Sholatnya si Kecil

Ini tentang sholatnya anak-anak di kelasku. Bagi kita, ibadah harus kita lakukan dengan benar, cara pengerjaannya harus diperhatikan (bukan berarti yang lain tidak perlu lho ya) adalah sholat. Di sekolah, anak-anak mengerjakan 2 sholat berjama’ah, yaitu Zuhur dan Ashar karena mereka pada saat itu berada di sekolah. Itu biasanya terjadi pada hari Senin-Kamis. Jum’atnya, mereka sholat di masjid, ikutan belajar berjamaah dengan guru-guru dan tetangga sekolah.

Image and video hosting by TinyPic


Susyahnya menyadarkan anak-anak untuk mengerjakan sholat dengan baik. Kita guru mesti rajin ngebilangin manfaat sholat (jadi sedikit cerewet). Kita juga harus rajin untuk membenarkan sholat mereka yang kadang asal-asalan. Untuk awal tahun, pembiasaan dalam segala hal harus diterapkan di kelas, nanti ketika beberapa bulan kegiatan belajar mengajar telah berjalan, insya Allah anak-anak sudah tahu apa yang harus mereka lakukan. Apalagi mereka punya guru yang cerewet sepertiku (*^-^*)

Ternyata untuk urusan sholat, patnerku pun harus cerewet juga, biar klop gitu. Dia harus segera membenarkan apa yang seharusnya ada/boleh dilakukan dalam sholat. Nah, pada saat sholat berjamaah di kelas, kami memberlakukan yang namanya adzan, iqomah, imam, dan pencatat. Keempatnya dipilih berdasarkan urutan absen, jadi semuanya mendapat bagian.

Tujuan pemberian tugas itu adalah agar bukan hanya satu atau beberapa orang anak saja yang berani tampil menjadi muadzin/ imam. Dengan adanya perguliran dan penugasan itu, diharapkan anak-anak tahu bahwa tugas itu bisa dilakukan oleh siapa saja dan tidak. Yang paling mereka sukai adalah kalau mendapat giliran menjadi pencatat❓ Ini sangat ditunggu-tunggu, apalagi kalau nanti yang dibacakan adalah surat-surat di juz 29, mereka merasa tertolong. Selain dinyaringkan suaranya, ayat-ayatnya juga lumayan panjang hehehe.

Kadang ada kendala juga, ada beberapa anak yang masih malu adzan. Patnerku berkata,” Ayo, siapa ni yang mau dapet pahala❓ ” Nah, kalau sudah seperti itu, banyaklah yang mengacungkan telunjuknya. Ternyata mereka ingin dapet pahala, Teman.🙂
Ya, untuk mereka…orientasi pahala, syurga itu sangat kental karena orang dewasa yang ada di sekitar mereka sering menggembar-gemborkan masalah itu.

Aku paling sebel, kalau pada waktu sholat mereka masih mau ngobrol atau ada yang nggak pake mukenah (untuk anak putri, yang putranya nggak mungkin kan😆 ) Nah, itulah tugas pencatat. Mereka mencatat teman-temannya yang tidak melakukan sholat dengan baik. Di awal tahun ajaran baru, tugas itu dilakukan aku dan patnerku. Setelah beberapa bulan, sepertinya anak-anak juga harus tahu apa yang menjadi alasan kami memberi hukuman pada anak-anak yang tidak tertib sholat (hukumannya biasanya menulis istighfar beserta artinya atau menulis surat Al Mulk 1-10). Mereka harus menyadari bahwa perbuatan ini-itu tidak boleh dilakukan di dalam sholat. Alhamdulillah hal ini membawa kebaikan. Anak-anak lebih tertib dalam sholat😛

Bila terjadi ketidaktertiban di saat sholat (biasanya ada di awal sholat), biasanya, aku akan mendiamkan mereka sampai mereka sadar apa yang membuat aku diam. Secara spontan akan terdengar kata-kata,”Oy, tertib,Oi.” Atau ” Ayolah, kita mau sholat.” Sering juga,” Cepetlah, sudah jam berapa ini❓ ” Nah, dengan sendirinya anak-anak menjadi tertib dan sholat pun dimulai.

