Ikut Seminar, Malah ngobrol *_^

Dalam diam seorang gadis kecil tersenyum padaku. Senyuman manis yang kukenal baik beberapa bulan ya lalu. “Nadia”. Masih ingat dengan Nadia, Teman❓ Itu lho, gadis kecil, siswa kelas II SD, yang sering mengikut abi dan umminya kuliah. Nah, disanalah awal perkenalan kami. Sudah hampir 4 kali pertemuan kami, aku dan Nadia tidak bertemu. Yang kuliah hanya abi dan umminya saja. Sampai Jum’at kemarin, ketika kelasku dan kelas abi dan umminya digabung, eh Nadia ikut disana.


Aku duduk di sudut dan Nadia duduk disudut dekat abi dan umminya. Mataku tak menyangka bisa melihat Nadia duduk di sudut itu kemarin. Dia tersenyum, manis sekali. Gadis kecil itu seolah-olah ingin menghampiriku, tapi dia hanya tersenyum. Mungkin abi dan umminya yang bilang, “Nanti aja, kan lagi kuliah”. Ah, itu sih pikiran aku aja. Nadia mungkin berpikir hal yang sama denganku. Nah, tak berapa lama, ketika aku berdiskusi dengan teman sekelompokku tentang bahan yang akan kami presentasikan, sebuah tepukan kecil kurasakan di bahu kiriku. Tepukan itu segera membuat gerakan refleks menoleh. Ternyata, tepukan itu berasal dari tangan mungil Nadia. Kangen sama gadis kecil itu…🙂

Sewaktu sholat Ashar tiba, dia menguntitku dari belakang lalu aku bertanya,” Nadia mau sholat sama amma ya? Yuk, bareng ngambil wudhunya,” kugandeng tangannya dan dia tersenyum. Kami seolah-olah adalah dua teman yang baru saja bertemu setelah terpisah beberapa lama. Dasar suka iseng😈 , ketika Nadia memasuki kamar mandi untuk wudhu, diam-diam aku kunci Nadia dari luar. Eh, dia nggak menjerit. Hanya menggedor-gedor pintu saja.

Nah, saat aku wudhu, Nadia yang mengunci pintuku. Satu kosong deh jadinya:mrgreen: Kalau dilihat di kelas gabungan ini, aku yang sering ajaknya ngobrol, ya secara semua teman-teman yang lain pada tua dan pada sibuk ngobrol. Sebenarnya aku dan orang tuanya tidak begitu mengenal, namun Nadia seringkali mengirim pesan lewat sms singkat dengan memakai nomor abi atau umminya. Smsnya pun hanya berisi.
“Assalamu’alaikum amma Meli. Amma Meli apa kabarnya?” Aku tidak bisa tidak membalas sms si gadis kecil ini. Sebanyak aku membalas smsnya, sebanyak itu pula sms yang masuk di inbox HP-ku. Aku tidak ingin membuat dia kecewa. Sering juga Nadia sms seperti ini,
“Amma, Nadia kangen. Amma kuliah nggak hari ini?” Itulah Nadia.

Tadi, Nadia juga ikut kuliah. Sepertinya Nadia juga harus diwisuda deh nantinya😆 Seminar kebahasaan dengan pembicara dari luar (seorang profesor wanita yang mengkaji sastra Rusia dan guru besar di fakultas sastra UI) sekali-kali membuat aku menguap😯 . Heh, kebiasaan. Ngebosenin padahal tuh pembicara keren. Penjelasannya pun aku suka, tapi memang yang namanya setan itu selalu saja menggoda. Eh, dari depan. Ada mata yang tersenyum padaku, mata gadis kecil itu tersenyum padaku. Dengan gamis merah dan jilbab putih dia mendekatiku dan akhirnya duduk di dekatku. Oh, Nadia. Kamu telah mengusir rasa kantukku dan menghilangkan konsentrasiku:mrgreen:

Sejak saat itu, Nadia duduk di dekatku dan tidak kembali lagi ke tempat abi dan umminya sampai acara bubar. Apa yang kami lakukan? Kami bercerita. Selalu saja ada ucapan-ucapan yang keluar dari Nadia yang membuat aku tersenyum. Rasa mengantuk yang tadi ada, kini hilang sudah. Sejak saat itu pula apa yang disampaikan oleh pembicara kedua dan ketiga tidak begitu aku dengarkan. Untung saja ada makalahnya sehingga insya Allah aku bisa membacanya kembali. Sekali lagi, kalau aku biarkan dia sendiri, aku akan mengecewakannya. Aku tidak mau semua itu terjadi. Biar Nadia senang🙂 , aku juga senang😉

