Syawal 1433H

Hari kemerdekaan RI sudah berlalu beberapa hari, yang bertepatan dengan puasa Ramadhan 1433H. Biasanya, ketika hari kemerdekaan RI akan ada banyak perlombaan, tetapi kali ini sepi. Hanya ada beberapa tiang yang mengibarkan merah-putih di halaman rumah. Suasana hingar-bingar seperti tahun-tahun sebelumnya tidak didapatkan. HUT RI sepi, entah ada berapa banyak orang yang mengingatnya hingga halaman rumah pun sedikit yang mengibarkan bendera. Mungkin karena bulan ini adalah bulan puasa, jadi orang sibuk beramal sholeh. Semoga makna kemerdekaan masih tersimpat dalam hati bangsa ini.

Sekarang adalah bulan Syawal, bulan kemenangan umat Islam setelah menunaikan ibadah puasa. Banyak yang menang, banyak juga yang kalah. Banyak yang mengisi Ramadhan dengan tilawah, kajian, dan silaturrahim, namun banyak pula yang mengisinya dengan berhura-hura, jalan-jalan, dan kegiatan lainnya. Apakah kita menang pada bulan Ramadhan tadi❓

Syawal adalah awal dari seseorang muslim untuk terus berbuat ketaatan pada Allah dan akhir dari berbuat yang sia-sia. Dengan saling memaafkan, dosa-dosa di antara sesama manusia akan dihapuskan seperti yang Allah janjikan untuk orang yang berpuasa, namun ada juga yang tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga seperti yang dinyatakan dalam salah satu hadits shahih yang pernah saya dengar. Apakah kita termasuk yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasa yang kita lakukan? Naudzubillah.

Syawal juga menjadi waktu yang diincar oleh banyak orang untuk menggenapkan diinnya. Banyaknya undangan yang datang di setiap minggunya menjadikan ciri khas Syawal di daerah saya. Belum juga selesai lebaran dan silaturrahim, undangan pernikahan berdatangan silih berganti. Alhamdulillah, semoga banyak hamba-hamba-Nya yang menggenapkan agamanya di bulan ini.

Mumpung masih Syawal dan tak ada salahnya untuk mengulurkan tangan, saling memaafkan atas semua khilaf dan salah yang sengaja atau tidak disengaja kepada teman-teman semua. Dengan adanya kemaafan dari teman-teman, insya Allah amal ibadah kita diterima Allah.

Maafkan atas semua salah

Maafkan atas semua ucap kata yang tak disuka

Maafkan atas semua gelak tawa yang terasa menyakitkan

Maafkan atas semua lintasan pikiran yang buruk

Tiada kebaikan tanpa kemaafan

Tiada kasih sayang tanpa saling berkasih sayang

Maafkan kesalahanku teman-teman, lahir batin ya🙂

Taqoballallahu minna waminkum

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi dan tag , , . Tandai permalink.

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s