Akhirnya Dia Mengeluarkan Emosinya

Siapa bilang dia tidak pernah marah. Huh, hari ini aku melihat emosi marah dari wajah dan intonasi. Ternyata dia sudah tidak tahan lagi dan terungkaplah semua kekesalannya pada seseorang. Dalam kesehariannya, dia adalah orang yang tidak banyak bicara. Rasa kesalnya ternyata sudah lama terpendam dan aku tidak menyangka dengan satu tindakan seseorang, emosinya meluap. Wah, aku yang melihatnya terkejut.

Hai Teman, tahukah Anda bahwa banyak orang mengalami stres, depresi karena mereka tidak tahu bagaimana melampiaskan emosinya. Seorang teman curhat kepadaku tentang permasalahannya. Aduh, sebenarnya nih…kalau aku ada pada kondisi yang sama. Apalagi masalah begitu…hmmm…balik lagi…aku bukan dia. Aku dan dia tidak sama. Sudah jelas- jelas dia tahu cara mengatasi permasalahannya, tetapi dia tidak mau melakukannya karena hal itu akan menyakiti hatinya sendiri. Main- main dengan hati itu yang gawat. Persoalan kecil kalau sudah berkenaan dengan hati akan menjadi sesuatu yang terasa besar. Tentu saja ini berbahaya ! Ih, coba saja bayangkan!

Tadi sore, setelah pulang kuliah, aku melihat kucing hitam kecil di pinggir jalan besar yang bingung mencari arah rumahnya. Seketika, pikiranku mengarah kepada kucing- kucingku di rumah.

“Gimana ya kalau kucing itu adalah kucingku. Nanti….”Ah, pikiran buruk yang keluar. Aku yang berboncengan dengan temanku melihatnya. Aku katakan,” Kita ambil saja kucing itu ya, Yuk. Kasihan nanti ketabrak mobil. Ayuk turun sebentar trus letakkan aja di pinggir jalan dekat rumput itu,” pintaku.

” Nggak usahlah Meli. Nanti juga dia lari. Aku geli kalau memegang kucing. Mana mobil ngebut- ngebut gitu,” katanya mencoba mencari alasan yang sebenarnya benar juga sih.

“Ayuk, dia kan masih kecil. Mana ngerti mau lari kemana kalau di samping kanan- kirinya mobil,” kataku sambil berbincang- bincang di motor. Motorku terus melaju, tapi hatiku tidak membenarkan. Jarak tempuh sudah lumayan jauh. Bismillah aku katakan kepada temanku.

“Ayuk, kita balik arah lagi aja. Ntar Meli yang ambil.” Perlahan aku balik arah, meskipun harus melawan arus. Aku kalahkan semua ego dan rasionalitas Ayuk. Aku matikan mesin dan aku turun. Kulihat di pinggir jalan, kucing itu sudah tidak ada. Aku mencari keberadaannya. Masya Allah, kucing itu ada di tengah- tengah jalan sambil berlenggak- lenggok disana. Aduh, geram juga melihatnya. Kok dia tidak tahu kalau dia bisa mati ketabrak mobil atau motor. Huh, untung saja aku melihatnya karena kalau tidak cepat…lintasan banyangan kucing yang ketabrak itu sudah ada di depan mataku. Hups, kutangkap dia dan kuletakkan di antara rerumputan. Insya Allah dia tidak ke jalanan lagi karena antara rumput dan jalan itu ada saluran air yang besar. Aku harap si kucing menemukan rumahnya. Kalau mau dituruti semuanya…pengennya sih dibawa ke rumah, tetapi sayang…kucing- kucingku cemburuan, terutama Nitu. Pernah beberapa tahun yang lalu, Nitu cemburu pada penghuni baru. Karena cemburunya itu akhirnya si kucing kecil mati setelah matanya buta dicakar Nitu.

” Meli menolong karena senang kucing kan?” Kata ayuk setelah aku meletakkan si kucing.

” Yuk, kalau Meli lihat ada sesuatu di jalan yang harus di tolong, entah itu kucing atau orang atau anjing, Meli akan lakukan, tapi kalau tikus….nggak deh.”

Menolonglah selagi mampu menolong. Jika ada yang butuh pertolongan, nurani akan terketuk. Lakukanlah karena itu suatu kebaikan.


Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di isi hati. Tandai permalink.

