Babak Final di Ramadhan ini

Tidak terasa, kita sudah hampir di muara pintu Syawal, artinya…Bentar lagi lebaran, Teman. Horeee….Asyik, dapet THR, banyak yang dateng bertandang plus saling bersilaturrahim, salaing bermaaf-maafan. Enak nggak tuh. Hah, sebegitukah makna lebaran atau idul fitri bagi kita ?

Sepertinya, anak-anak kecil suka sekali kalau lebaran tiba. Ayo, ingat-ingat siapa yang pernah mengalami masa-masa lebaran yang indah masih kecilnya. Aku ingat, waktu masih kecil dulu, kalau bertandang ke rumah saudara pasti deh dapet duit. Emang lebaran memberi rezeki tersendiri bagi kita ya. Selain duit, banyak anak yang memakai pakaian serba baru, mukenah pun baru. Nah, kalau tidak baru…mereka menganggap hari itu bukan lebaran padahal lebaran kan tidak dinilai dari yang ‘serba baru’. Iya nggak sih ? Balik lagi, ya namanya juga anak-anak. Jadi, kalau Teman-teman masih beranggapan seperti itu, bisa jadi Teman-teman juga ‘masih anak-anak’ :mrgreen:  Untung saja aku nggak seperti itu. Percaya nggak percaya kan ? Mesti percaya donk. Percaya atau nggak, aku sudah nggak beli baju lebaran sejak SMP kelas berapa ya❓ (lupa), tuh uang kualihkan dengan membeli buku. Dengan sok kutu buku, aku bilang ke Emak, ” Kan baju lama masih ada, mending dibuat beli buku aja, lebih bermanfaat. Kan sayang kalau baju itu nggak dipake nantinya. Buku kalau dipinjem sama yang lain, manfaatnya mengalir terus.” Emang Emakku itu Emak yang tidak pernah memaksakan kehendak anaknya. Terus terang aku pun tidak mau dipaksa. Bete bener kalau dipaksa-paksa dengan persoalan seperti itu. Hufh….

Lebaran itu untuk siapa sih ?

Nah, dulu pertanyaan ini sering kali aku tanya di dalam hati,” Kok orang yang puasa full ikut lebaran, kan nggak boleh itu. Lebaran kan buat yang berpuasa aja. ” Terus yang nggak puasa meski dia muslim, dia dapet apanya donk❓ Sepintas juga teringat sebuah hadits yang isinya banyak dari orang yang berpuasa hanya mendapat lapar dan dahaga. Tidak lebih dari itu. Gawat donk kalau selama 30 hari kita berpuasa ini hanya dapat haus dan lapar aja. Mana mungkin kita mendapat predikat takwa seperti pada QS. Al Baqarah : 183. Naudzubilllah….

Kemarin, mengawali Ramadhan yang penuh berkah, ada beberapa sms yang masuk ke inbox HP-ku, kalau aku sertakan dipostingan kali ini nggak masalah kan ? Ini dia sms-sms itu.

Daun pandan di tepi kali

Dipetik oleh tuan Putri

Puasa datang esok hari

Maaf salah yang pernah terjadi

Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa

(Mama Naufal)

Ayam kampung makan pizza

Yaa ampun besok mau puasa

Makan dodol di Balik Papan

Nggak afdhol kalau belum bermaafan

Ikan piranha lawan buaya

Maafin semua salah dan dosaku ya

(B’Biah)

Jalan-jalan ke Muaro Duo

Pegi pagi besok luso

Perasaan baru kemaren kito cerito

Dak teraso gek malam nak puaso

Mafke ee men ado salah-salah kato

Mangko ibadah kito diterimo

Maklumlah wong kito galo

Marhaban ya Ramadhan

(B’Dini)

Jalan-jalan ke Malaysia

Lihat si Upin lagi ngaca

Nggak terasa sudah mau puasa

Mohon maaf kalau banyakdosa

Baik yang disengaja atau pun nggak disengaja

‘Marhaban ya Ramadhan’

(B’Andin)

Apakah setelah lebaran dan saling bermaaf-maafan kita bebas dengan mudahnya melakukan dosa ? Oh, kalau untuk itu, tanya deh dengan pribadi masing-masing. Jika ingin terus berbuat dosa atau maksiat, tanggung aja akibatnya nanti. Jika mau menjadi orang yang ‘baik’, yuk mulailah dari sekarang. Tak ada ruginya menjadi baik, malah manfaatnya besar lho.

