Sekelebat tenatang Menikah

Assalamu’alaikum wr wb..teman- teman…..I’m coming now ^_^

Wah, sudah berapa lama ya aku vakum dari menulis di blog ini❓ Tenang, semua komentar yang ada di blog ini tidak ada yang terlewatkan untuk dibaca. Alhamdulillah, sekarang aku tampil lebih dewasa ^_*  Aku sekarang sudah mempunyai suami yang sholeh dan insya Allah dengannya juga aku akan dibawanya ke surga. Aamiin.

Berumah tangga…

Dua kata yang disatukan itu terasa sangat berarti bagiku. Pastinya bagi yang belum berumah tangga dan yang mengerti syariat Islam pun ingin segera mendapatkan pasangan dalam berumah tangga. Teman, tahukah bahwa menikah itu tidak mudah? Sebelum menikah banyak sekali yang harus ditunaikan oleh kedua calon pengantin. Dimulai dari syarat dari pihak calon. Huh…kalau nggak sabar dan berusaha dengan keras, sekuat apapun keinginan kita untuk menikah tidak akan terwujud karena pernikahan itu membutuhkan keduanya.

Ada saja cobaan yang datang. Ada yang datang dari setan dan ada juga dari manusia. Semua cobaan itu harus dijalani. Ibarat orang ingin menaiki puncak gunung, dia akan berusaha mendaki. Dia tidak sekedar mendaki karena dia mempunyai keinginan bahwa untuk bisa melihat keindahan alam dari puncak gunung. Begitulah menikah, jika terhenti karena halangan atau ranting di tengah jalan. Dia bukan orang yang tangguh dan layak dikatakan pejuang.

Menikah itu juga gampang kok…

Dalam Islam menikah memang sangat gampang, asalah rukun nikah dipenuhi…sudah cukup. Adapun mengundang handai taulan dan tetangga, itu bukan suatu kewajiban. Lafaz ijab dari calon pengantin pria dan dikabulkan oleh wali calon pengantin wanita sudah menandakan kalau mereka menikah. Yaaa…Zaman sekarang berbeda dengan zaman rosul saw., tuntutan adat yang memberatkan membuat para calon pengantin maju mundur untuk memutuskan menikah. Kalau pun mundur, dia sudah kalah sebelum berperang ! Rugi donk….

Menikah itu Perlu Ilmu

Menikah bukan sekedar bersatunya 2 insan untuk melakukan ibadah yang disyariatkan oleh Islam saja. Bukan sekedar ada yang memasak, yang mencuci, atau yang menemani tidur saja. Menikah butuh ilmu lebih dari ketiga dari kegiatan itu. Coba bayangkan saja jika tidak ada ilmu, orang yang dari suku yang berbeda dijadikan satu. Yang satu halus dan yang satu kasar. Waduh, rasanya mau bertengkar saja setiap harinya, tetapi dengan ilmu ketika ada pertengkaran keduanya atau setidaknya salah satunya menyadari bahwa ada yang salah dan secepatnya berusaha mencari solusinya. Mungkin saja si istri hanya ingin meminta tolong, “Bi, tolong ambilkan panci itu donk!” Beda dengan suaminya yang terbiasa tidak menyuruh. Dia mengajarkan untuk membuat pertanyaan atau saran untuk meminta tolong, misalnya, “Bi, kayaknya ummi butuh panci itu deh.” Idih, buat repot dan lama aja ya. Repot mikir kata- katanya, tapi membuat si istri menjadi kreatif.

Suatu ketika ada yang curhat. Curhatnya seperti ini…

“Istriku itu benar- benar tukang ngatur. Aku kadang nggak dianggap di rumah. Semua perbuatanku dianggap salah. Aku seperti tidak ada artinya.”

Nah, jika suami sudah bisa berkata seperti ini, alangkah hebatnya sifat si istri. Ada kewajiban dan ada hak di antara keduanya. Jika keduanya menunaikan kewajibannya, haknya akan dia dapatkan juga. Menikah itu bukan sekedar ada teman cerita dan berbagi yang menyenangkan disaat pulang ke rumah.

