Lega…

Seharian ini (nggak sampai deh), tapi termasuk seharian sih aku mengerjakan tugas kuliah padahal hanya 2 persoalan yang ditampilkan, tapi dasar kurang begitu cekatan. Sudahlah, yang penting tugas sudah terselesaikan. Beda dari yang lain. Itu tugas sebenarnya tugas semesteran karena baiknya si dosen, tugasnya boleh dibawa ke rumah (take home). Teman- teman semua senang, termasuk aku🙂 . Nah, kalau sudah boleh dikerjakan di rumah, pastilah soalnya beda dari yang lain, yang pastinya memerlukan pemikiran yang tidak hanya 2 jam. Benar saja, lebih dari 2 jam, Teman.

Tugas Aplikasi Statistika dalam Penelitian Bahasa sudah membuatku duduk di depan laptop mulai dari jam 5.00 s.d. 14.30. Jangan khawatir deh, aku masih sempat sarapan, makan, Dhuha, sholat wajib (tentunya), tak lupa buka internet sebentar :mrgreen: . Ternyata, waktu yang ada tidak bisa diperlambat sehingga aku harus berkejaran dengan derap kaki waktu. Sebenarnya tugas ini diberikan Kamis sore kemarin, tapi karena tertunda terus…ya jadinya kejar tayang. Dikirain mudah, ternyata memang mudah. Mudah untuk membuat pusing.

Teman- teman pasti sudah tahu ya dengan konsekuensi ujian yang dibawa ke rumah? Berikut ini menurutku dan aku merasakan sekali bahwa ujian yang dibawa ke rumah itu;

Memang enak sih ujian seperti itu, kita bisa mengerjakannya di saat senggang (ada jaminan nggak tuh). Biasanya lebih sulit daripada yang lain. Soalnya perlu dianalisis lebih mendalam. Sebenarnya kalau memang dilakukan dengan prosedur yang benar (tanpa mencontek dan mengerjakan sendiri- sendiri), ujian take home seperti ini bisa menjadi cara yang efektif untuk melihat kemampuan mahasiswa. Pada kenyataannya, take home membuat kerja sama yang sangat buruk. Mengapa aku berkata begitu? Oke kalau semua bekerja sama- sama. Kalau yang bekerja hanya satu orang atau malah menyuruh orang lain untuk mengerjakan tugas (dikerjakan orang lain/ diupahkan), jadi nilai dari ujian menjadi berkurang. Melihat hal itu…Siapa peduli. Yang penting ada nilai, ujian lulus. Selesai.

Menyikapi ujian yang dibawa ke rumah, jangan pernah menunggu mempet waktu baru dikerjakan. Buat rencana kapan bisa mengerjakannya karena kalau sudah kepepet biasanya ngerjainnya sembarangan. Nah, kalau aku…sepertinya ide baru muncul kalau sudah kepepet:mrgreen: Tidak mengabaikan nasihat dari nasyid lama Raihan.

Demi masa..
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan…Yang beriman dan beramal sholeh….
Ingat 5 perkara
Sebelum 5 perkara
Sehat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Lapang sebelum sempit
Kaya sebelum miskin
Hidup sebelum mati

(Mohon koreksinya karena saya kurang begitu hapal😛 )

Begitulah…

Kita baru sadar jika waktu sudah mulai menipis

Kita baru mulai bergegas jika dalam kondisi darurat padahal Allah telah mengingatkan dalam salah satu suratnya Al Asr. Begitu pentingnya waktu hingga Allah memberikan satu surat untuk mengingatkan kita, namun mengapa kita masih kurang memperhatikannya?


 

 

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di isi hati. Tandai permalink.

3 Balasan ke Lega…

  1. ummurizka berkata:

    Assalamu’alaikum mbak melli, pa kabar lg sibuk ngerjakan tugas kulah ya…memang kalo tugas dibawa pulang biasanya jadi santai ngerjakannya bahkan nunggu kepepet…pdhal itu ga bagus…hmmm cara jitu untuk menangkal malas selalu ingat 5 perkara sebelum 5 perkara ..nice🙂

    Suka

  2. Kakaakin berkata:

    Manusia memang sering ngeyel😀
    Semoga dimudahkan oleh Allah Ta’ala🙂

    Suka

  3. kang ian dot com berkata:

    wah jd inget tugas akhirku..haduuh😀

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s