Ucaplah yang Baik- Baik

Kebiasaan buruk berbicara tidak senonoh/ tabu di depan umum bagi sebagian orang bukan hal yang aneh lagi, tetapi bagiku itu suatu perbuatan berbahasa yang tidak layak untuk dilakukan. Alhamdulillah kata- kata yang seperti itu dengan tegas dilarang oleh orang tuaku. Pembiasaan sebenarnya artinya kata- kata yang seperti itu ada dan mengendap di dalam diri bukan proses yang sekejap, tetapi butuh waktu dan pembiasaan. Pembiasaan berbicara tidak pantas terus berulang- ulang. Suatu waktu secara tidak sengaja, aku mendengar seorang ibu- ibu terkejut, apa yang keluar dari mulutnya? Kata- kata yang tabu dan tidak pantas diucapkan.

Sayangnya lagi, kata- kata yang tidak pantas diucapkan itu terucap oleh orang- orang yang berpendidikan tinggi. Pembicaraan yang tidak pantas itu sering digunakan sebagai lelucon dalam mengisi waktu senggang. Salah….Nah, terus jika aku berada dalam situasi seperti itu, yang ada adalah rasa kesal dan tidak suka pada orang yang mengatakan. Kadang aku menyindir dengan perkataan,” Wah, pada nggak ingat mati ya?” Atau ” Kalau disuruh baca sulit, coba kalau disuruh cerita, pasti deh pikirannya jorok terus. Apa nggak ada kelakar yang lebih baik. Huh sudah tua juga.” Terus…Apa mereka mau berubah? Oh, tidak semudah itu untuk mengubah kebiasaan buruk itu. Paling tidak aku sudah berusaha untuk membuat suasana hanyut pada hal- hal yang tidak bermanfaat. Aku sendiri mengalihkan diri dan berusaha mencari aktivitas lain.

Untung saja orang- orang itu bertemu denganku saat ini. Coba saja kalau mereka bertemu denganku dulu, hmmm….Ada sedikit pengaruh dari aku yang suka sewot itu, misalnya ketika mereka hendak berkata yang tidak baik, mereka akan berkata,” Tuh, ada Meli.” Setelah itu mereka mengalihkan pembicaraan walaupun sesekali masih mereka timpali dengan ucapan yang tidak senonoh lain. Mereka yang seperti itu seolah- olah menikmati apa yang mereka ucapkan dan mungkin ada kesenangan yang diperolehnya ketika melihat teman- teman lain memberi respon pada apa yang diucapkannya. Mereka berpikir itu bisa menciptakan suasana akrab. Halah, itu sih pemikiran aneh, yang aku tidak menginginkan ada dan terjadi pada generasi muda sekarang dan yang akan datang. Anak perlu dididik sedemikian rupa hingga mereka memiliki benteng diri dari pengaruh buruk semua pancaindera, yang bisa ditangkap melalui mata dan telinga.
Dalam Al Qur’an, kita tidak diajarkan berkata yang buruk. Allah SWT memberi kita untuk berkata yang baik- baik.
” Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Menciptakan….”
Hadits yang tidak asing lagi bagi kita, yang intinya jika kita tidak bisa berkata baik, maka diamlah. Itu adalah lebih baik.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Islam, Nilai2 Islami. Tandai permalink.

9 Balasan ke Ucaplah yang Baik- Baik

  1. Ni hau berkata:

    Baik untukku, baik untukmu, baik untuk kita dan kita semua…
    <a href=""http://abinehisyam.wordpress.com/"&quot;

    Suka

  2. Ping balik: Award itu begitu mengembun « Batavusqu

  3. nita hayami berkata:

    kadang kala ucapan tidak senonoh bukan keingannya…bisa jd dia latah….

    Suka

  4. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Assalamualaikum
    mengucap yang baik baik saja, semoga dalam keadaan sehat ya bund
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  5. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Izin menyampaikan Award bund, semoga berkenan
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  6. @brus berkata:

    Tulisanmu menarik sangat … itulah yg terjadi di negeri kita,
    contohnya tivi menayangkan perilaku anggota dpr yg terhormat tapi perilakunya terkadang tidak terhormat …
    nice info …🙂

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s