Tangis, Tawa dalam Satu Hati

Tertawaku dalam jingkrak semu
dalam senyum hambar
di samping kanan dan kiri temanku
Derai air mata yang tak kuasa kubendung
Menyeruak membanjiri hati
Bukan karena apa
atau mengapa aku menangis
Syahdu…
Hening yang kurasa
Itu yang kurasa
Kuberguncang, meresapi kata demi kata
Gambar demi gambar
Teriris…
Sakit…
Masya Allah

Hei, Meli, dengar kau muslimah tangguh. Untung yang kau tangisi bukan pada persoalan dunia, yang tak pernah kau tahu akan berakhir kapan. Bukan juga karena kau benci. Kau menangis karena kau punya hati, Meli. Syukurilah kau masih mempunyai benda itu, kalau tidak kau ibarat benda mati !

Tenggoklah, berapa banyak orang yang tertawa saat orang menangis, namun jarang orang yang menangis ketika orang lain tertawa. Sadar Meli, muslimah tangguh tidak akan gentar dengan ujian dunia. Tenang, muslimah tegar akan terus berdiri meski terpaan  angin dan badai menghantai. Meli, jiwamu masih dituntun-Nya. Dia masih menyayangimu. Betapa banyak nikmat-Nya yang kau rasakan,Meli. Masih merasa kurangkah dengan semua itu ?

Meli…

Seorang yang ingin seperti Sumayyah tidak akan gentar dengan rengekan- rengekan tak berarti. Usah lihat lagi, kokohlah. Kokohlah seperti karang. Berusahalah untuk menjadi langit yang menaungi bumi, Meli. Ingat Bilal, kau belumlah bisa disamakan dengan beliau. Mungkin kau tidak akan bisa sejajar dengan Bilal, tapi kau bisa masuk ke dalam barisan mereka di surga nanti, Meli.


Kau tahu, Meli…

Sa’ad bin Abi Waqqash itu pemuda kaya raya, namun dia rela meninggalkan segalanya. Kau lihat tadi, anak kurus kering itu memakan nasi dari tanah ! Miris bukan,Meli ? Sementara di rumah banyak makanan yang terbuang sia-sia. Masya Allah. Tidak pernahkah kau berpikir makan apa mereka buka tadi :?:  Apa yang bereka makan waktu sahur :?:  Meli, buka mata. Bergelimang kenikmatan, tidakkah kau mensyukurinya❓

Ya Allah, malu rasanya meminta, tapi  aku tak bisa berbuat tanpa meminta pada-Mu.

Ya Allah mau rasanya mau ini, mau itu, tapi aku belum bisa memberikan yang terbaik pada-Mu.

Aku egois. Aku ingin Kau mengabulkan yang aku inginkan, tapi aku tidak optimal melakukan perintah-Mu.

Ya Allah, jikalah ingat pejuang-pejuang di masa Islam lahir, mereka tak pernah kenal putus asa. Aku❓

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Syair Hati, Uncategorized. Tandai permalink.

21 Balasan ke Tangis, Tawa dalam Satu Hati

  1. abu hurohiroh berkata:

    disaat lahir semua orang pasti menangis tapi disaat mati jarang yang tersenyum…menangislah ketika teringat maksiyat dan tertawalah ketika mengingat kekonyolanmu dalam hidup ini…sesungguhnya Allah telah memberikan kebebasan pada kita untuk memanfaatkan apa yang ada didunia, kehadiran kita sebagai rahmatan lil alamin bukan sebagai beban umat. bangkit dan berjuanglah, sesungguhnya kesuksesanmu sudah dinanti banyak orang. jangan merasa cukup dengan penghasilan sekarang, jadilah distributor amal seperti khotijah…sebagaimana abdurahman bin auf…kalau oranglain bisa pasti dirimu juga bisa.lakukanlah yang terbaik dalam setiap hal.

    Suka

  2. BENY KADIR berkata:

    Selamat pagi, Mba.
    Cuma simak tulisannya, Mba.
    Salam!

    Suka

  3. desi berkata:

    di samping tangis ada tawa, di samping tawa ada tangis; Allah telah menciptakannya untuk keseimbangan jiwa manusia….

    Suka

  4. milimeterst berkata:

    setelah membaca tulisan td .. aq tertegun… tak bisa berkata apa²… jadi…aq ketik aja deeh….;)
    Tulisan yang jadi cambuk hati…..trims …..

    Suka

  5. Bali Villa berkata:

    Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur, dan tidak kuruf dengan nikmat allah. apalagi dibulan ramadhan ini. termasuk orang yang suka bershodakoh juga.
    tetep semangat.
    Bali Villas Bali Villa

    Suka

  6. Kakaakin berkata:

    Pertanyaan yang sama, Mel…
    Aku❓😦

    Suka

  7. alisnaik berkata:

    selamat pagi

    tulisan yang mantab.
    semacam instropeksi diri begitu ya.

    setiap manusia Islam sepertinya memang memiliki beban yg berbeda.
    dan yg pada jaman2 terdahulu mungkin jauh lebih berat bebannya.

    semoga kita bisa tetap istiqomah dan berjuang.

    terima kasih dan mohon maaf😮

    Suka

  8. kangmas ian berkata:

    kenapa mbak..semangat ya..kan lagi puasa ^^

    Suka

  9. FiiYaa berkata:

    Semangat mbAk sayang.
    Saya doakan yang terbAik selalu untUk mbAk Melli,
    Senyum
    Semangat

    Suka

  10. didot berkata:

    berjuang melawan arus hedonisme ya mbak? mbak gak sendirian kok🙂

    Suka

  11. Bali Wedding berkata:

    ya terkadang manusia kurang bisa mensyukuri nikmat yang sudah diberikan oleh Allah, selalu masih ada yang kurang……..kita selalu meminta dan memohon agar dikabulkan tetapi kita sendiri belum pernah atau kurang mendekatkan diri kepada Nya……..

    Bali Villa Bali Villas Bali Property

    Suka

  12. hayati berkata:

    hi mely jangan_u mengangis hanya karena masalah dinia…
    jikala _u punya masalah mangadu dan menangis lah _u pada tuhan_u
    karena dengan _u menangis dengan tuhan_u _u akan lebih merasa tenang, damai,
    dan yang pasti beban itu atau sedih itu akan berkurang.& hati terasa lapng dan damai…
    oc!!!!

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s