Romantis…tisss….tisss….

Beberapa hari yang lalu aku melihat peristiwa dan ingin kubagi dengan teman- teman.

“Ntar kalau kita sudah tua kita masih romantis kayak gini ya,Mi,” terdengar ucapan seorang kakek kepada nenek di sebelahku. Kebetulan halte ini adalah tempatku menunggu seorang teman kuliah.

” Ih, abi, masih aja mau manja- manjaan,” masih kuingat kalimat itu. Karena takut privasi mereka terganggu, aku menyingkir dari sana.

Usia pernikahan berapa pun sebaiknya jangan menjadikan rasa sayang kita kepada pasangan kita luntur. Lihatlah cuplikan dialog nyata tadi. Romantisme dengan pasangan tidak hilang karena keriputnya kulit, rentanya badan, dan ketidakpunyaan harta. Banyak para pemuda mengumbar janji setia dengan mulut manisnya dan rayuan maut yang mendayu- dayu untuk memikat kekasih hati, tetapi setelah mereka sudah menempuh hidup bersama dalam rumah tangga, kebiasaan mengucapkan kata- kata sayang terkikis.

Pasangan kita adalah pasangan seumur hidup. Pasangan kita harus dijaga hingga dengannya kita mendapatkan surga nantinya. Menyenangkan hati pasangan tidaklah sulit.

“Mi, hari ini abi libur. Ntar yang masak abi ya,” perkataan yang mendadak itu tentu saja akan membuat si istri terkejut dan berespon positif, misalnya.

” Ah, masak sih abi bisa masak. Hmmm…pasti masakan abi enak deh.” Hal sederhana yang seperti itu bisa membuat rumah tangga terjalin harmonis. Sesekali suami istri membantu satu sama lainnya. Suatu hari si istri sedang sibuk- sibuknya membersihkan rumah, dengan ringan tangan si suami mengambil kain pel dan mengepel seluruh ruangan. Apakah hal tersebut tidak membuat si istri bertambah sayang?

Kerukunan dalam berumah tangga harus terjaga. Tidak ada kata ‘aku tidak bisa’ karena semuanya berawal dari niat dan keinginan untuk menggapai surga Allah, maka semua pasti bisa dilakukan. Yang dulunya tidak terbiasa bermanja- manja atau bersikap romantis, belajarlah karena dengan pasangan hiduplah semua itu bisa dilakukan. Asalkan ada waktu yang tepat untuk bermanja- manja dengan pasangan. Jangan ketika suami pulang dari kerja dan wajahnya terlihat letih, si istri ingin bermanja- manja. Istri bisa meringankan penat pada pekerjaan suami dengan membuatkan minuman hangat.

Dapatkah romantisme pasangan itu berjalan sampai kakek nenek? Kejadian yang pertama tadi sudah menjawabnya bahwa menyenangkan pasangan itu wajib. Tak apalah sesekali membuat cemburu atau bertengkar kecil karena dengan hal yang seperti itu justru akan menambah kecintaan masing- masing. Asalkan jangan terlalu sering dilakukan karena pasangan akan bosan. Akhiri pertengkaran dengan perdamaian. Sebelum tidur permasalahan suami istri harus selesai, jangan sampai permasalahan itu terbawa sampai tidur.

Seringnya pasangan menginginkan pasangannya melakukan apa yang ia inginkan, tetapi tidak diutarakan. Misalnya, dia ingin sekali melihat suaminya memberikan hadiah setiap hari lahirnya, seperti yang dilakukan oleh suami teman- temannya. Sayangnya, dia tidak menyatakan hal itu kepada suaminya. Dia pendam sendiri sampai si suami menyadari apa yang dia inginkan. Suami ini bukan tipe yang perhatian meskipun istri sudah manyun, dia tetap tidak mengerti. Ternyata, hal ini menjadi permasalahan tersendiri bagi rumah tangga mereka. Suami yang tidak mengerti keinginan istri dan istri yang menuntut tanpa kepastian kepada suami mampu memicu pertengkaran. Yang seperti inilah yang sebaiknya dihindarkan. Nyatakan dengan tersirat, misalnya,” Bi, besok ummi milad lho…” Tunggulah dan lihat respon suami. Jika perkataan seperti itu masih belum direspon, lanjutkan.

“Abi, kita jalan- jalan yuk. Wisata kuliner kayaknya lebih asyik,” si istri merayu.

“Iya deh, ntar sepulang kerja, abi beliin ummi. Ummi maunya apa?”

Gubraks!

“Abiiiiiiii….Ummi mau jalan- jalan sama abi sambil berwisata kuliner. Ih, nggak ngerti amat sih :-(  “

“Oh, gitu ya.” Suami akhirnya tahu apa yang diinginkan istri.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

7 Balasan ke Romantis…tisss….tisss….

  1. muamdisini berkata:

    iya…
    suami juga bukan malaikat yang selalu mengerti apa bahasa hati seorang istri…
    bukan begitu?…

    -salam-

    Suka

  2. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim

    Usaha menambah sahabat terkadang salah
    Usaha menambah ilmu terkadang keliru
    Dipenghujung Romadhan yang penuh berkah
    kusambut Aidil Fitri dengan rindu

    Mohon maap segala salah
    Mohon maap kekeliruan itu
    Minal Aidin wal Faidin

    Salam Takzim batavusqu

    Suka

  3. kakaakin berkata:

    Senang banget saat melihat pasangan lansia yang masih berjalan bersama. Romantis banget🙂
    Met Idut Fitri ya, Mel…
    Maafkan segala salah dan khilafku…🙂

    Suka

  4. ipah berkata:

    iya setuju, kalau bisa rasanya ingin banget kelak nikah trus bisa langgeng romantisnya sampai tua :’) amiin😀

    Suka

  5. nuraeni berkata:

    bukan hanya sampai tua
    tapi seumur hidup
    kalau bisa,,,
    terus bersama orang yang kita sayangi…

    Suka

  6. rara berkata:

    Mga ntar q jg bsa ampe tua yach ma my princess

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s