Dari Sebuah Forum

Tulisan ini diinspirasi dari peristiwa kemarin, dari sebuah forum maya. Sebenarnya aku belum ada keinginan membuat tulisan baru karena hari ini aku ujian semester. Kejadian kemarin mendesakku untuk mengetik beberapa kalimat bahkan hampir mirip cerita nantinya (kalau kutulis lengkap). Ada apa dengan forum di dunia maya yang aku ikuti kemarin ? Mau disebut forum, sebenarnya itu hanya ruang biasa. Hampir sama dengan yang lain, forum itu digunakan sebagai tempat untuk menyapa saudara-saudara dari belahan daerah, yang dikenal atau tidak. Suatu forum untuk refreshing dari kepenatan rutinitas harian. Aku katakan itu sebuah ‘forum’ karena kadang ada pembahasan tentang suatu masalah. Hah, pernah juga sharing dengan saudara yang bingung dengan masalah temannya. Heh, hitung-hitung belajar menjadi psikolog. Disana kami pernah membahas kisah temannya saudara-saudara lain yang melakukan perbuatan yang tidak baik, kisah para pendemo dari sopir bus way, kisah seseorang yang ditinggal pergi oleh calon suaminya, kisah seorang adik yang risau dengan keinginan kakaknya yang mau menikah. Masih banyak lagi yang dibahas dalam forum itu.

Apa yang ingin aku katakan disini sebenarnya adalah tentang seorang saudara yang dengan ngampangnya menyatakan ‘nikah’. Waktu itu ada sekitar 7 orang yang sedang berdiskusi. Sebelumnya forum itu ramai sampai seorang saudara menulis ‘nikah yuk !’ Aku juga kaget dengan perkataan seperti itu. Kalian tahu, saudara ini berkata dengan mudahnya, ‘Nikah yuk !’ Aku pun langsung berkata, “Kayaknya nggak pada tempatnya dikatakan kata itu di forum ini. Ada forum yang memfasilitasi itu, tapi bukan disini. Tiba-tiba saudara yang biasanya diam kini angkat bicara. Aku sih nggak peduli, yang dia juga biasa nggak peduli. Nah, waktu bahas masalah ini, eh…mau ikut aja tuh orang.

Aku katakan bahwa nikah itu bukan sekedar ucapan. Mau nikah, tinggal ucap aja ‘Nikah yuk !’ selesai gitu ? Hmmm, Islam memang tidak memberat-beratkan persoalan nikah. Islam memberikan keringanan dengan menilik lagi kisah Fatimah yang dilamar oleh Ali bin Abi Thalib….Kisah ummu dan abu Thalhah dengan keislamannya. Begitu mudahnya Islam untuk memenuhi sunnah nabi saw itu, namun segampang itukah nikah ? Hmmm….Nikah itu butuh persiapan, bukan hanya kata-kata. Banyak orang yang berani berkata ‘Nikah yuk !’ eh, setelah berjalannya waktu mereka mengeluhkan, ‘Nikah itu tidak mudah ya !’. Tulisan ini kumaksudkan untuk saudara-saudaraku bahwa kata ‘nikah’ itu jangan diumbar dengan mudahnya. Itu perbuatan yang disunnahkan rosul bahkan akan menjadi sesuatu yang wajib untuk dilaksanakan dalam kondisi tertentu.

“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang makruf. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.”

(QS. 2: 235)

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.”

(QS.4 :4)

Ketika kata ‘nikah’ diumbar dengan mudahnya, apa yang dipahami dari hakikat nikah? Sudahkah persiapan mental dan spiritual untuk menikah itu terpenuhi ? Adakah ilmu tentang nikah yang telah didapat padahal dengan ilmu itulah kita bisa menjalani kehidupan berumah tangga.

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di isi hati, Islam. Tandai permalink.

17 Balasan ke Dari Sebuah Forum

  1. Adi berkata:

    SetUju, nikah adalah kejadian yang sakral, untUk menyatUkan dua insan berbeDa jenis untUk menjadikan keluarga yang sakinah, tidak untUk main main.

    Suka

  2. FiyaFiya berkata:

    Hmm..
    Nikah yuk?
    Hehehe.. Kidding.. Aq kdg juga becandaan gitu tau Mel, hehee.. Tapi taulah, klo nikah itu gk segampang mengucapx, sakral bener itu kalimat.. :))

    Suka

  3. ummu hurohiroh berkata:

    hanya orang yang tau ilmunya yang akan mengatakan mudah. mulailah walau belum sempurna…perlahan akan menuju ideal…hanya dengan menikahlah pandangan hati dan sahwat serta kehormatan akan terjaga…memilih dan memilah pasangan hidup memang tidak mudah namun ketika sudah tiba waktunya akan datang dengan sendirinya, yang perlu diperhatikan adalah kesiapan kita untuk menjalaninya..

    Suka

  4. kang ian berkata:

    hahaha baca deh tulisan saya
    ==
    Izinkan Aku Menikah

    Suka

  5. creepeac berkata:

    ok juga , nambah ilmu. moga bermanfaat

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s