Keinginan # Kenyataan

Dalam hidup ini apa yang kita cari ? Kekuasaankah ? Kekayaan yang berlimpah? Kecantikan yang semuanya akan sirna? Jika itu yang menjadi tujuan, maka pertanyakan di dalam diri Anda. ” Siapakah saya ?”

Oh, bukan bermaksud menyindir seseorang atau beberapa orang. Serius, aku tidak bermaksud seperti itu. Ya kalau pun ada yang merasa tersindir, syukur deh:mrgreen: , tetapi tulisan ini adalah tulisan untuk mengingatkan diri sendiri.

Saat kita melihat seseorang yang sedang berkuasa, ada rasa ingin seperti mereka lalu terucaplah suatu kata, ” Ih, ingin ya seperti mereka, tapi kekuasaan kan bisa hilang. Kok itu yang aku inginkan?”

Ketika berjalan melihat orang dengan mobil mewah, timbul rasa,” Ya, Allah…Kapan ya aku bisa memiliki mobil yang bisa mengangkut seluruh keluarga besarku berjalan-jalan. Ah…Ngapain juga aku ingin seperti itu kalau mempunyainya saja hatiku tak tenang.” Nah, ketenangankah yang dicari ?

Jika ditanya seseorang, “Kamu pilih yang mana, hidup tenang dengan ekonomi yang susah atau hidup tidak tenang dengan keadaan serba berkecukupan?” Nah, kalau ditanya begitu, aku milihnya…Hidup berkecukupan (bukan serba lho ya), tetapi tenang. Gitu….Ada nggak ya pilihannya🙂

Dalam hidup ini kadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita pilih dan kita harus ikut dengan situasi yang ada.  Contohnya, ketika kita ditunjuk untuk mengerjakan sesuatu tugas, mau tidak mau kita harus mengerjakannya meskipun bagian lain dari diri kita tidak mau melakukannya.

كتب عليكم القتال وهو كره لكم وعسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم وعسى أن تحبوا شيئا وهو شر لكم والله يعلم

وأنتم لا تعلمون

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(QS. Al Baqarah : 216)

Kenyataan tidak selamanya sesuatu yang kita inginkan karena kenyataan kadang berupa sesuatu yang tidak kita sukai. Mau, tidak mau…Kita harus menerimanya karena itulah kenyataan yang ada. Jika mau memilih dan bisa menjadi kenyataan, siapa sih yang tidak mau mendapatkan apa yang kita inginkan dan kita sukai. Allah Maha Tahu apa yang tersimpan dalam alur kehidupan yang kita jalani, suka ataupun duka.

Daun mungkin tidak pernah ingin jatuh ke tanah, tetapi ada ketetapan benih, muda, masa tua, gugur, lalu matilah yang membuat daun tidak bisa mengelak. Manusia pun seperti itu juga, yang diperlukan bukanlah keluh kesah, tetapi menjalani apa adanya ketentuan Allah itu dengan penuh keikhlasan.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Nilai2 Islami. Tandai permalink.

21 Balasan ke Keinginan # Kenyataan

  1. kang ian berkata:

    PERTAMAX dolo ah..semoga pertamax amiin😀

    Suka

  2. didot berkata:

    Tuhan tahu apa yg kita butuhkan,dan DIA selalu mencukupi segala kebutuhan kita. bukan keinginan2 kita,karena kadang keinginan kita belum tentu baik buat kita,dan belum tentu yg kita butuhkan🙂

    kalau saya ingin hidup tenang aja mbak,karena tenang itu mahal harganya.

    kata orang bule : contentment is the greatest wealth (cukup adalah harta terbesar)
    menurut saya bener banget,kuncinya ada di merasa cukup,sehingga mampu untuk berbagi. buat apa kaya tapi gak merasa cukup? selalu merasa kurang jadi sulit berbagi?

    btw surat yg mbak sebutkan itu adalah ayat favorit saya lho,coba aja cek di FB saya di bagian info🙂

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Setuju, Dot. Allah Maha Tahu kebutuhan kita, termasuk kebutuhan akan ketenangan diri. Merasa cukup itu suatu sifat yg tidak sia2 dan bisa membuat diri tenang juga. Kalau cukup kaya gmn, Dot? Karena cukup kaya itulah dia mau berbagi. Ketenanganlah yang kita inginkan. Yup, Mbak udah cek, diinfo memang ada ayat itu….

      Suka

  3. pilih mana miskin sabar atau kaya bersukur…sebaik baik harta adalah harta yang dipegang oleh orang mukmin dengannya bisa menjadi rahmatan lil alamin…

    tidak ada kenikmatan yang diraih dengan kenikmatan…

    semua orang tidak tau takdirnya sampai dia di penghujung kehidupaannya…kita diperintahkan berusaha Allahlah yang menentukannya…sesungguhnya janji Allah adalah pasti , apa pun yang kita minta pasti dkabulkannya…yakinkah anda dengan diri anda sendiri bahwa anda sebenarnya bisa kalau anda yakin bisa…

    Suka

  4. “… Allah maha Adil. Anugerah rezeki yang Ia beri sesuai dengan porsi hamba-hamba-Nya. Allah SWT tidak akan menjatuhkan Maybach hayalanmu, karena Allah tak rela kamu hilang (akal) ditimpa sedan seharga 2 miliar itu. Allah juga tak akan memberimu segepok uang ketika kamu berziarah ke makam Kyai, karena Allah tak rela kamu malah beranggapan Kyai itu yang memberimu uang…”
    Dipetik dari postingan saya dulu: “Sendawa”.

    Suka

  5. Budisastro berkata:

    izin linknya saya pasang diblog saya http://budies.info

    Suka

  6. 'Ne berkata:

    Bagus sekali Mbak tulisannya..
    saya juga pernah dengar bahwa Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan tapi DIA memberikan apa yang kita butuhkan.
    karena ALLAh lah yang lebih tahu apa kebutuhan kita..

    Suka

  7. dreesc berkata:

    apa yak??? bwt dree keknya yg kebahagian… walo emang bahagia bwt tiap olang kan relatif yak….

    Suka

  8. Sugeng berkata:

    Memang mbak gak semua yang kita sukai, baik untuk kita. Dan yang kita benci, jelek untuk kita. Karena semua itu sudah ada porsinya msing-masing. Trim’s mbak sudah menginggatkan ku😆 .
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s