Penanaman nilai ibadah sejak dini harusnya menjadi prioritas bagi orang tua. Kalau memang harus diterapkan hukuman dalam pelaksanaannya, ya silahkan. Kontinuitas bagi pemberi aturan akan dinilai oleh anak-anak sehingga apa yang diharapkan ada pada diri anak sejak dini bisa kita dapatkan. Begitulah anak-anak, jangan sungkan untuk menegur dan sedikit mencerewetinnya, tapi jangan terlalu cerewet….ntar mereka males juga. Sedikit-sedikit dicereweti, bete deh jadinya.

Kisah-kisah ilmuwan tentang sholat (tambahan, baru baca tadi:mrgreen: )

Seorang dokter neurologi non-muslim Amerika telah mengadakan penelitian. Menurutnya ada beberapa saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki oleh darah padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi normal. Ketika seseorang sedang sujud, maka darah mengalir memasuki urat saraf di dalam otak tersebut.

Dr, Ilyas Effendi menginformasikan bahwa selama pose sujud, darah mengalir ke arah kepala, paru-paru, dan jantung. Di samping memberikan zat asam pada jantung, peningkatan jumlah darah ke dalam pembuluh arteria korosaria sedikit atau banyak ruang pembuluh tersebut akan direnggangkan dengan konsekuensi tercegahnya proses penyempitan.

Dr. G. Sauer, ahli penyakit kulit Jerman mengakui bahwa dari penelitian yang dilakukannya terbukti sholat 5 waktu merupakan sarana menenagkan jiwa yang paling efektif. Pendapat ini dikuatkan oleh hipotesa Dr. M. Fesbein,” Emosi yang tak terkendali diketahui banyak menimbulkan gangguan yang merusak kecantikan, seperti jerawat, dan lain-lain.”

Dr. Alexes Karl mengatakan bahwa ia sering melihat banyak pasien yang tidak bisa sembuh dengan obat-obatan, kemudian mereka lari kepada ajaran agama : sholat- dzikir. Ternyata banyak yang sembuh.

(Sumber : Hefni, Harjani. 2008.The 7 Islamic Habits-Hidup Islami dan Modern Berbasis Al Fatihah. Jakarta : Ikadi.)

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku, Islam, Nilai2 Islami, Pernik Sekolah. Tandai permalink.

61 Balasan ke Sholatnya si Kecil

  1. ocekojiro berkata:

    Hebat…!
    Masih sekecil itu sudah bisa menulis surat Al-Mulk 1-10 ? Saya saja baru kemaren sore bun, he he…
    Semoga kelak menjadi generasi terbaik negeri ini, InsyaAllah…

    Suka

  2. tedisobandi berkata:

    alangkah mualianya seorang muallim/muallimah (pengajar ilmu yang bermanfaat) karena tidak ada kebaikan kecuali dalam 2 perkara yaitu orang yang belajar dan orang yang mengajar.
    teruskan mengajar dan jangan berhenti, ilmu yang bermanfaat adalah ladang amal dan tabungan untuk kelak nanti.
    salam kenal http://adekunya.wordpress.com/

    Suka

  3. kang ian berkata:

    sangat bagus seklai mbak..apalagi buat sekolah islam yang orientai kepada pembelajaran agamanya lebih besar..tapi terkadang yang menjadi kendala bisa saja ketika si anak di ajarkan di sekolah tapi ketika sampai ke rumah ia seolah2 lupa kembali dikarenakan di rumahnya keluarganya banyak yang tidak begitu fokus terhadap masalah ini,,jadi dibutuhkan dukungan dari semua pihak agar si anak rajin sholatnya baik itu dari si anak sendiri maupun guru disekolah dan keluarganya di rumah
    salam ^^

    Suka

  4. julianusginting berkata:

    wah bagus….pinterr…

    Suka

  5. Asop berkata:

    Huaaaa luar biasa…🙂
    Saya salut Mbak, dengan usaha Mbak dan partner. Semoga Mbak bisa menjalankan amanah untuk mengajarkan anak-anak shalat yang benar dan ibadah-ibadah lainnya. ^__^

    Suka

  6. didot berkata:

    boleh diterapkan nanti pada keluarga saya kelak nih mbak mel😉

    Suka

  7. dreesc berkata:

    kalo ama anak2 harus pinter2 ngajarin nya yak… hmmmm…

    maap neh baru maen lagi kecinih…..

