Belajar dari Yang Muda, Mengapa Tidak ?

Semangat mereka sore ini telah menularkan sesuatu yang berbeda di hatiku. Kumpulan anak muda yang penuh ide dan impian. Hmmm…aku yakin dari semangat dan kerja keras, mereka mampu menjadi orang yang sukses kelak. Belajar dari yang lebih muda tidak salah. Orang tua kadang menggunakan egonya dan menyatakan dia serba tahu lalu tidak mau menunjukan kalau mereka tuh sebenarnya ingin seperti yang muda.

Silaturrahim memang membuka pintu rezeki dan peluang kebaikan yang lain. Berteman dengan yang muda pun membuat justru memacu untuk memiliki semangat seperti mereka. Daya juang dan vitalitas yang patut dicontoh dari teman-temanku yang baru, boleh dikatakan adik-adik yang baru. Geliat kehidupan terlihat dari gaya dan keinginan mereka yang subhanallah luar biasa !

Mereka tidak memiliki slogan NATO, kerja…kerja…dan kerja. Uang akan datang ketika kita sudah berusaha. Wah, sebuah perkataan yang kuingat dari salah seorang dari mereka.

” Mbak, klo aku tuh mudah, kalau nggak ada uang tinggal telpon si A, eh, gimana udah ada blom duitnya.”

Hah, sesimple itu yang mereka kerjakan. Hebat ! Salut juga dengan orang yang bisa optimis dengan apa yang diperbuat, tentu saja pada perbuatan yang baik lho.

Berteman dengan siapa saja, asal kita memiliki kontrol untuk tidak mengikuti yang salah tidaklah dilarang bukan, maka perbanyaklah pertemanan.

Jangan pikirkan bahwa teman kita itu lebih muda usianya dan pasti tidak banyak membantu atau memberi kontribusi di kehidupan kita. Mungkin teman yang muda itulah yang berperan di kehidupan kita.

Jangan juga melihat tampilan luar karena bisa jadi tampilan yang perlente itu adalah seorang penipu ulung. Jangan anggap orang sederhana dengan berkata apa adanya, mungkin disanalah ada pemikiran hebat yang nanti akan keluar.

Kita adalah orang yang tidak begitu tahu, maka berteman menjadikan kita tahu. Cap baik atau buruk itu adalah cap perilaku, bukan diri individu itu.

Bukalah mata dengan tidak melihat orang sukses dari apa yang telah dia capai, tetapi melihatnya dari seberapa besar perjuangannya untuk meraih kesuksesan.

Jangan pernah minder dengan apa yang kita lakukan, namun belum terlihat nyata hasilnya. Bisa jadi 5 tahun atau 10 tahun mendatang kita akan memanen buah yang manis dan harum baunya.

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

39 Balasan ke Belajar dari Yang Muda, Mengapa Tidak ?

  1. rizki berkata:

    pertamaxxx πŸ™‚
    betul teh… saya jadi inget beberapa kata2 yang pernah saya dengar dari teman2
    yang pertama : boleh membaur tapi tidak melebur
    yang kedua : ilmu itu bisa datang dari siapa saja
    salam πŸ˜€

    Suka

  2. Adi berkata:

    Yuph benar, hal di atas mgkn juga bisa untUk mengilustrasikan bahwa guru bisa belajar dr muridnya πŸ˜€

    Suka

  3. Mas arif berkata:

    Yups setuju bgt aq. . . .
    Salam kenal. . . .

    Suka

  4. FiyaFiya berkata:

    Setujaaaa..
    Eh stujuuu..
    Usia lbih tua bukan berarti lebih hebat dari yang muda, jdi kdg2 perlu lah bljr dr yg lbh muda..

    Slm kenal yaks mbakk..
    :))

    Suka

  5. Ifan Jayadi berkata:

    Memanen buah yang manis. Ih….kaya pohon yang sedang ranum2nya saja.
    Hmmm..memang benar, kita tidak perlu malu belajar dari yang muda. kalau memang ilmu mereka diatas kita, patut kita serap tuh ilmunya

    Suka

  6. ummurizka berkata:

    Dari yang muda kita dapat kreatifitas dan ide-ide segarnya..dari yang tua kita dapat wejangan dan pengalamannya.. πŸ™‚

    Suka

  7. addiehf berkata:

    setuju sekali, dan malahan memang saya juga sering mendapatkan suatu ilmu *yg kadang ta terduga* dari seseorang yang usianya lebih muda dari saya. πŸ˜€ *baru tau themesnya genti* (lol)

    Suka

  8. kang ian berkata:

    makasih mbak dah belajar dari yang muda muda seperti saya ini hahaha

    Suka

  9. Mamah Aline berkata:

    belajar dari yang lebih muda atau malah anak kecil jika itu memberi manfaat dan kebaikan yang besar mengapa ngga ya mba meli…

    Suka

  10. didot berkata:

    makasih mbak mel,kita memang gak boleh menyepelekan siapapun ,terbukti ada petuah bijak kan : jangan liat siapa orangnya,tapi dengarlah apa yg dikatakannya πŸ™‚

    Suka

  11. karzanik berkata:

    betul banget mbak..ane demen dah kata-kata bijaknya….

    Suka

  12. Nanang Abdullah berkata:

    Saya tidak pilih dari siapa mendapat pelajaran, bahkan yang jauh lebih muda sekalipun. Betul Bu Mel, berteman dengan siapa saja tanpa pandang latar belakan tetapi tetap kita menjaga prinsif bergaul.

    Suka

  13. pakosu berkata:

    Semoga juga bisa belajar disini.
    Kunjungan silaturahmi di pagi hari.

    Suka

  14. Sunawan berkata:

    Dngan belajar kita bisa tau,dngan berusaha kita bisa mencapai apa yg kita mau,dan seucap do’a kan menuntun kita kejalan yg benar,insyaallah tuhan kan meridhoi smuaxa.

    Suka

  15. Aulia berkata:

    poin terakhir sangat menyentuh.. πŸ™‚

    Suka

  16. BENY KADIR berkata:

    Kalo mau maju,belajar pada siapa saja boleh.
    Saya sih lebih suka belajar sama org2 muda, cuma sayangnya,mereka tdk percaya kalo saya benar2 membutuhkannya,hehehe…

    Lama sekali saya tdk bisa ngeblog,banyak tulisan ketinggalan tdk sempat dibaca.
    Mba Mel,tulisan terakhir,tdk bisa baca kelanjutannya dan tanpa kolom komentar.
    Kenapa ya?

    Suka

  17. rainbroccoli berkata:

    Setuju bangettts…
    Berteman dengan siapapun, ga pernah ada ruginya.
    Asal kita sendiri punya filter untuk memilih mana bermanfaat dan mana yang nggak…

    Suka

  18. noviaryftz berkata:

    Setuju banget, mbak.
    Aku punya temen, setahun lebih muda dari aku. Tapi pinter banget. Kami sering berbagi ilmu. Aku juga termotivasi buat makin semangat belajar.

    Suka

  19. thanks for posting, I really enjoy it, I can learn a lot from this.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s