Menikah itu Membuat Hidup Menyenangkan

Menikah itu adalah kegiatan mutualisme antara manusia dengan manusia. Jangan pernah ada kesan, “Ah, dia enak, sedangkan aku yang sudah payah!” Jika kata- kata ini terucap, ikhlaskah dia dengan pernikahannya? Membuat menyenangkan itu sangat mudah, kita bisa memulai dengan mengatakan/ melakukan hal- hal yang disukai pasangan. Tidak salah kok memulai bercerita/ curhat karena dengan begitu pasangan kita merasa sebagai orang yang dipercaya. Menyenangkan dengan penampilan yang yang disukai walaupun kadang kurang sreg dengan penampilan pribadi bisa dilakukan sewaktu- waktu. Jika tidak berkenan di hati kita, berusahalah untuk menyampaikannya dengan sebaik mungkin. Inti menikah juga menciptakan suasana yang mawaddah warahmah. Jadi, ciptakan itu di rumah kita ^_^

Awal Menikah itu Jadikan Awal yang Semangat Perbaikan Diri

Yang dulunya pemalas, setelah menikah menjadi rajin. Yang dulunya hanya tahu makan dan tidur…Setelah menikah tahu masak dan mampu memasak. Perubahan yang menuju kebaikan harus disyukuri. Perbaikan setiap hari meskipun kecil lebih baik daripada tidak ada. Salah satu bisa menjadi semangat dan memberikan contoh. Jangan lihat pasangan kita dengan pandangan yang salah saja. Cobalah lihat bahwa setiap harinya dia juga melakukan perbaikan diri untuk bisa memasuki kehidupan kita. Masa memonitor dan berusaha untuk menjadi pasangan yang terbaik satu sama lainnya.

Aduuuuhhhh….Cepetan yang belum menikah, kiamat hampir dekat lhooo….Sayang aja deh kalau kita sudah diberi waktu dari Allah untuk menikah tetapi ditundah- tunda karena uang asapnya kurang. Yakinlah, Allah itu Ar Rozaaq. Dia yang akan mencukupkannya dengan usaha kita. Semangat, Teman!

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Bagus untuk dibaca..., Islam, Nilai2 Islami. Tandai permalink.

8 Balasan ke Sekelebat tenatang Menikah

  1. Welfi Yunita berkata:

    Ehm… ^^
    Doa’in ya biar cepet nyusul… boleh lah klo mau bantuin cari_in, biar cepet maksudnya hehehe.
    Semoga Pernikahan yuk mel SAMARA… amiiin.
    Ngomong2 judulnya salah tuh…bunda

    Suka

  2. Kontraktor berkata:

    menikah memang mudah, tetapi untuk menyatukan keduanya justru tidak mudah..

    salam kenal, nice post

    Suka

  3. sunarno2010 berkata:

    menikah memang mudah hanya saja kadang ada pihak-pihak yang mempersulitnya

    Suka

  4. Di Jual Rumah berkata:

    menikah itu perlu persiapan yang bnar dan harus memirkan kedepanya dengan matang.,

    Suka

  5. JupLee (Adi) berkata:

    MasyaAlloh Saya Baru Tahu Mba’ Amel dah Nikah… ^^,

    Masih Ingat aku yang di plurk kan mba;?? saya JUP ^^

    Suka

  6. Ava Chesterton z berkata:

    Artinya, semua yang diciptakan Nya telah diatur sedemikian rupa, dan tidak ada kekuatan lain yang mampu mengubahnya selain Allah SWT.

    Suka

  7. heri tulang berkata:

    setuju, dan menikah itu jadi sesuatu yang wajib dan pantas diusahakan😀

    Suka

  8. Ovi Genting berkata:

    klo dah menikah badan bisa gemuk nda ya,..???

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s