Rabbi, Inilah Aku…

Teman, ternyata sudah pergantian tahun ya. Tanggal 7 Desember 2010 atau 1 Muharram 1431 H (tahun baru Islam) telah mengajakku merenung seberapa banyak perbuatan baik yang kulakukan ? Tahun baru masehi pun akan segera tiba. Hingar- bingar kemeriahannya sudah terlihat di beberapa toko/ supermarket/ mall/ pusat perbelanjaan lainnya. Ah, kalau ingat kejadian-kejadian dulu saat memasuki tanggal 1 Januari, semua mata seakan engan terpejam. Bunyi mercon, kembang api silih berganti membuat mata yang mau terpejam menjadi melotot kesal. Pergantian tahun seolah menjadi saat- saat yang ditunggu- tunggu sampai- sampai melupakan hak tubuh untuk beristirahat sejenak dari aktivitas di siang hari padahal sudah jelas bahwa malam bagaikan ‘selimut’.

Bunyi terompet yang memekakkan telinga membuatku tidak bisa terpejam padahal inginnya bisa tidur nyenyak. Apakah para penikmat hedonis itu tidak mencoba untuk merenungi sesuatu dalam kehidupan mereka. Ah, padahal banyak yang bisa kita lakukan di malam itu dan malam- malam yang lain. Misalnya, kita bisa mengevaluasi perjalanan hidup kita selama setahun ini.

  1. Apa yang telah kita berikan untuk orang- orang yang terkasih, yang telah mencurahkan kasih sayang kepada kita hingga kita bisa belajar menyayangi sesama dan makhluk Allah lainnya❓
  2. Apakah kita sudah bermanfaat bagi orang- orang di sekeliling kita❓
  3. Seberapa banyak maksiat yang kita lakukan dan kita ingat bahwa maksiat itu dilihat oleh Allah❓
  4. Seberapa besar usaha kita untuk meninggalkan maksiat itu dengan berbuat baik❓
  5. Seikhlas Ismail-kah kita saat menghadapi halangan dan cobaan❓ atau kita terlalu ceroboh seperti Musa a.s. yang tidak sabar mencari tahu kelebihan Khidir a.s. ❓
  6. Lihatlah betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, apakah sudah kita gunakan dengan semestinya atau kita abaikan karena rasa malas yang ada pada diri kita❓
  7. Seberapa giat raga yang diberikan oleh Allah kita manfaatkan dengan berbagi ilmu dan kemanfaatan❓

Masya Allah…

Betapa belum optimalnya semua yang aku lakukan. Tubuh yang semakin menua dan usia yang semakin menipis mendekati usia senja membuatku teringat bahwa selama ini masih sedikit sekali yang bisa aku lakukan untuk orang- orang yang kucintai. Orientasi duniawi terkadang hinggap dalam pikiran lalu meluap dengan mudahnya saat hidayah Allah datang. Angan menjadi kekuatan tersendiri untuk tetap tegar meski pencapaiannya aku yakin lambat laun akan bisa diraih dengan sempurna.

Dalam doaku ada Allah. Tanpa-Nya apa yang terjadi dengankuManusia selalu merasa kurang. Diberi ini, maunya itu. Dituruti bukannya tambah baik, malah tambah hancur bila tanpa arahan yang jelas. Ya Allah, ada beberapa pengharapan yang kuinginkan. Pengharapan itu kugantungkan dalam malam dan syahdunya bermunajat pada-Mu, dalam tangis yang membuncah karena inginnya hatiku. Rentetan daftar keinginan itu sudah terpatri meskipun lambat laun dan satu per satu semua angan itu mulai terwujud. Aku yakin bahwa Engkau akan mengabulkan permintaan hamba-Mu yang meminta dengan-Mu, dalam diam atau pun tidak.

Subhanallah…

Maha Baiknya Engkau ya Rabbii…

Ya Allah…Kau berikan usia yang tidak pernah aku sangka sampai bertahan seperti ini. Jauh dari bayanganku dulu. Terima kasih ya Allah atas semua nikmat sehat yang terkadang aku merasakan sakit karena dengan sakit itulah aku bisa menikmati waktu sehatku. Syukurku, kuucapkan untuk semua keluarga, teman, dan sahabat yang telah bersamaku dalam suka dan duka.

Rabbi, pengetahuanku tentang diriku tidak sebanyak yang Engkau tahu. Maksiat yang terkadang datang membuatku bergindik takut. Aku sadar ya Rabb, maksiat itu bisa mengajakku ke neraka. Aku tidak sanggup karena dalam kisah- kisah, panasnya neraka berlipat- lipat daripada panasnya dunia. Aku sering meremehkan maksiat padahal maksiat yang sedikit- sedikit itu bisa menjadi banyak dan ujung- ujungnya ke neraka. Aku taku neraka-Mu ya Rabbi….

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp dalam acara tahun Muhasabah Akhir Tahun.

 

 

 

 

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku. Tandai permalink.

4 Balasan ke Rabbi, Inilah Aku…

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam K.U.M.A.T – Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.
    Akan dicatat sebagai peserta.

    Salam hangat dari Markas Blogcamp di Surabaya

    Suka

  2. Kakaakin berkata:

    Duh, Mel…
    Aku juga ngerasa terlalu sering meremehkan dosa… padahal sekecil apapun, teteap akan dihisab😦
    Semoga sukses pada kontesnya ya…

    Suka

  3. nurhayadi berkata:

    pergantian tahun seringkali diisi dengan hura-hura, hal ini sulit sekali diberantas.

    Suka

  4. mampir membawa buku besar peserta KUMAT dan melakukan penilaian.
    Salam hangat selalu.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s