Komitmen itu…

Seorang laki- laki datang menemui seorang bidadari dunianya yang kelak akan menjadi bidadari di surganya nanti.

Dibelainya si istri tersayang dengan tangannya yang sudah tidak kokoh lagi.

” Mi, abi mau mengatakan sesuatu. Mi, ummi…Ummi sayang, abi sayang ummi. Masih sayangkah ummi sama abi?” Si istri terkejut dengan pertanyaan yang sudah selayaknya tidak lagi terucap dari suaminya. Ucapan yang sangat dibenci oleh istrinya.

“Mengapa harus dipertanyakan hal seperti itu wahai suamiku?” Sang istri bertanya apakah gerangan yang akan disampaikan oleh suami tercintanya.

” Usia kita sudah semakin senja. Tenaga yang kita punyai tidak lagi kuat seperti muda dulu. Wajah kita sudah keriput dan menunjukkan tanda- tanda ketuaan disana. Masih ingatkah ummi dengan komitmen kita dulu?” Pertanyaan yang membuat si istri terkejut, tidak kala terkejut dari pertanyaan pertama.

“Maksud abi? Abi…abi….Sudahlah, mau ngomong apa sih sama ummi. Mending abi bilang deh apa sih maksud pertanyaan- pertanyaan aneh itu, Bi,” si istri mulai tidak sabar menunggu jawaban imam keluarganya itu.

” Mi, sudah berapa lamakah kita berumah tangga. Anak- anak kita sudah mulai besar. Kebutuhan rumah tangga semakin meningkat. Ummi masih ingat dengan komitmen kita beberapa tahun silam?”

“Maksud abi komitmen kita menikah?” Si istri langsung menjawab singkat.

” Iya, ummi sayang…”

“Insya Allah masih ingat,Bi. Waktu itu abi dan ummi berkomitmen untuk menggenapkan diin. Kita menikah bukan karena wajah kita yang ganteng/ cantik, tapi kita menikah untuk beribadah. Klise ya,Bi. Waktu itu ummi nggak tahu bagaimana sih menikah karena ibadah itu, tapi ummi sudah berkomitmen,” Rumah tangga kita akan kita hiasi dengan nilai- nilai keislaman. Kita harus memulai dari rumah kita dan semoga peradaban umat akan bermula dari sana.”

“Ummi ingat sekali waktu itu abi mengatakan bahwa keluarga kita tidak akan terpisah karena suatu masalah. Kekurangan dalam bekeluarga jangan membuat kita melarikan diri dari kenyataan. Abi bilang,” Mi, kita akan bersama walaupun hidup kita sulit.” Terus ummi katakan,” Bi, hidup itu kadang di atas, kadang di bawah. Tenanglah, ummi sudah pernah mengalami masa- masa seperti itu. Insya Allah kita bisa melewatinya bersama- sama.Ummi sayang abi, semoga rasa sayang abi tidak melebihi rasa sayang ummi pada Allah dan sebaliknya ya, Bi.”

Si istri melihat ke arah suaminya. Mata beradu mata. Binar mata yang tak bisa diungkapkan. Binar kebahagian bahwa keduanya masih mengingat komitmen yang telah bertahun- tahun dibangun.

Banyak orang yang sudah berkeluarga lupa dengan komitmen/ perjanjian awal mereka berumah tangga. Ada juga rumah tangga yang berdiri tanpa tujuan yang jelas. Yang jelas tujuannya untuk melestarikan keturunan. Ah, seperti ayam atau hewan saja ya. Kita manusia berbeda dengan hewan. Kita berkeluarga pun mempunyai tujuan yang berbeda dengan ayam. Maukah kita disamakan dengan ayam/ hewan dalam hal membangun keluarga? Saya yakin, kita tidak sekedar itu!

Waktu lihat blognya teman, Kakaakin. Aku melihat ada lomba, mau ikutan ah. Semoga kisah ini bisa menjadi bagian dari Cerita yang Diikutsertakan dalam Kontes Bahasa Cinta di Atap Biru.

Iklan

Tentang ummuilma

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Islam, Nilai2 Islami. Tandai permalink.

4 Balasan ke Komitmen itu…

  1. Baha Andes berkata:

    hem tarik nafas dalam membaca tulisan ini.
    memang terkadang sulit ya menikah dengan tujuan ibadah karena Allah.

    Suka

  2. laman baca berkata:

    Hem Hem, ikutan tarik napas… berpikir sejenak… wah nggak nyampe,,, masih belum mikir komitmen dengan pasangan hidup nih, mudah2an kelak dapat seperti itu…
    Salam kenal, kunjungan pertama

    Suka

  3. nuraeni berkata:

    manusia hanya bisa untuk bisa
    ikhlas untuk melakukan semunya
    karena ALLAH..

    Suka

  4. Mia Bosworth z berkata:

    Mereka yang masih berstatus pelajar atau yang sudah tidak lagi menyandang status tersebut dapat melakukan aktivitas belajar dengan membaca buku atah bahan bacaan lainnya.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s