Pertengkaran Bisa Menguatkan

Lho kok bisa ya? Ah, masak sih, pertengkaran itu bisa menguatkan? Ayo, adakah yang bertanya seperti itu?

Banyak orang yang berkata, ‘Pertengkaran memicu keretakan’ atau ‘Pertengkaran bisa memisahkan’. Apakah kedua anggapan itu benar? Ya, anggapan itu memang ada benarnya. Di dalam Al Qur’an pun tidak ada anjuran untuk bercerai berai, yang ada hanya bersatu, merapatkan barisan, dan mengokohkan. Ketika Pertengkaran dianggap suatu pertengkaran yang bisa menyulut kemarahan, namun tidak bisa diredamkan, maka pertengkaran itu akan menjadi keretakan dalam sebuah hubungan.

Pertengkaran biasanya dimulai dari hal yang kecil dan dianggap sepele. Satu orang menganggap itu masalah, namun orang yang lain tidak menganggap itu masalah. Muncullah konflik di antara keduanya. Siapa yang menang setelahnya? Tidak ada. Hasil dari pertengkaran itu apa? Survei membuktikan….Badan lemas, pikiran kacau, dan selera makan hilang. Betul?

Hidup tanpa bertengkar, apa bisa? Tanyakan pada diri kita berapa banyak kita bertengkar ketika kecil, remaja, dan dewasa. Pertengkaran hanya karena rebutan mainan dengan saudara, pertengkaran dengan sahabat, atau pertengkaran dengan suami-istri. Yang dicari hanya satu, yaitu aku-lah yang menang dan benar, betul❓

Jika dalam bertengkaran itu yang dicari adalah kemenangan atau merasa diri benar, maka kepuasan seperti itu berasal dari setan. Adakah pertengkaran yang tidak berasal dari setan? Tentu saja ada, misalnya, ketidaksukaan dengan argumen orang lain, tetapi tidak menyepelekan argumen orang itu dan bisa menerimanya jika benar meskipun diwarnai perbedaan yang sangat jelas terlihat. Ujung-ujungnya adalah kesepakatan.

Pertengkaran jangan dilihat dari sisi negatifnya saja. Yang harus dilakukan jika terjadi pertengkaran dengan diri kita, berusahalah untuk memahami masalah dari sudut pandangan orang lain, terimalah nasihat orang itu meskipun ada rasa tidak suka, meminta maaflah setelah merenungi pertengkaran yang telah terjadi, minta ampunlah pada Allah karena meskipun kita benar pada ada kesalahan kita sehingga pertengkaran itu terjadi, dan carilah suasana yang ceria dengan berusaha membuat suasana cair seperti sebelum bertengkar. Biasanya setelah pertengkaran itu kita akan tahu cara menghadapi orang yang bertengkar dengan kita tadi. Tak ada gunanya bertengkar dan banyak ruginya jika dilakukan tiap hari.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

3 Balasan ke Pertengkaran Bisa Menguatkan

  1. beny kadir berkata:

    salam jumpa lagi, Mba Meli. Apa kabar?

    Suka

  2. kids party berkata:

    bagus artikelnya….makasih ya udah share…:)

    Suka

  3. bagus nasihatnya nih…makasih yaaa…mari kita renungkan masing2 yaaa supaya hubungan kita dengan sesama/pasangan jadi lebih baik…:)

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s