Diterima atau Tidak, Siapa yang Memutuskan?

Bingung…

Kok bisa ya, orang yang sudah diblack list oleh suatu lembaga memegang tampuk kekuasaan yang strategis❓ Aneh. Yang salah itu siapa? Atau begitu pandainya bermain kata dan memutarbalikkan kenyataan, orang bisa terlihat baik di mata orang. Lagi…Lagi…Kok bisa begitu?

Seberapa kenal Anda dengan pimpinanmu? Sebaiknya, Anda atau saya mengenal sosok yang menjadi pimpinan kita. Sebelum mengangkat suatu pemimpin, sebaiknya si pemilik lembaga melihat track record pekerjaan dan adakah yang kurang baik dari catatan perjalanan pekerjaannya yang bisa merusak lembaga. Jika dari informasi yang didapat ada sesuatu yang ‘tidak bisa ditolerir’ dan bakal merugikan banyak orang, kenapa juga harus menerima meskipun titel yang disandang begitu tinggi. Kenapa bisa begitu mudahnya mengangkat seorang pemimpin?

Nama suatu lembaga yang baik akan hancur dengan pemimpin yang seperti ini secara perlahan. Heran banget deh dengan si pemilik yang seperti ini. Apakah mata dan hatinya telah tertutup untuk melihat ‘kejahatan yang terselubung’ itu? Untuk pemimpin yang seperti ini, dia akan hidup berdampingan dengan orang- orang yang tidak respek kepadanya. Apapun yang dilakukan orang untuknya, dia akan bertebal muka dan memandang hal itu sebagai sesuatu yang sepele.

Adakah kenikmatan, jika hidup tidak disukai banyak orang? Adakah kenikmatan jika hidup hanya ingin diikuti, tetapi tidak mau tahu apa yang diinginkan orang sekitar? Adakah yang nikmat jika ketika lewat di depan orang, raut wajah orang berubah menjadi tidak suka atau tiba- tiba diam? Setiap orang bisa memilih apa yang terbaik untuknya. Kalau ingin baik, maka menjadi baiklah.

Jika keberadaan kita di tengah- tengah orang banyak adalah sesuatu yang disukai oleh banyak orang dan membawa manfaat, maka beruntunglah kita. Tidak adanya kita membuat orang rindu dan adanya kita di sisi mereka menambah kecintaan. Alangkah ruginya orang yang berada di tengah komunitas, namun dia tidak dianggap ada dan keberadaannya tidak ditunggu malah diminta tidak ada. Di belakangnya, banyak yang mencemooh. Alangkah bodohnya orang yang sudah tahu tidak disukai, tetapi masih menunjukkan perilaku yang tidak disukai orang banyak. Apakah Anda dan aku begitu❓

Ini nasihat diri🙂

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Diterima atau Tidak, Siapa yang Memutuskan?

  1. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Paragraf terakhir semoga kita bisa dirindui banyak orang ya bund
    salam Takzim Batavusqu

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s