Dalam Doa

Tulisan lama yg terserak dalam draft

Ya Allah, ya Rahman ya Rahiim. Aku ini lemah. Aku tak berdaya ya,Rabb. Kuasaku adalah atas kuasa-Mu. Aku bergerak dan diam pun karena-Mu ya,Rabb. Ya Rabb, aku menangis bersimpuh di hadapan-Mu dengan semua keterbatasan mataku, pendengaranku, dengan semua inginku yang tak murni. Ya Rabb, aku tahu semua cobaan itu Kau berikan untuk mengujiku apakah aku itu berhak menjadi hamba-Mu yang sholeh/sholehah, yang muntaqim. Ya Rabb, ya Kuddus, aku tidak bersih lagi seperti bayi yang baru lahir. Setiap hari aku melakukan maksiat. Mata bermaksiat dengan mata lalu terucaplah kata-kata. Telinga pun begitu. Tangan bermaksiat dengan jari-jarinya. Hati bermaksiat dengan mengharapkan sesuatu yang belum boleh dilakukan.

Tadi, kutegakkan lagi raka’at istikharah di hadapan-Mu ya Malik. Engkau yang Maha Kuasa atas semua yang terjadi di dalam hidupku. Aku berpasrah dan berserah diri penuh setelah aku melakukan apapun yang kubisa. Aku yakin Engkau akan menunjukkan jalan yang terbaik bagiku. Penglihatan dan seluruh yang kumiliki terbatas hingga aku ingin mta-Mu, telinga-Mu, kaki dan tangan-Mu yang bekerja untuk memudahkan jalanku. Aku meminta dalam sujudku dan tengadah tanganku untuk memberi kemudahan bagiku dalam menemukan pilihan yang terbaik bagiku, agamaku, dan keluargaku.

Ya awal…

Aku ingin memulai dengan yang baik dan sampaikan juga aku di akhir yang baik. Aku sering terjerumus dengan kata-kata, sekarang tolong keluarkan aku dari lubang itu. Aku ingin berenang ke danau cinta-Mu. Aku ingin bermuara ke surga-Mu,Rabb…

Rabbi…

Beri petunjuk-Mu, jika memang sesuatu itu baik bagiku, agamaku, dan keluargaku, tunjukkan padaku ya, Rabb. Permudahkanlah urusanku ini. Jeda waktu yang diberikan, biarkanlah sebagai tempat untuk introspeksi diri. Seberapa banyak maksiat yang kita lakukan ? Seberapa sering futur menghinggapi? Jeda waktu itu pula aku akan lebih mendekatkan kepada-Nya, semoga dengan begitu, aku bisa segera mendapatkan jawaban dari semua doaku.

Tinggi atau rendahnya kualitas seseorang itu tergantung dengan siapa dia bergaul. dan berbicara. Aku tidak ingin memiliki kualitas ruhiyah yang lemah, aku ingin paling tidak imanku dalam kondisi stabil. Aku tidak ingin seperti itu ya Rabb. Aku ingin kondisi imanku paling tidak stabil sehingga aku tidak mudah diombang-ambing.


Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di isi hati, Syair Hati. Tandai permalink.

5 Balasan ke Dalam Doa

  1. Kakaakin berkata:

    semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah subhanahuwata’ala…
    Hayuk Mel… Bila Sahabat memiliki pengalaman berkesan yang berkaitan dengan masalah kesehatan, silakan ikuti Kontes Aku Ingin Sehat, hanya di Try2bcoolnsmart.

    Suka

  2. setitikharapan berkata:

    Doa adalah ekspresi kita sebagai mahluk lemah mbak. Dengan doa yang sempit menjadi lapang, yang gelisah menjadi tenang dan yang rapuh menjadi kuat,

    Suka

  3. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    tak sanggup aku membacanya, aku lompat aja ke kolom komentar, mau ngucapin selamat tahun baru aja buat bunda, semoga tetap bahagia hari ini, esok, lusa dan hari hari yang akan datang dengan tetap membawa lonceng sepeda ting tong
    Semoga kehadiranku siang ini tidak membuat resah
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  4. ocekojiro berkata:

    Doa adalah kebutuhan kita sebagai manusia…

    Suka

  5. Doa-mu tulus, dan nggak muluk-muluk. Semoga Allah memberimu kekuatan dalam iman.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s