Bermain Pasir

Kalau sudah sampai ke sekolah rasanya senang banget meskipun tadinya malas berangkat hehehe…Karena di sekolah itu banyak yang bisa dilakukan, terutama melihat wajah anak-anak. Tahu nggak tadi anak-anakku berulah. Kalau sehari nggak nerima laporan dari tingkahnya anak-anak, kepalaku rasanya sakit kali ya. Tadi, ada dua anak yang bajunya basah semua, Faris dan Aqsyal. Rambut dan wajah mereka basah kuyup. Paris mendekatiku lalu bercerita,” Bunda tadi Faris main pasir, terus kepalanya penuh pasir. Faris basahin semuanya.” Kulihat wajahnya yang basah lalu aku berkata,” Nggak apa-apa Faris main pasir, tapi hati-hati lho nanti masuk mata bisa sakit matanya…Pulang sekolah nanti langsung mandi ya. Insya Allah pasirnya akan hilang.” Nah itu Faris.

Berbeda dengan Aqsyal yang tidak bercerita. Dari kejauhan kulihat dia sedang membersihkan celana dan bajunya yang terkena pasir. Dengkul celananya basah oleh air. Kotor. Aqsyal memang tidak bercerita seperti Faris, tetapi anak-anak yang lain bercerita padaku,” Bunda, tadi Aqsyal main pasir. Lihatlah Bunda bajunya kotor semua !” Aqsyal mungkin malu, takut kalau aku marah karena dia menjadi kotor.  Kulihat dibalik wajahnya yang masih kurang bersih itu, ada kelucuan, gemas jadinya. Kulihat dia, eh…dia malu-malu. Aqsyalku yang lucu. Semoga dia bisa lancar membaca. Aqsyal, bagian dari kelasku, bagian kelas yang membuatku tersenyum.

Sebelum pelajaran dimulai, aku ceramah sedikit.

“Bunda nggak melarang kalian main pasir lho, tapi hati-hati nanti kalau masuk mata….Lalu kalian kucek-kucek matanya dan matanya merah…” Kalimatku terputus karena ada anak yang menimpali.

“Bunda, abi dulu pernah kemasukan lupur matanya. Karena itu, abi masuk rumah sakit,” kata Nafis.

“Nah kan…” Bintang melanjutkan.

“Bisa buta ya Bunda ?”

“Bisa aja, ntar kalau terus-terusan dikucek-kucek matanya, ntar infeksi. Kalau nggak diobati jadi nggak sembuh, bisa aja buta.” Ramadhan akhirnya berkata juga,” Boleh ya Bunda main, asal nanti tangannya dicuci.”

Pinter kan anak-anakku. Kita kadang tidak harus menjelaskan suatu informasi secara panjang lebar karena mereka sendirilah yang menemukan jawabannya. Pengalaman di sekitar merekalah yang membuat mereka bisa mengatakan sesuatu kepada orang lain. Tak ada ketakutan dalam berargumen. Anak-anak yang cerdas, namun harus terus dilatih.

Mereka belajar mandiri dalam lingkungan kelas. Pasir yang mengotori tubuh mereka tidak lagi minta dibersihkan oleh guru. Mereka sudah bisa membersihkan sendiri meskipun kadar kebersihannya jauh kurang baik dibandingkan orang dewasa. Latihan. Bermain pasir melatih mereka untuk membersihkan diri tanpa bantuan orang lain

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

9 Balasan ke Bermain Pasir

  1. tyan's berkata:

    wah jadi ingat masa kecil….

    Wah, Tyan ternyata suka main pasir juga ya….

    Suka

  2. kakve-santi berkata:

    ingin ke pantai lagi🙂

    Aku juga ^_^

    Suka

  3. Kakaakin berkata:

    Hati2 juga kalo main pasir… biasanya ada e’enya si pussy🙂

    hehehe….Mbak tau aja. Mpuss Meli juga gitu waktu kecil, udah gede’ dia ke kebun,Mbak ^^….

    Suka

  4. ummurizka berkata:

    Senengnya bergabung dengan dunia anak, met bermain dan belajar ya nak!!

    Iya,Mbak…seneng banget ^^…
    Klo mbak bilang gitu sama anak2, mereka akan bales,” Oke, ummi, kami senang kok klo banyak main daripada belajarnya.” ^6^

    Suka

  5. BENY KADIR berkata:

    Anak2 akan lebih cerdas dan kreatif bila dìberi ruang utk belajar mandiri.
    Belajar dari pengalaman lebih efektif ya Bu Guru.

    Sepakat, Pak. Pengalaman bisa jadi bekal berharga bagi mereka.

    Suka

  6. srulzfm berkata:

    tak pernah aku mmgang pasir *pantai*

    Peganglah, rasakan bedanya bermain pasir di pantai dan berlari dikejar ombak lalu terseret arus….Jadi inget kejadian menakutkan dulu….

    Suka

  7. bet365 italia berkata:

    Good day!This was a really splendid theme!
    I come from itlay, I was luck to look for your theme in wordpress
    Also I get a lot in your topic really thank your very much i will come daily

    Thanks for coming ^^…

    Suka

  8. That’s wonderful, just keep it up..

    Thanks for coming ^^

    Suka

  9. wah enak dong hehehe saya juga suka tuh waktu kecil maenan pasir😀

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s