Batas Toleransi

Sadar atau pingsan, kita selalu memberikan toleransi.

“Ah, nggak apa-apa, yang rusak juga sedikit kok.”

” Sudah biarlah, hanya sebentar juga dia akan kembali seperti semula.”

” Biarkan, toh dia juga tahu apa yang ingin diperbuatnya.”

Kalimat-kalimat yang bernada sama seperti di atas sering kita dengar. Kalimat itu kadang kita dengar dari teman dekat kita. Tolerasi yang sering kita berikan kadang tak selayaknya kita berikan untuk mereka.

Dalam batas-batas tertentu, bertoleransi sangat dianjurkan, namun ada saat kita tidak boleh memberikan sedikit pun toleransi terhadap suatu sikap atau perbuatan yang akhirnya akan membuat kita jatuh ke dalam lubang kenistaan. Artinya, jika kita berikan toleransi, maka akan ada keburukan yang akan timbul dari padanya. Di tempat kerja pun toleransi pun harus ditegakkan.

Seorang guru yang selalu memberikan toleransi untuk sikap siswanya yang ‘membandel’ atau ‘jahil’ di kelas akan membuat guru itu ‘tidak ditakuti’ dalam artian ucapan yang diberikan guru tidak diterapkan oleh siswanya. Pemberian toleransi, yang berupa sikap fleksibel membuat orang tua terlihat tidak punya sikap padahal itulah sikap mereka. Ternyata, toleransi (dalam beberapa hal) yang beredar sekarang dalam pandanganku tidak lagi memenuhi kriteria toleransi (emang kriterianya apa ya, ada nggak ya yang nanya. Kalau ada, jawab sendiri ya… hehehe) yang sebenarnya sehingga yang timbul adalah—>>> Sikap yang terlihat plin-plan, sikap lembek, mudah digoyahkan oleh sesuatu yang kecil.

Adakah yang salah dalam memberikan toleransi terhadap sesuatu ❓

Tidak ada yang salah dalam memberikan toleransi itu, namun dengan keseringan memberikan toleransi…

“Ah, sama dia juga. Paling kalau kita sedikit nyeleneh juga nggak apa-apa.”

“Ya, biarin aja, lah dia juga nggak bakalan marah kok.”

Memberi batas pada toleransi memang perlu. Ketika harga diri kita bakalan hancur karena memberikan toleransi, maka mengapa harus kita berikan toleransi itu. Kalau perlu, tidak usah berikan toleransi sedikit pun. Di zaman sekarang, menjadi orang yang bukan tidak hanya bertoleransi kepada sesuatu itu sangat sulit. Bisa-bisa kata-kata yang keluar dari orang sekitar.

“Sok tuh dia, ngapain juga orang yang kayak gitu diberi toleransi sih !”

Nah, gimana menurut teman-teman, adakah batas toleransi itu ❓

Iklan

Tentang ummuilma

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi. Tandai permalink.

12 Balasan ke Batas Toleransi

  1. premium berkata:

    segala sesuatu itu ada tempatnya…semuanya akan indah jikalau dalam posisinya masing masing dan menunaikan hak serta kewajiban dengan baik. manusia tidaklah sempurna memang benar dalam hal hal tertentu perlu ada toleransi, itu pun pilihan jikalau dengannya meminimalisir keburukan. tapi masalah hukum sekecil apapun ngak ada toleransi karena dengannya justru menjadikan rancu hukum itu…..katakan yang benar tetaplah benar walaupun itu terasa pahit dan katakan yang salah tetaplah salah walaupun honsekuensinya kita akan begini…begitu….

    toleransi tiada batas hanya ada didunia tumbuhan….walaupun akar dan dahan saling bersingungan mereka tak pernah menghiraukan…justru dengannya akan memberikan kedekatan….belajar dari rumput yang bergoyang…belajar pada pohon pisang…dan ….serta….

    Suka

  2. camera berkata:

    saya mohon bantuannya…
    saya minta alamat email anda…
    untuk diundang bergabung jadi account http://www.lockerz.com itu juga bagi yang belum punya account lokerz…
    daftar di lockerz gk bisa daftar sendiri langsung. harus didaftarin sama yang udah punya account lokerz.
    maka saya minta email anda..
    ntar informasinya akan saya kirim lewat email anda,…
    klo udah daftar gpp kok gk diurusin juga….hehhee…yang penting anda daftar aja dulu…
    tolong kirimin email anda ke email needforthink@gmail.com
    untuk lebih jelas informasi lockerz bisa dilihat di
    http://tips-trikbisnisonline.blogspot.com/…/lebih-jauh-tentang-lockerzcom.html

    terima kasih buat waktunya…maaf mengganggu….

    Suka

  3. Asop berkata:

    Ada.
    Kalo kira2 diberi batas toleransi masih gagal juga, ya siap2 aja gak saya kasih batasan di kesempatan yang akan datang. 😐

    Suka

  4. julianusginting berkata:

    ya mau gimana lg memang toleransi itu diperlukan bro…cuma memang harus ada batas2nya sih

    Suka

  5. sunflo berkata:

    ada batasan2nya tuk memberikan kelonggaran itu de

    Suka

  6. novi berkata:

    intinya perlu ada kontrol diri dan ilmu tuk menentukan batasan2nya

    Suka

  7. kang ian berkata:

    dulu waktu saya menolak untuk diajak bolos saya suka dibilang .. “ah lu g toleran sm temen ” nyambung g sih? 😀

    Suka

  8. didot berkata:

    jadilah orang yg tegas,bukan orang yg keras. ini prinsip saya mbak mel 😛

    Suka

  9. noviaryftz berkata:

    Toleransi memang perlu, tapi harus lihat sikon. Kalo buat guru sih menurutku harus tegas *tapi nggak boleh galak!*. Kalo murid yg bolos, nggak ngerjain pr, atau telat ngumpulin tugas berkali-kali masih dikasih toleransi juga.. bisa-bisa indonesia bobrok mbak. Masa depan indonesia kan ada di tangan generasi muda.

    Suka

  10. alisnaik berkata:

    selamat pagi.

    toleransi itu perlu, asal diberikan dengan logika.

    terima kasih dan mohon maaf 😮

    Suka

  11. skbjepara berkata:

    Toleransi tdk utk semua org & kejadian. Kita harus pandai2 menentukan apakah diperlukan toleransi apa tdk.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s