SOLO DALAM KENANGAN

Aku tak menyangka bisa sampai di kota ini, kota yang terkenal dengan lagu Begawan Solo kalau tidak menikah dengan seorang laki-laki sederhana dari desa Ngelegok di kabupaten Karanganyar, yang perjalanannya harus melewati kota Solo. Dalam benakku, Solo terkenal dengan orang-orang yang berkepribadian dan berbudi bahasa halus/ lembut, tetapi bukan lelembut lho ya….

Sebenarnya Solo bukan tujuan kepergianku, tetapi desa suamikulah yang menjadi tujuan perjalanan kami. Setelah setahun sebulan kami menikah, aku belum pernah bersilaturrahim dengan keluarga di Jawa. Beberapa keluarga Jawa yang datang ke sini (Palembang). Rasanya tidak adil jika keluarga Jawa yang sudah mengenal keluarga Palembang, namun keluarga Palembang belum mengenal keluarga Jawa. Sampai akhirnya kami berdua memutuskan untuk pergi ke Solo ketika liburan kenaikan kelas selama 2 minggu. Berbekal keinginan yang kuat untuk berjumpa dengan keluarga di Jawa dan sedikit simpanan uang yang kami punya, berangkatlah kami ke Jawa dengan menumpangi bus. Perjalanan bus ternyata lama, yaitu 2 hari 2 malam sehingga sempat membuatku bosan, namun aku mencoba untuk mempengaruhi pikiranku bahwa akan asyik jika bertemu dengan keluarga baru. Ternyata perjalanan ini merupakan hari-hari suburku yang sangat kami tunggu-tunggu kehadirannya sejak awal menikah.

“Mas, ini kan masa subur. Apa kita mesti pergi, tapi kalau nggak pergi sekarang, kapan lagi karena lumayan 2 minggu ana (membahasakan ‘aku’ dengan suami) bisa libur,” kataku.

“Ya, sudahlah, kalau Allah menghendaki, meskipun tidak dalam hitungan masa subur, kehamilan bisa terjadi. Bismilah saja,” kata suamiku menenangkan.

“ Pokoknya nanti ana tidak mau memikirkan beban sekolah. Ana harus membebaskan pikiran,” kataku.

Benar saja, setiap hari satu tempat wisata kami kunjungi, tak peduli hujan atau panas. Aku bernyanyi-nyanyi di atas motor bersama suamiku. Aku senang setiap melihat pemandangan hijau dimana-mana, air yang mengalir dari sawah-sawah yang hijau, udara dingin yang melintasi wajahku. Kami pergi ke Telaga Sarangan, candi Cetho, Sapta Tirta, Makam Suharto dan Bu Tien. Hufh…Rasanya ingin terus merasakan pengalaman itu. Sesuatu yang sudah lama aku impikan. Berada di tempat-tempat tersebut membuatku berpikir bahwa masih banyak keindahan yang belum nampak di mata kita, yang selama ini kita merasa di tempat kelahiran kita-lah yang paling indah. Melihat keindahan Allah mengajak kita untuk terus berdzikir. Subhanallah…Maha karya yang kulihat bersama suamiku itu tidak tertandingi. Bukit-bukit the yang hijau di bawah lereng gunung Lawu menambah keindahan alam Jawa Tengah.

Tidak sampai disana saja perjalanan kami, aku meminta suamiku untuk memperlihatkan kepadaku kota Solo. Dengan mengendarai motor tua aku dan suami berangkat menuju Solo, sekitar sejam kami sampai disana. Suamiku menunjukan aliran sungai Begawan Solo. Kukatakan sungai Musi lebih luas dari Begawan Solo. Suamiku berkata bahwa dulu Begawan Solo keadaannya tidak seperti yang aku lihat waktu itu, airnya jernih dan agak lebar. Sekarang Begawan Solo semakin sempit dan kotor. Sayang aku tidak sempat memotretnya. Kunjungan di Solo, kami ke kebun binatang Jurug. Banyak hewan langka disana. Ada berbagai jenis burung/unggas, unta, gajah, kijang, monyet, orang utan, harimau, dan lain sebagainya. Hewan yang ada disana lebih banyak variasinya dibandingkan dengan yang ada di hutan wisata Punti Kayu Palembang.

 

Perjalananku ke pasar Klewer adalah bentuk keingintahuanku pasar batik murah terbesar di Solo. Disana benar-benar tempat pusatnya batik. Di semua tempat ada batik, namun aku tidak bisa bertahan lama disana. Aku hanya bisa masuk lalu keluar karena kondisi pasar yang padat dan pengap. Sebenarnya pasar Klewer bisa menjadi aset daerah/provinsi Solo jika ditata lebih rapi dan jauh dari kesan pengap. Kios yang ada sangat tidak menarik dilihat meskipun harga yang ditawarkan murah. Aku tidak membeli satu pun barang disana.

kraton solo

Kami ke Kraton Solo. Terlihat ada kemiripan antara kraton Solo dan Yogyakarta. Kebetulan sekali disana sedang diadakan Sekatenan yang biasanya diadakan setahun sekali. Barang-barang disana lumayan murah dibandingkan Palembang. Akhirnya karena kebutuhan, beberapa barang itu aku beli.

Solo terkenal dengan sebutan kota batik atau pusat grosir sehingga aku ingin membandingkan antara satu toko dengan yang lain. Akhitnya kami membeli beberapa meter kain untuk celana (hitam) dan kain hijau untuk seragam hari Selasa di Pusat Grosir Solo dan Benteng.

Perjalananku ke Jawa bersama suami sangat menyenangkan. Jawa Tengah, Solo betul-betul menjadi kenangan tersendiri sehingga ingin rasanya kembali kesana lagi dan lagi. Entah berapa tahun lagikah aku dan keluarga bisa kesana. Ingin kuajak bayi kecilku melihat tempat-tempat indah yang di negerinya, yang begitu dirindukan.

 

Kontes Tulisan Tentang Solo

Iklan

Tentang ummuilma

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Isi Hatiku. Tandai permalink.

4 Balasan ke SOLO DALAM KENANGAN

  1. Afrianti berkata:

    Solo buatku kota yang penuh dangan suka dan duka

    Suka

  2. Beny Kadir berkata:

    Salam jumpa lagi, Bu Guru. Apa kabar?
    Baru tau, mba Mel sdh menikah. Selamat ya, mba. Moga sehat bersama keluarga.

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Sehat,Pak. Iya, skrg udah punya dedek bayi Pak. Makasih,Pak Beny. Gimana kabarnya disana,Pak? Saya sudah lama nggak ngeblog, kangen. Modem akhirnya dapat lagi. Kayaknya bakal ngeblog lg nie….

      Suka

      • Beny Kadir berkata:

        iya, kemarin saya sempat baca status mba Mel di fb. Selamat atas kelahiran anggota keluarga baru. Moga anaknya tumbuh sehat dan cerdas.

        Kabar saya dan keluarga baik2 Mba.

        Lagi kangen juga dgn teman2 blogger. Tetap semangat berkarya utk menulis blog Mba Mel walau waktu lebih banyak utk keluarga. Saya juga masih ngeblog, nanti akan diberitahu alamat webnya.

        Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s