Saling Menguatkan

Presentasi yang harus dijalani hampir tiap pekannya telah membuat dia agak down apalagi ketika dia presentasi, seakan-akan ada teman yang ingin membuatnya terduduk karena tidak bisa menjelaskan pertanyaan teman itu. Banyak tipe teman disini ;

  1. Tipe yang maunya mendominasi ruang/ situasi kelas. Tipe ini akan terlihat jelas dalam berbicara, menyatakan pendapat, atau memberikan pertanyaan. Tipe jenis ini bisa berbuat apa saja asal pengaruhnya dilihat oleh dosen. Apakah tipe ini disukai oleh orang di sekelilingnya ? Tidak. Sebenarnya, jika orang yang bertipe ini bisa bersikap tawadhu atau tidak terlihat ‘serba tahu’, dia akan mendominasi kelas dengan dominasi yang positif, disukai banyak orang. Pada kenyataannya, banyak tipe yang mendominasi ini diliputi dengan sikap yang egois terhadap kehendaknya.
  2. Tipe yang manut. Tipe ini biasanya tidak punya prinsip, ” Biarlah aku begini, yang penting aku aman.” Nah, ini nih…orang yang mau cari aman saja. Orang seperti ini bisa diajak kemana saja, yang penting dia tidak dirugikan. Berkelompok dengan orang yang bertipe ini membuat gerah saja. Ujung-ujungnya,” Udah, tinggal kita kasih ke orang saja, besok juga sudah jadi.” Aduh, aku paling sebel dengan tipe orang seperti ini.
  3. Tipe yang terlihat setuju padahal tidak menyetujui. Ah, kalau bisa dipresentaseka, orang yang bertipe seperti ini lebih banyak dari yang kedua tipe di atas karena tipe ini didasarkan adanya rasa takut melukai atau membuat orang kecewa padanya. Sebenarnya dia punya prinsip, tapi prinsipnya masih bisa digoyahkan. Tipe seperti ini tidak main bicara di depan, tapi di belakang ketika orangya tidak ada. Terus….Ghibahkah ini?
  4. Tipe selanjutnya adalah tipe yang ‘masa bodo’. Tipe yang tidak peduli dengan orang di sekitar, yang penting kalau waktunya nampil, ya nampil. Mungkin ini orang terlalu PD dengan kemampuannya sehingga dia merasa tidak membutuhkan orang lain. Haduh, kita hidup itu saling membutuhkan, kan semua sudah sepakat kalau kita itu makhluk sosial.

Mencari teman di zaman sekarang tidaklah mudah. Tidak salah kalau berteman itu milih- milih karena, ” Teman adalah cerminan diri kita.” Carilah teman yang baik, yang dengannya kita menemukan kebaikan- kebaikan lain. Teman yang baik tidaklah memberikan cerita- cerita bahagia saja ketika bersama, namun berbagi kesusahan juga. Ayo, siapa yang mau kesusahanku🙂

Aku, sudah menjadi teman yang baikkah bagi kalian ?

atau

Sudah menjadi teman yang baikkah aku ? Setidaknya aku belajar menjadi teman yang baik dengan kriteria baik sebagai berikut… (silahkan diisi ya titik-titiknya :)  ).

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

3 Balasan ke Saling Menguatkan

  1. Kakaakin berkata:

    Karena Melly telah membagi begitu banyak kisah yang insya Allah bisa diambil ibrahnya🙂

    Suka

  2. welfi berkata:

    Seorang akhwat… dengan kepribadian yang unik….^^

    Suka

  3. kangmas ian berkata:

    g tahu mbak da enggak pernah bareng sekelas😀

    Ya iya, Ian. Klo Ian bareng lg, berarti kalian ga naik kelas donk….

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s