Bisnis Kami

Alhamdulillah inilah kerja sama yang bisa kami lakukan berdua. Menjadi patner dalam rumah tangga dan bisnis. Memulai bisnis ini tidaklah mudah. Berkali-kali langkah kaki terhenti, lalu melangkah kembali. Itulah bisnis. Hasil yang dicapai pun belum kelihatan pada tahun pertama sampai tahun kedua. Di tahun ketiga bisnis ini baru terlihat hasilnya. Bisnis apakah itu? Kami berdua hanya orang yang berusaha mengais rezeki Allah yang begitu banyak dan berlimpah di dunia ini dari beberapa pintu, yaitu menjual herba dan madu (yang sampai saat ini dilakukan). Bisnis TPA (Tempat Penitipan Anak) yang membuahkan kerugian yang banyak membuat kami malas untuk memulai bisnis lagi. Manajemen sudah mulai terbentuk dan orang-orang disekitar sudah mulai tahu, tapi apa yang hendak dikata rumah yang menjadi markas dan wadah utama bisnis (yang kami sewa) hendak dijual oleh pemiliknya tanpa kompromi terlebih dahulu dengan kami. Bubarlah semua impian membangun TPA idaman. Kami vakum untuk beberapa saat hingga akhirnya merencanakan berbisnis mainan edukatif. Sistemnya adalah kerja sama dengan beberapa teman kantor. Di awal bisnis teman itu terlihat bersemangat. Idenya begitu banyak, tetapi realisasinya minim bahkan hanya koar suara yang tak jelas juntrungannya. Hingga dengan hati jegah kami harus memutuskan kerja sama itu. Lagi-lagi kami rugi. Bisnis itu aku tetap jalankan dengan menjual sisa yang ada dan membuka bisnis baru yaitu ekspor-impor herba dan madu. Dari bisnis ini kami mengambil keuntungan, yaitu kami bisa menjadi pengkonsumsi madu dan herba yang terpercaya. Alhamdulillah, bisnis inilah yang sampai sekarang kami jalankan dan kami merasakan keuntungan yang lain, yaitu bertambah income yang kami peroleh dan bisa disishkan untuk kebutuhan hidup.

<a href=”http://tinypic.com?ref=zu6w3&#8243; target=”_blank”><img src=”http://i49.tinypic.com/zu6w3.jpg&#8221; border=”0″ alt=”Image and video hosting by TinyPic”></a>

Bagi kami berbisnis tidak harus takut ruginya.Benar bahwa dalam melakukan bisnis kadang rugi, kadang untung. Kadang diperlukan pengorbanan yang membuat ungkapan di hati,’Wah,kalau dijual segitu, untung kita bakal kecil’. Jangan berkecil hati. Untuk membuka jaringan bisnis, untung kecil lebih baik karena jika itu dilakukan secara terus- menerus, maka keuntungan yang besar akan kita peroleh di masa yang akan datang. Pelanggan akan bertambah.

Terus….Apakah yang harus kita lakukan jika pasar sedang sepi?

Menurut kami, bersilaturrahim kepada teman dan tetangga akan menjadikan usaha bisnis bertambah lancer. Omongan dari mulut ke mulut akan tersambung ke orang lain. Jika kita sudah mendapatkan kepercayaan dari yang lain, maka akan banyak yang akan datang kepada kita.

Setelah bisnis berjalan dengan stabil apa yang bisa diperbuat?

Tetap lakukan marketing. Pasarkan barang dan perbanyak barang sehingga pelanggan bisa memilih sesuai kebutuhannya. Pesanan yang belum ada pada kita, secepatnya dicari sehingga pelanggan tidak cepat mencari tempat lain. Giatlah bekerja dan beri semangat patner untuk tetap menjual karena kunci semua bisnis adalah dalam penjualan

Dimanakah kita menjual produk kita?

Dimana saja dan kapan saja ketika bertemu orang. Informasikan apa yang kita jual. Jangan pernah malu berbisnis walaupun sekarang hanya distributor/ agen, mungkin suatu saat nanti kita bisa menjadi produsen jika kita mau terus mengembangkan usaha kita.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

3 Balasan ke Bisnis Kami

  1. sitidarojah berkata:

    Semoga Sukses selalu untuk bisnis nya ^_^ .
    Semoga Allah memudahkan itu semoa. Amin

    Suka

  2. sukses terus buat bisnis nya mba, semangaaattt!!

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s