Mengajar itu Eksperimen Kecil dalam Lingkup Kecil Juga

Banyak guru yang sudah memiliki blog. Aku sebagai guru pun ingin menggunakan blog ini untuk tujuan yang semoga bermanfaat bagi orang banyak. Dalam keseharian mengajar di kelas, guru mendapatkan pengalaman mengajar yang luar biasa banyak. Pengalaman yang sangat berharga itu tentu saja harus disyukuri datangnya karena banyak orang yang tidak merasakan menjadi seorang guru dalam suatu ruang kelas.

Ada berapa banyak guru yang menyadari bahwa keberadaan mereka di kelas adalah melakukan eksperimen kecil? Begini, seorang guru tidak ingin anak didiknya tidak memahami suatu materi yang dia sampaikan di depan kelas atau dalam bentuk permainan. Harapan para guru, ketika suatu materi telah tersampaikan, anak didik memahami isi materi. Untuk itu para guru berusaha untuk memberi pemahaman dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka, anak didiknya. Kalau bisa yang praktis, mengapa harus yang ribet? Ya, begitu pun anak-anak. Mereka mau yang praktis, kalau bisa sekali pertemuan mereka sudah mengerti, tinggal penerapannya saja.

Bila dalam pertemuan pertama, anak-anak belum paham, maka akan ada pertemuan berikutnya sampai mereka memahami betul materi pelajaran. Penerapan belajar dengan pengulangan memang efektif pada hampir seluruh siswa. Misalnya, di kelas Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud, aku menerapkan membuat drama tanpa naskah (tradisional), namun di kelas Ibnu Umar, aku berlakukan naskah untuk dibuat terlebih dahulu. Apa yang terjadi dengan kedua kelas ini ?

Pada pertemuan kedua setelah teori diberikan, aku mencoba anak untuk berakting ‘marah, sedih, terkejut, bingung, dan lain sebagainya’. Ternyata anak-anak bisa melakukannya. Untuk ketiga kelas diberi perlakuan yang sama. Pada pertemuan selanjutnya, di kelas Ibnu Abbas dan Mas’ud, aku biarkan anak-anak membuat drama mini (tragedi/komedi/tragekomedi/opera/tablo/melodrama/sendratari) tanpa memperlihatkan atau mencontohkan naskah drama di papan tulis, sedangkan pada kelas Ibnu Umar aku tunjukan naskah drama sekaligus mencontohkannya di depan kelas. Apa yang terjadi ? Pada 2 kelas tanpa contoh itu mendemontrasikan dramanya tidak teratur sehingga drama yang masih uji coba itu kurang dimengerti oleh penontonnya. Beberapa cerita tidak menyambung dengan apa yang dijelaskan padaku😮 . Akhirnya aku juga bingung hehehehe.

Untuk kelas yang kedua, aku buat naskah sederhana di papan tulis lalu kupanggil beberapa siswa untuk tampil memeragakannya. Setelah mereka mengerti apa yang harus dilakukan, mereka mulai membuat naskah drama dan hasilnya. Wah, sungguh menakjubkan. Aku terpukau, begitu pun teman-teman yang melihat pertunjukan mereka yang senyum-senyum. Pertunjukan sederhana, 4 pesulap. Penonton memperhatikan setiap dialog yang diucapkan para tokoh. Ada yang bertindak sebagai sutradara, narator, dan tokoh (antagonis/protagonis). Klop.

Bereksperimen pada anak membuat wawasan para guru bertambah dan tentu saja pengalaman itu bisa digunakan untuk kemajuan anak didik. Dalam mencari solusi dalam pembelajaran kadang dibutuhkan eksperimen sehingga solusi yang dihadirkan merupakan solusi yang jitu untuk dilaksanakan pada pertemuan-pertemuan berikutnya.🙂

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

28 Balasan ke Mengajar itu Eksperimen Kecil dalam Lingkup Kecil Juga

  1. setitikharapan berkata:

    Yup, kalau di komputer dan pemrograman sering disebut try and error mbak.😀
    Semangat..

    Suka

  2. Duta Aurora berkata:

    Weh.. Weh.. Weh..!!

    kalau sebagian besar guru di indonesia seperti mba, yang berani sedikit keluar dari pakem kuno tentang tata cara mengajar yg asyik, menyenangkan bagi murid dan mudah dicerna pokok materinya, wah bakal lahir anak2 yg ga cuma pandai tapi cerdas dan kreatif.

    Saluut deh buat bu guru,

    Salam Kenal

    Duta Aurora
    Di Tepian Selat Sunda

    Suka

  3. debby berkata:

    selamat…tidak ada kata selesai untuk BELAJAR

    Suka

  4. didot berkata:

    kok aku jadi inget sebuah iklan minyak angin ya : “untuk anak kok coba2? ” hehe

    yang jelas anak kecil memang perlu diarahkan ya mbak mel ,tul kan??😛

    Suka

  5. kang ian berkata:

    wah bu gurunya pandai sekalih mengajar dan mendidik anak anaknya ^^
    sukses terus yah…tsaahhh…
    semoga bisa istiqomah berbagi dengan kita kita y bu guru huhuhu

    Suka

  6. yanrmhd berkata:

    ayo semangat..semangat!!!
    sukses selalu ya bu, bismillah…🙂

    Suka

  7. alisnaik berkata:

    selamat pagi.

    triknya seperti para ilmuwan biologi,
    dimana ada 2 objek yg sama, namun diberi perlakuan beda.
    nanti bisa dilihat bagaimana outputnya..😉

    hebat, bu guru.
    nice share.

    terima kasih dan mohon maaf😮

    Suka

  8. Ifan Jayadi berkata:

    Tetapi juga perlu pengalaman yang lebih untuk bisa mennghasilkan eksperimen yang dimengerti oleh murid. Dan yang pasti kesabaran yang tinggi. Secara kan anak2 itu macam2 tingkahnya yang kadang membuat jengkel

    Suka

  9. kawanlama95 berkata:

    ya bikin aja yang kira-kira pas dan sesuai. ya selagi jadi guru selagi eksperimen dibolehkan kenapa tidak. Teruskan .Besok 2 eksperimen yang seperti apa.Salam sehat

    Suka

  10. Kaka Akin berkata:

    Bener banget tuh, Mel…
    Jadi kedepannya bisa melaksanakan cara yang telah terbukti khasiatnya kan…🙂

    Suka

  11. BENY KADIR berkata:

    Salut buat,Bu Guru.
    begitulah yg seharusnya dibuat oleh para guru,berusaha menemukan solusi dgn melakukan eksperimen2 di ruang kelasnya.
    Saya sih,masih melakukan eksperimen2 di blogku,biar maju sdikit.
    Blog guru mesti terus dihidupkan.

    Suka

  12. ch0c0 berkata:

    sip mbak….

    maju terus..

    Suka

  13. skbjepara berkata:

    Metode mengajar seperti ini yang bisa membuat anak lebih kreatif & tdk membosankan. Perlu dicontoh guru lain

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s