18 Balasan ke Akhirnya Dia Mengeluarkan Emosinya

  1. Agung Rangga berkata:

    wah, suka memelihara kucing juga ya…

    http://popnote.wordpress.com

    Suka

  2. ummurizka berkata:

    subhanallah mbak meli demikian perhatiannya terhadap makhluk Allah, banyak orang tidak peduli apalgi hanya kepada seekor binatang.., semoga rasa kepedulian terhadap semua makhluk Allah selalu terjaga pada semua orang sehingga hidup menjadi tenang dan tentram,

    Suka

  3. fitrimelinda berkata:

    suka deh kata-kata dibagian akhir mbak..

    “Menolonglah selagi mampu menolong. Jika ada yang butuh pertolongan, nurani akan terketuk. Lakukanlah karena itu suatu kebaikan.”

    Suka

  4. Ifan Jayadi berkata:

    Menolong dengan penuh keiklasan akan memberikan kepuasaan tersendiri yang tak dapat diukur dengan materi. Dengan menolong juga kita belajar untuk menjadi pribadi untuk semua🙂

    Suka

  5. Kakaakin berkata:

    Kasihan banget kalo melihat anak kucing di jalan kek gitu. Kalo kelindas ban, bisa remuk banget deh😦
    Aku malahan pernah menabrak anak kucing😦

    Suka

  6. ocekojiro berkata:

    Dari pengamatan didaerahku, anak kucing itu tidak serta merta tersesat tanpa sebab di pinggir jalan raya. Yang sering terjadi adalah anak kucing itu dibuang pemiliknya ataupun orang yg merasa terganggu jika ada kucing liar yang ‘ber- anak’ di sekitar rumahnya.
    Well… meskipun memindahkan ke rumput tidak menyelesaikan masalah, namun cukup menunjukkan kebaikan hati pelakunya.
    Wass.

    Suka

  7. nita green berkata:

    ya….slgi qt bs membantu wahy not…qt wajib membantu dan menolongy

    Suka

  8. Assalaamu’alaikum Meliana….

    Sungguh mulia hatimu, sayang. Bunda berbangga dengan tindakan yang Meli ambil. Bunda juga akan berbuat demikian kalau melihat kondisi yang sungguh menyentuh hati dan ketidakupayaan makhluk lemah sedemikian sehingga seekor anjingpun bunda sanggup bantu jika boleh dibantu.

    Sayang sekali, ramai sekali manusia mutakhir ini mengambil berat hubungannya dengan sesama makhluk baik manusia mahupun makhluk hidup yang lain. Semoga Allah merahmatimu meli atas kebaikan yang dilakukan.

    Rasulullah SAW bersabda: “… hatta dirimu membantu membuang duri dijalanan yang dibimbangi akan menyakiti orang ramai itu juga dinamakan sebahagian dari iman.”

    Selamat Tahun baru 2011.
    semoga amalan dan ibadah akan semakin bertambah. Mudahan sukses selalu.
    Salam manis dari bunda di Sarikei, Sarawak.😀

    Suka

  9. BENY KADIR berkata:

    Salut buat Mba Meli.
    Tdk semua org bisa peduli seperti yg telah dilakukan.

    Suka

  10. Hi Meli,, menolong adalah perbuatan yang mulia,,, Teruslah untuk menolong orang, binatang, maupun alam,,,

    Salam kenal dan salam semangat selalu

    Suka

  11. mamah Aline berkata:

    salut mbak… peduli sesama maupun hewan adalah bentuk pertolongan yang mereka butuhkan kapan saja kita mampu melakukannya… saya suka kucing juga..😛

    Suka

  12. salam kenal, ternyata kucingnya banyak juga ya….salam buat nitu…bilang ama nitu jangan cemburuan yah…xixixixix

    Suka

  13. mrpall berkata:

    Tdk semua org bisa peduli seperti yg telah dilakukan.

    Suka

  14. bluethunderheart berkata:

    ajarkan blue menulis sedemikian dong kawan
    salam hangat
    blue suka ini

    Suka

  15. N@n@ng berkata:

    Assalamu’alaikum, pa kabar mbak Mel? rahman itu sebetulnya ada pada setiap manusi tapi terkadang tertutup oleh ego dan akan terkubur dalam-dalam rasa rahman itu seiring mengerasnya hati.

    Suka

  16. Nanang Abdullah berkata:

    Sifat sebagai seorang wanita terlihat pada mbak meli

    Suka

  17. kang ian dot com berkata:

    gimana kalao tikusnya nanti ketabrak juga hahaha

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s