Lebaran membuat kita merdeka ya. Merdeka bisa makan sepuasnya maksudnya:mrgreen: Kalau nggak puasa kan kita bisa makan apa aja. Hati-hatilah kalau berpikiran seperti itu karena bulan-bulan setelah Ramadhan bukan bulan-bulan untuk berleha-leha apalagi makan-makan. Bulan-bulan ini dilihat konsistenkah kita dengan amalan yang kita kerjakan di bulan Ramadhan kemarin. Ingat makna merdeka. Kemarin aku mau posting tentang 17 Agustus yang terjadi di bulan Ramadhan, tapi keburu habis waktunya. Udah sekarang aku lengkapi di postinggak kali ini. Nggak apa-apa kan ?

Yup, tahun ini hari kemerdekaan Indonesia itu bertepatan dengan Ramadhan. Terus, kalau bertepatan dengan Ramadhan apakah nggak ada lagi kegiatan ? Oh, tidak. Kalau teman-teman lihat di TV, ada beberapa tempat yang mengadakan lomba juga lho. Kalau di kampungku suasana 17-an ini sepi banget. Semoga lebarannya ramenya, tapi di rumahku lebarannya bakalan sepi, Teman. Ketiga adikku nggak pulang, saudara-saudara banyak yang udah pindah :(  hiks…hiks…hiks….

Melihat ke belakang yuksss….

Sejarah telah membuktikan makna merdeka itu jauh sebelum hari ini. Dulu,  sebelum Islam datang perbudakan telah berlangsung, namun setelah Rosulullah datang dan membawa Islam ke tengah-tengah masyarakat yang berkebiasaan seperti itu, perbudakan perlahan-lahan dihapuskan. Mereka melakukan apapun yang diperintahkan tuannya, namun mereka bisa keluar dari status itu jika dibayar dengan dinar atau dirham yang tidak sedikit jumlahnya.

Dulu, sebelum Indonesia merdeka, kita dijajah oleh bangsa-bangsa lain, yang paling lama adalah Belanda. Alhamdulillah berkat perjuangan dan rahmat Allah kita bisa bebas dari penjajahan itu. Pertanyaannya, apakah kita sekarang sudah merdeka ? Secara lahiriah, ya, kita sudah merdeka, namun diberbagai aspek kita masih terbelenggu. Kita belum merdeka. Betulkah ?

Cobalah lihat, di negara kita sendiri, bangsa lain menjadi bos di perusahaan- perusahaan besar sedangkan kita… Kita sebagai kulinya, yang bekerja mendulang timah, sebagai penambang kasar. Potret bangsa yang membuat hati teriris dan mampu menitikkan air mata.

“Ya Allah semoga bangsa ini mampu mengatasi semua cobaan yang datang sebagaimana Engkau berikan kemenangan pada pasukan muslim dalam perang Badar.”

Lebaran yang indah, jika mau dilukiskan dengan keindahan. Masing-masing mampu memaknai lebaran. Yang jelas, lebaran itu tidak boleh berpuasa. Jamuan di pagi lebaran adalah hadiah yang Allah turunkan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. Nikmati hidangannya dengan penuh kesyukuran.

Siap-siap berlebaran. Babak final sudah masuk nih, siapakah yang jadi pemenangnya ? Kita ?

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku, Islam dan tag , , , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke Babak Final di Ramadhan ini

  1. alisnaik berkata:

    mengamankan PERTAMAX..
    hehehehe
    bentar lagi saya baca secara serius:mrgreen:

    Hehehehe….Arooel…Arooel…. *sambil geleng2 kepala*

    Suka

  2. alisnaik berkata:

    banyak macam dalam menyikapi datangnya lebaran,
    yang terbaik adalah instropeksi diri untuk masa-masa ke depan.

    tapi emang kenikmatan lebaran itu terasa banget sewaktu masa anak2.

    kalo udah dewasa,
    udah gak ada lagi pemikiran tentang kebahagiaan memakai baju baru,
    jadi pake baju yg lama2 juga gak masalah😉

