jalan, terutama bayi yang masih berusia kurang dari 6 bulan (yang diberi asi ekslusif). Saat si bayi sudah diberi makanan tambahan, bayi sudah semakin kuat dan sudah mulai dibolehkan berpergian

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Saat Ibu Mau Berbelanja

  1. itu bahaya, maka dari itu sebelum anda melakukan berbelanja online sebaiknya anda membaca tips berikut ini.

    Suka

  2. welfi yunita berkata:

    Follow my blog yuk mel..
    akhwatjoy.blogspot.com

    Suka

  3. yuliono berkata:

    artikel nya menarik, salam dari saya gan http://yulieono.blogspot.com

    Suka

  4. lanazalia berkata:

    Posting terus kak
    Kunjungi lanazalia.blogspot.com
    Full comedy diary and jekeiti

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s