Menulis ala Gola Gong

Lelaki itu berdiri di tengah ruang yang dialiri udara sejuk dari AC. Pakaiannya batik bercorak, aku tak tahu persis coraknya karena aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Dengan mix yang berada di tangan kanannya, dia bercerita tentang pengalaman hidupnya. Lelaki yang usianya sekitar 30-an tahun itu tersenyum ke arah peserta. Matanya mengamati ruang yang mulai hening ketika dia berkata. Gaya rambut tempo dulu, dengan sisiran ke kanan membuatnya unik di mataku. Laki- laki itu masih tersenyum dengan para peserta yang dipisah antara laki- laki dan wanita. Sabtu, 23 April 2011, dia bercerita tentang menulis yang menjadi kesukaannya sekaligus profesi yang mulia.

Gola Gong, si laki-laki rumah cahaya menyita perhatianku. Cerita yang kubaca dari tulisan tangannya itu memang telah menjadi kesukaanku dulu ketika aku kuliah, novel dan cerita pendeknya sering menghiasi majalah annida dan novel- novel remaja Islam. Sungguh luar biasa, laki- laki yang dengan kekurangan fisiknya itu memberi semangat kepada para peserta bahwa bersyukur itu akan terasa lebih nikmat. Dengan bersyukur, Allah telah menjanjikan nikmat- nikmat yang lain. Subhanallah, dengan satu tangan, dia menjalani hidupnya bahkan dia bisa membuat suatu perkumpulan Rumah Cahaya yang dia biayai dari beberapa persen royalti yang diberikan penerbit atas buku- buku yang dia buat. Dengan keterampilannya mengolah kata, dia membuat beberapa anak menerima sebagian royalti buku yang dia buat karena ide cerita buku itu dia dapat dari anak pembantu, pemulung, dan dari perjalanannya selama di bus.
Wah, keren….Seorang sederhana dan penggugah semangat sekarang berada di depanku sedang berbicara! Laki-laki yang tampak tidak lelah meskipun sesekali terdengar suara batuk dari tenggorokannya, dia tetap bersemangat.

Aku ingat, ketika aku baru duduk di kursi, temanku berkata,” Bun, tulis nama penanya.” Dalam hati aku senang dengan namaku, aku selalu menggunakan namaku dimana saja aku membuat tulisan ‘ Meliana Aryuni’. Aku ingat, dulu ketika kuliah, aku menggunakan nama pena ‘Syariffah Amatullah’ atau ‘Iffah

. Lagi- lagi aku menyukai nama yang orang tuaku berikan. Nama yang hanya satu dalam pencarian orang terkenal hehehe….Pelatihan pun terus berlanjut dengan melatih guru- guru mencari ide cerita.

Ternyata, banyak dari para guru yang mempunyai ide yang bagus dan unik. Banyak di antara para guru yang berbakat menjadi penulis, tapi selalu yang menjadi kambing hitamnya adalah sibuk. Kalau alasan itu, aku juga sering lontarkan. Nih, lihat saja, blog ini terbengkalai karena kesibukan yang nggak begitu sibuk. Beberapa teman bertanya tentang tulisan, sebenarnya kalau mereka tanyakan itu kepadaku, aku bisa menjawabnya kok hehehe, tapi…lebih baik bertanya kepada ahlinya, ada ilmu yang memang mereka pelajari.

Menulis itu keterampilan terakhir dalam berbahasa seseorang dan harus dipelajari dan berlatih. Tanpa latihan dan kepekaan terhadap rasa dalam tulisan dan lingkungan sekitar, serta banyak membaca…seseorang bisa menjadi penulis, tapi penulis yang tidak berRuh. Tiada kata lain bahwa untuk menjadi penulis, ayo mulai menulis!

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

3 Balasan ke Menulis ala Gola Gong

  1. bundahanin berkata:

    afwan bun..
    rumah dunia maksudnya kali ya..bukan rumah cahaya…usiannya udah kepala 4 tuh..ms keliatan 30an ya..

    Suka

  2. Ni hau berkata:

    Cip….umurnya kurang 16 tahun bun.
    Kalau si kambing hitamnya menyusahkan dijual saja bun untuk beli kucing hitam dan nanti tinggal tunggu kucing putihnya pasti datang.

    Suka

  3. Ping balik: Award award itu begitu menggoda « Batavusqu

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s