Berkumpul Lagi

Alhamdulillah….

Awal tahun yang menyenangkan. Kedua adikku datang, meskipun satu adikku belum ikut berkumpul karena dia sedang sibuk dengan ujian semesteran di fakultasnya. Menyenangkan, dua keponakanku telah meramaikan rumah ini, selain suara- suara kucing tentunya. Tangis dan tawa yang berderai sungguh membuat aku merasa senang. Indahnya suara tangis itu.

Dua keponakanku, Fika dan Hisyam. Kalau Hisyam…teman- teman masih ingat kan. Nah, Fika ini tinggalnya di Yogyakarta. Perbedaan antara Hisyam dan Fika sangat mencolok. Fika usianya lebih tua beberapa bulan, tapi tubuhnya mungil. Hisyam sekarang bertambah gempal dan sedikit putih dari Fika. Fika sudah bisa bicara dengan lancar, tapi kalau Hisyam masih terbata- bata dan agak pendiam.

Fika anaknya aktif sehingga mudah sekali  merasakan panas dan berkeringat. Hisyam tidak seaktif Fika. Fika susah sekali kalau diajak makan. Baru juga 2/3 suap, dia sudah bisa menutup mulutnya sambil berkata,’mo’ kepada bundanya. Ada cerita seru lho waktu Fika tiba di rumah. Kucing- kucingku kan paling rame kalau mau makan. Nah, kebetulan saat Fika datang, kucingku minta makan. Itu tuh, jeritannya terdengar keras sekali. ” Atuuuuuuttt! Aku usil dan kuambil salah satu kucing lalu kugendong mendekati Fika. Jeritannya bertambah keras. Aku berhasil. Ternyata, setelah beberapa hari terbiasa melihat dan mendengar suara kucing, Fika tidak menjerit ketakutan lagi, malah ketika kucingku mau makan, dia mau melihat mereka menyantap hidangannya. Kejadian itu bisa menjadi terapi bagi yang takut kucing. Ketakutan itu bisa hilang. Memberikan stimulus yang tidak berlebihan setiap hari tanpa di dekatkan langsung, tetapi dengan perlahan. Biarkan pasien memahami karakter yang ditakuti. Biarkan ketakutan itu menjadi rasional sehingga memang benar- benar harus takut. Nah, Fika mulai bisa menerima bahwa ketakutannya dengan kucing hampir hilang.

Berbeda dengan Fika, Hisyam suka sekali kucing. Hanya saja abi dan umminya tidak membiarkan dia menyentuh kucing. Kalau ada kucing, Hisyam segera mengejarnya. Nanti dia tertawa dan senyum- senyum sendiri. Ekspresinya itu lho. Saat- saat menangkap kucing itu, saat- saat yang indah dipandang.

Dua makhluk kecilku…

Semoga menjadi sholih dan sholihah ya kelak. Jadilah muslim yang takwa kepada Allah, Rabb kita.

 

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku. Tandai permalink.

4 Balasan ke Berkumpul Lagi

  1. Kakaakin berkata:

    Seru sekali saat berkumpul dengan keluarga, Mel..🙂
    Ayo… si Fika terus dirayu supaya banyak makan…😀

    Suka

  2. ummurizka berkata:

    senangnya bisa berkumpul dengan keponakan2 yang lucu..salam buat mereka ya mbak meli…

    Suka

  3. mrpall berkata:

    emang keluarga adalah pelabuhan yg terindah…..
    salam ….

    Suka

  4. Kakaakin berkata:

    Bila Sahabat memiliki pengalaman berkesan yang berkaitan dengan masalah kesehatan, silakan ikuti Kontes Aku Ingin Sehat, hanya di Try2bcoolnsmart.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s