    Suka

  8. jun berkata:

    saia setuju saja😀

    Suka

  9. setitikharapan berkata:

    Gak anak kecil aja mbak, terkadang yang dewasa juga masih berorientasi pahala. Sholat emang banyak manfaatnya ya.

    Suka

  10. suparnojumar berkata:

    kunjungan perdana dan salam kenal …
    semoga saya dapatkan ilmu yang bermanfaat dari ibu lewat acara ‘jalan-jalan’ ini.
    salam bangkit indonesia-ku!

    Suka

  11. buy cameras berkata:

    subhanallah…
    makasih udah mengingatkan…

    Suka

  12. Salam kenal kawan. .
    Baca cerita tadi jadi ke inget ama kakak di kampung yg jadi guru agama juga. .hehe
    cuma dah mau pensiun

    Salam dari Sidoarjo jatim

    Suka

    • Meliana Aryuni berkata:

      Salam kenal,Teman…
      Saya bukan guru agama,Pak, tapi guru bahasa. Saya pikir, penerapan nilai2 keagamaan itu bukan hanya tugas guru agama lho…. Semua yang peduli dengan kebaikan, kayaknya perlu menyampaikan sesuatu walau satu ayat.

      Wah, kakaknya sudah berapa tahun jadi guru,Pak? Kalau saya masih baru nih.

      Salam dari Palembang🙂

      Suka

  13. Ifan Jayadi berkata:

    Pembelajaran agama sejak dini pasti akan membentuk pribadi yang baik pula bagi si anak

    Suka

  14. skbjepara berkata:

    Kalo pendidikan agama di sekolah match dg yg di rumah akan menghasilkan generasi yg ahlakul karimah. Info tambahannya keren habis! Baca juga artikelku terbaru :”TV, Teman apa musuh?” .Thanks

    Suka

  15. Mamah Aline berkata:

    itu yang sedang saya lakukan untuk mengajar anak usia TK sholat, kadang cerewet juga. masih mending sama bu gurunya yang sabar ngajarin.

    Suka

  16. patut kita aplikasikan….

    Suka

  17. memang susah mengajak anak kecil sholat, di masjid yang biasa saya sholat, anak kecil suka ribut saat sholat, berantam saat sholat, hanya karena berebut shaf:mrgreen:

    Suka

  18. Nanang Abdullah berkata:

    Emang Mbak, shalat yang baik dan benar sesuai sunnah harus dilatih semenjak dini.

    Suka

  19. Kakaakin berkata:

    Hehe… jadi ingat waktu aku kecil dulu, sholat di masjid tapi sambil bercanda sama teman.

    Suka

  20. Kaka Akin berkata:

    Pendidikan ibadah pada anak memang kudu diterapkan sejak dini ya, Mel…
    Kasihan banget pas melihat teman yang tidak terbiasa melakukan sholat😦

    Suka

  21. yanrmhd berkata:

    mantafff ceritanya bu,,,
    cerewaet juga bwt kebaikan kan bu ^_^

    Suka

  22. BENY KADIR berkata:

    Perlu waktu utk anak bisa berdoa dgn baik.
    setuju dgn ian bahwa perlu adanya kerjasama dan dukungan dari orang tua

    Suka

  23. sunflo berkata:

    hehehe… anak2 emang harus dicereweti mell… cerewet itu tanda kasih sayang kita pada mereka…

    Suka

  24. dedah husna berkata:

    terimakasih ada tambahan ilmu buat saya bagaimana cara mengajarkan tentang sholat buat anak-anak saya mengajar di tk,susahnya ………..

    Suka

  25. investasi emas berkata:

    nah sekarang aja bs diliat kan,..
    anak kecil aja udh sadar akan pentingnya slt,…
    tp org dewasa pd kmn y,.. kog msh aja bingung n g ngerti dg ajaran agama yang satu tu,…

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s