NB: Coba ya kalau seminarnya lebih atraktif, sepertinya Nadia juga nggak bakalan ngajak aku ngobrol. Atau jangan-jangan bukan Nadia yang ngajak ngobrol, tapi aku❓

Kegiatan yang hanya berbentuk seminar, kadang membosankan. Coba kalau acaranya berupa pelatihan, sepertinya banyak yang tertarik, seperti aku. Nadia mungkin tidak mau menggangguku dan aku tidak mau mengganggu Nadia😉

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku. Tandai permalink.

36 Balasan ke Ikut Seminar, Malah ngobrol *_^

  1. hhmmmmmp…
    wah belum pernah tuh ikutan seminar..??

    Suka

  2. Dedi S. ed Daudy berkata:

    cuma seminar`a ada undian berhadiah di akhir sesinya; pasti smua peserta`a akan ikut menyimak..

    Suka

  3. Ifan Jayadi berkata:

    Memang mengobrol sesuatu yang menyenangkan. Apalagi dengan anak kecil yang ngegemesin. Mereka begitu polos dan ceria. Tak ada beban

    Suka

  4. alisnaik berkata:

    selamat pagi.

    hehe, kegiatan yg dilakukan gak sesuai dengan acara temanya. malah ngobrol ama Nadia.

    ya, kalau acaranya emang ngebosenin ya wajar aja.

    terima kasih dan mohon maaf😮

    Suka

  5. Asop berkata:

    Hehe, bisa saya pahami kok kelakuan Mbak itu.😀😀

    Suka

  6. Kakaakin berkata:

    Hehe… malah nggak konsen ya…
    Gak papa deh, asalkan nggak tidur massal aja di ruangan🙂

    Suka

  7. kalo seminar ada doorprize nya ga….??

    Suka

  8. monda berkata:

    anakku juga pernah ikut seminar,
    bosan katanya di rumah,
    kusurh bawa komiknya biar nggak ribut ganggu yg lain

    Suka

  9. camera berkata:

    maka nya jangan ngobrol…
    ntar ilmunya gk depet…

    Suka

  10. kang ian berkata:

    ngeles aja bilang aja pengen ngobrol haha

    Suka

  11. yanrmhd berkata:

    dekat sekali ama nadia ya bu ^_^

    Suka

  12. Adi berkata:

    Haha, malah ngobrol.XP gk dpt2 ilmunya ntar. .

    Suka

  13. Plesiran berkata:

    Begitu dikasih kesempatan bertanya malah malu2 ha ha ha ha
    kebiasaan kita tuh walau ada khutbah

    Salam sayang selalu

    Suka

  14. sapta berkata:

    weww.. mengingatkan pada ponakanku yg jauh disana.. hiks..😀 emank anak kecil suka gitu.. polos dan lucu..buat tersenyum mulu..
    klo seminar sih kadang bosanin kadang gak.. tergantung topik dan pembicaranya.. klo pas dan keren ya serius ngikutin.. klo gak pas mgkn ngobrol jg kali.. hehe..

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Rata-rata dari kita bersikap seperti itu, Sap. Seminar yang membahas sesuatu yang kita sukai, insya Allah akan kita ikuti sampai akhir, tapi kalau dikemas dengan asal saja, monoton…meski kita suka, tetap aja ngebosenin….
      Anak-anak memang memberi warna dalam hidup ya🙂

      Suka

  15. didot berkata:

    yang enak sharing atau diskusi mbak,jadi dua arah,lebih hidup🙂

    Suka

  16. sunflo berkata:

    seringnya kek gini mell… membosankan jadi pelampiasannya ya ngobrol tuh

    Suka

  17. BENY KADIR berkata:

    Tdk masalah tu seminar.Tergantung si pembawa materi saja,Mba.
    Apa punya kelihaian utk membangkitkan minat dan konsen peserta.
    Wah,ttg Nadia saya masih ingat,tapi sdh lama diceritakan.
    makin akrab saja.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s