Oh, Kampusku…

Kangen ngeblog….Mulai menulis lagi🙂

Sudah berapa harikah Ramadhan menghiasi hari- hari kita? Tak terasa, hampir sepekan kita bersama Ramadhan. Kegiatan rutin pun mulai dilaksanakan. Berjibaku dengan judul tesis, birokrasi kampus yang tidak mengenakan hati. Dibalik semua yang tidak berkenan di hatiku, alhamdulillah Ramadhan ini berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya. Begitu banyak cobaan di depan mata, tetapi Ramadhan ini menjadi indah dirasa.

“Bagaimana dengan judulmu?” Tanya seorang teman kepadaku.

“Kita dibuat pusing hanya masalah judul saja. Birokrasi yang aneh!” Aku mulai mengemukakan kekesalanku.

” Tho sudah 1 judul yang diterima (judul utama), masih saja disuruh nyari 3 judul baru. Masya Allah, emang guna judul baru itu untuk apa?” Sambungku.

“Aih, Dik. Dikau itu baru berapa kali. Tuh, Pak Ali dan Bu Nur, mereka sudah 7 kali ditolak!” Seru temanku yang tidak mau ketinggalan.

” Bukannya membantu  mahasiswa untuk cepat lulus, eh….malah dipersulit. Logikanya, kalau sudah satu judul yang diterima, ya sudah. Tinggal buat proposal dan nggak mesti nyari judul baru. Iya kan?” Aku tetap tidak mau terima.

” Benar- benar aneh birokrasi disini. Lucu!”

Begitulah teman sepintas kejadian yang kualami dengan teman- teman di kampus. Kejadian seperti itu membuat stres bagi beberapa teman. Dampaknya sangat hebat, beberapa teman belum ada yang datang ke kampus untuk mengajukan judul lagi. Datang ke kampus, tidak memberikan solusi bagi kemajuan akademik mereka. Kukatakan pada teman yang lain, ” Kita harus saling menyemangati. Kalau mau konsultasi jangan sendiri- sendiri. Ketika ada yang patah semangat, ada yang lain menyemangati.”

Kuliah itu mudah, namun di akhir perkuliahanlah yang membuat banyak orang merasa enggan meneruskan kuliah. Yang bertahanlah yang akan sukses dan aku katakan,” Aku harus bertahan, apa pun yang terjadi dan keluar memenangkan ketakutan dan kemalasan!”

Itulah yang kukatakan pada teman- teman,” Selagi aku bisa membantu, aku akan bantu. Andalkan aku jika memang aku mampu di bidang itu!”

Seorang teman berkata,” Ilmu itu tidak selalu didapat dari bangku sekolahan atau perkuliahan saja. Hidup adalah ladang ilmu yang tidak dapat dilihat dan diraba, tapi dampaknya waw….Yang mengalami kepahitan hidup, dia akan belajar untuk berusaha keluar dan mencari sesuatu yang manis dan menyenangkan.” Dia juga berkata, ” Berapa persenkah ilmu yang kita dapat dari bangku kuliah dapat kita amalkan dalam kehidupan nyata?” Ternyata kehidupan nyatalah yang menjadi bangku kuliah yang efektif.

Ketika semangat hilang, benarlah….Carilah sesuatu yang memotivasi diri untuk paling tidak bertahan lalu bergerak melakukan perubahan. Jangan lemah karena percuma, yang akan bertahan dan masuk dalam seleksi alam adalah yang tetap bertahan. Yang tersingkirkan adalah yang lemah jiwa dan raga. Berjuang!

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, isi hati. Tandai permalink.

5 Balasan ke Oh, Kampusku…

  1. Kakaakin berkata:

    Selamat menjalankan ibadah di bulan ramadhan ya, Mel…
    Tugas di akhir perkuliahan itu yang banyak bikin pusing ya…
    Semoga lancar jaya ya, Mel…🙂

    Suka

  2. chiplhus berkata:

    hemp… No comment…*_*

    Suka

  3. nuraeni berkata:

    Berjuang untuk Hidup…

    walaupun kita tahu akhirnya akan kembali ke
    maha pecipta,,,🙂

    Suka

  4. Rahmat berkata:

    met ngeblog lagi…

    Suka

  5. dian berkata:

    kereennnnnnn

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s