Belajar Mendongeng

Seminggu yang lalu anak belajar mendongeng. Nah, ternyata dari hasil pengujian dari hampir seluruh anak, ada beberapa anak yang bisa dijadikan calon untuk mengikuti perlombaan mendongeng. Anak-anak itu adalah anak- anak yang PD bergerak dan mengubah suara si tokoh dalam dongeng. Aku merasa menemukan sesuatu yang kucari, kandidat juara lomba πŸ™‚

Mendongeng itu tidak mudah bagi anak. Banyak anak yang hanya mengandalkan mendongeng tanpa melihat buku. Mereka tidak memperhatikan ekspresi, intonasi suara, dan gerak tubuh sehingga pada saat mendongeng suara yang terdengar adalah biasa- biasa saja. Dua anak yang menurutku dapat diajukan dalam lomba mendongeng adalah Mahira dan Faqih. Di kelas lain aku meminta Faqih untuk mendongeng di hadapan teman- temannya. Subhanallah, pujian dari teman- temannya membuat Faqih tersenyum dan bersemangat mendongeng. Yang tadinya hanya membaca, karena hal itu mereka banyak mendongeng tanpa buku. Nah, berikut beberapa dongengan anak-anakku.

Jam Tangan Ajaib

Karya: M. Rendy Akbar Pratama, siswa Kelas 2 Sa’ad SDIT Al Furqon Palembang

Suatu hari Rendy memakai jam ajaib dan ajaib itu bisa mengeluarkan sinar seperti matahari. Harganya mahal dan paling bagus di dunia. Orang kagum melihat jam itu. Jam itu juga bisa mengeluarkan monster. Andai saja aku bisa memiliki jam itu, pasti aku senang sekali dan keluargaku pun mau membelinya. Dia juga bisa mengeluarkan alien, gasing, menghancurkan gunung, api, listrik, batu dan angin. Kalau aku bisa membeli itu aku pasti senang sekali.

Dua Cerita Dinasaurus πŸ™‚

Dinasaurus

Karya: M. Naufal Tiazar, siswa Kelas 2 Sa’ad SDIT Al Furqon Palembang

Zaman dahulu ada dinasaurus yang sangat besar. Dia bisa menghancurkan rumah dengan kakinya. Dia bisa memakan ranting pohon. Dia sebesar gunung. Dia tinggal di hutan yang seram. Dia makan sapi, kambing, dan daging manusia. Badannya kebal. Dia punya seekor teman bermain. Suatu hari ada dinasaurus jahat. Dia akan melakukan sesuatu untuk dinasaurus yang baik.

 

Dinasaurus Pemakan Segalanya

Karya: M. Syauqi Al Ghifari, siswa kelas 2 Sa’ad SDIT Al Furqon Palembang

Di tepi hutan hiduplah dinasaurus yang sangat besar. Dia bisa memakan manusia dan lain- lain. Sekarang dia sudah mati karena dibunuh oleh manusia. Sebelum dia mati, dia mempunyai anak lagi. Anaknya semakin besar dan besar. Akhirnya dia hampir mati karena mau dibunuh lagi. Dia pun bersembunyi di balik batu dan melanjutkan berjalan.

 

 

 

Iklan

Tentang ummuilma

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Karya Anak. Tandai permalink.

2 Balasan ke Belajar Mendongeng

  1. Kakaakin berkata:

    Subhanallah… biasanya anak yang bisa mendongeng, karena di rumah orang tuanya juga sering mendongeng untuknya.
    Hehe…rupanya tema dinosaurus jadi favorit ya…

    Suka

  2. alisnaik berkata:

    unik-unik dan imajinatif, khas cerita ala anak kecil πŸ˜€

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s