    Untung Arroel udah dewasa, jadi nggak nagih baju baru nih sama ortunya

    🙂

    Suka

  3. Fatahillah berkata:

    Hehehe…iya yang enggak puasa ikutan lebaran juga ya…aneh juga sih…
    Kalo anak2 mesti pengen hal2 yg baru….kalo yg sdh dewasa dan baligh…sebaiknya yg baru sih…..hm….memperbaharui keimanan dan ketaqwaan ya…..?
    Oh ya….mohon maaf lahir batin……..
    Ramadhan akan meninggalkan kita,suka atau tidak…..entah akan bertemu lagi dengannya atau tidak tak siapapun bisa menjamin……

    Ya nggak puasa malah lebih semangat untuk berlebaran

    😳

    Sama-sama,Pak, saya juga minta maaf ya. Semoga kita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya ya.

    Suka

  4. abidfamasya berkata:

    bener juga, hari raya adalah kemerdekaan “makan”.🙂

    kata orang sih “selamat tinggal ramadhan, selamat datang seten”.. (moga2 nggak deh)

    Kemenangan itu memang harus dirayakan ya ?
    Serius, saya bingung, apa arti kata ‘seten’ itu,Pak ?

    Suka

    • abidfamasya berkata:

      hehe, salah tulis.
      maksudnya setan. jadi ramadhan cuma tobat jemaah gitu deh.

      BTW, jangan dipanggil Pak. saya masih muda kok. pelajar🙂

      *maaf, blog yang saya pakai yang ini. hehe*

      Wah, adik pelajar ya. Emang setan itu bisa tobat ya

      Heabat udah punya hosting sendiri. Iya, dimaafkan, gitulah nasib banyak blog, Dik hehehe….

      Suka

  5. ummurizka berkata:

    Benar mbak banyak orang salah mengartikan makna Idul fitri yang sesungguhnya, semoga kita termasuk dalam golongan orang yang mampu memaknai idulfitri yang sebenarnya., sekalian aja ni..kami sekeluarga mengucapkan selamat Idul fitri 1Syawal 1431 H, Taqabalallahu minna wa minkum…mohon lahir dan batin…

    Aamiin ya Rabbana, semoga ya Mbak. Saya juga mohon maaf atas silaturrahim yang jarang dilaksanakan. Saya sekeluarga juga meminta keikhlasan untuk memaafkan semua kesalahan. Taqabalallahu ya kariim. Ya Allah terimalah amalan-amalan kami semua….

    Suka

  6. huda berkata:

    Minal Aidin Wal Faidzin , mohon maaf lahir dan batin ya bu guru🙂

    Sama-sama Huda, mohan maaf juga ya, lahir-batin….

    Suka

  7. hitam berkata:

    yaaa saya inget waktu kecil saya paling seneng lebaran buat saya yg masih polos kala itu lebaran = main haha,,

    Ah, ketahuan….

    Suka

  8. M Mursyid PW berkata:

    “Selamat Iedul Fitri 1431 H. Mohon ma’af lahir batin. Taqabalallah minna wa minkum”.

    Semoga amal ibadah kita diterima Allah ya,Pak. Mohon maaf lahir dan batin ya,Pak….

    Suka

  9. cenya95 berkata:

    You are the best !
    Nice post !
    superbighug

    Suka

  10. isnuansa berkata:

    Lebaran sebentar lagi, belom beli baju baru, belom siap-siap mudik. Hehe, bukan itu, Mbak.

    Meminta maaf yang tulus, bukan berarti diniatkan setelah itu boleh berbuat salah lagi doang ya. Tentu harus semakin baik, bukan amnesia lagi.

    Maaf lahir batin ya.

    Sama-sama, saya juga meminta maaf atas silaturrahim yang kurang terjaga. Semoga kita menjadi tambah baik ya, Mbak

    🙂

    Suka

  11. Adi berkata:

    Siap siap bermaaf maafan..
    Dan mensucikan diri di hari nan fitri..
    Salam..

    Maaf lahir batin ya,Pak

    🙂

    Suka

  12. alhakim berkata:

    Met lebaran mbak …🙂
    Mohon maaf lahir batin ya.

    Maaf lahir batin juga ya, Hakim….

    Suka

  13. Nohara berkata:

    Minal aidin wal faizdin ya…

    Sama2, Mbak

    🙂

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s