Pasar Bedug !I’m Coming

Pasar bedug !

Sore tadi aku dan Emakku kesorean…hups, tepatnya hampir kemalemam karena silaturrahim ke rumah dua orang bibiku. Wah, di rumah nggak ada orang lagi, hanya ada Papa. Nah, itu dia….Kalau di rumah ada kakakku, pasti deh dia yang masak (dia rajin masak, nggak seperti adiknya ini hehehe). Kebetulan tadi dia dan temannya pergi. Ya, kami (aku dan Emak) buru-buru pulang dari rumah bibi. Di jalan kami kompromi.

“Emak, kalau kita pulang, pasti Maghrib. Gimana kalau kita ke pasar bedug aja,” kataku. Dasar, yang ngajak duluan aku:mrgreen:

Dengan tersenyum Emak berkata, ” Oke, kita ke masjid Agung aja.” Jadilah kami keliling, pake acara nyasar lagi. Maklum aku nggak tahu banyak jalan hehehe. Sepertinya kalau ada yang memintaku jadi guide buat jalan-jalan di Palembang….Nggak usah deh, aku suka nyasar.

Wah, jalanan membludak ternyata kalau sore. Ada apa ya ? Hmmm, para pengendara motor dan mobil susul- menyusul ingin segera pulang. Nah, kami susul-menyusul karena ingin mencari bukaan :)  Betul-betul suasana jadi nggak enak. Perginya jalanan sepi, eh pulangnya jalanan rame. Aduh, kan si Komo nggak ada lagi, kok masih macet sih….

Ternyata…

Pasar bedug biang keroknya. Haduh…haduh…Apa sebagian orang males masak seperti kami :?: :mrgreen:

Ramadhan menuai berkah bagi para pedagang musiman dan para pembeli menghambur-hamburkan uang. Semua sisi penuh dengan makanan dan minuman, tinggal pilih aja. Dasar nafsu orang lagi puasa itu banyak banget, pengen inilah…itulah…Semuanya pengen serba dibeli, tapi….

Eits….

Ingat…

  • Bakal mubazir nggak kalau tuh makanan dibeli ?
  • Ingat kondisi keuangan, kebutuhan Ramadhan yang nggak terduga lho….
  • Ayo, membeli karena nafsu atau butuh

Hayah….Emakku ternyata ibu rumah tangga yang pandai, beliau nggak tergoda dengan berbagai variasi makanan dan minuman yang ditawarkan. Emang sih…Ada beberapa makanan yang kurang sesuai dengan lidahku, tapi nggak apa-apa toh nggak pusing-pusing lagi masak. Mau jadi ibu rumah tangga males masak. Mana ada yang mau, Mel.

Dengan tegas aku katakan…

” Terus buat apa banyak warung dan rumah makan kalau gitu ?” Hehehehe….Pasti deh ada yang nggak setuju dengan pendapatku itu.

Ternyata Teman…

Pasar bedug itu bermanfaat untuk orang yang sibuk atau sok sibuk atau males atau malesnya kebangetan. Pengeluaran kalau ke pasar bedug membengkak lho. Jadi, mending masak deh kalau nggak kepepet bener dan malas, gituuuu….

Begitu ceritaku pada hari kedua berpuasa. Semoga ada hikmah yang tersirat dalam kisah ini.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku. Tandai permalink.

20 Balasan ke Pasar Bedug !I’m Coming

  1. didot berkata:

    memang benar mbak,kalau pas buka itu udah pengen ini pengen itu,saking semuanya terbayang enak,tapi begitu kenyang sedikit,udah lupa tuh nafsunya yang menggebu2 tadi,hehe😀

    es teh manis aja udah enaaaaaak banget tadi pas buka😛

    apalagi kalau es teler ya?? hmmmm😉

    Suka

  2. milimeterst berkata:

    ealah mba,,,, lah aq .. buka paling pake nataD’coco.. udah.. itu aja… terus.. makan besar …(ngga lupa ngudud abis maem :D)

    Suka

  3. FiyaFiya berkata:

    laper mata mbak
    heheehhe

    laen kali ajak2 aku ya mbak🙂

    Suka

  4. Ifan Jayadi berkata:

    So pasti kalau buka puasa pengennya ngeborong semua makanan. Tapi begitu menyantap 1 jenis makanan kayanya langsung kenyang deh. Mungkin saya pribadi perlu belajar lagi untuk memaknai arti puasa yang sesungguhnya😦

    Suka

  5. N@n@ng berkata:

    Karena banyak yang jualan makanan dan masakan yang udah jadi, mungkin banyak orang berpikar, mending beli jadi aja. Apalagi bulan puasa, dan terkadang beli jadi lebih irit daripada masak sendiri. Itu kata ibu2, betul enggak ya mbak?

    Suka

  6. N@n2ng berkata:

    Komen saya enggak muncul, kenapa yah?

    Suka

  7. Fatahillah berkata:

    Saya kira pasar bedug itu pasar tempat orang menjual bedug,hehehe….enggak taunya jualan buka puasa….

    Suka

  8. Assalaamu’alaikum Meliana

    Saya kembali menyatu diri di dunia maya dalam keberkatan Ramadhan yang mulia ini setelah menghilang diri di maya atas musibah yang menimpa.

    Semoga kehadiran Ramadhan ini akan menyambung kembali silaturahmi kita.

    Blog dulu sudah terhapus dan kini saya kembali dengan blog baru yang berwajah serupa:

    http://webctfatimah.wordpress.com/

    Salam Ramadhan yang mulia dan salam mesra dari saya di Sarawak, Malaysia.

    Suka

  9. alisnaik berkata:

    emang kalo mau maghrib gini,
    jalanan rame kayak semut bergerombol aja.
    widiih…
    manusia makin menggila

    Suka

  10. kangmas ian berkata:

    borong apaan neh mbak mel..

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s