Mulai Bermain

Semangatnya anak-anak kalau diajak main. Huh, kita yang mesti mempunyai ekstra tenaga untuk meladeni keinginan itu. Kita harus pandai-pandai mengolah tenaga agar bisa melakukan kegiatan yang lain.

Sekarang, anak diajak bermain drama. Secara teori, mereka sudah sedikit mengenal drama dan apa saja yang ada di dalamnya, tinggal praktiknya. Waktu untuk pengenalan (teori) dan praktik hanya 3 kali pertemuan. Jadi, aku harus membaginya dengan cermat sehingga pemahaman tentang drama ini memang betul-betul anak-anak pahami. Bagi seorang guru, keberkahan ilmu dalam pemahaman akan materi itulah yang sangat diharapkan.

Tadi, belum juga jadual untuk membuat naskah drama, karena hari ini anak mempraktikkan ekspresi wajah dan belajar berakting secara sederhana, mereka sudah mencoba menulis naskah. Dengan malu-malu anak duduk di kursi patnerku dan menutup kertas naskah yang sedang dia buat dengan temannya. Sebelumnya, kedua anak ini pernah meminta untuk membuat drama dan mereka berani tampil di depan kelas. Subhanallah ! Anak zaman sekarang memang berbeda dengan anak pada zamanku yang pemalu ini😆

Dulu, kebanyakan anak-anak kalau disuruh nyanyi pada diem, eh, sekarang kalau disuruh nyanyi…kalau nggak telinga kita jengah, mereka belum mau berhenti. Apalagi di kelasku, dibandingkan dua kelas yang satu tingkat, daya kompetisi antarsiswa sungguh luar biasa. Kalau sudah dimotivasi untuk ikut lomba, kelasku juaranya🙂

Kembali lagi ke drama, aku mulai mengajarkan mereka drama yang tidak menggunakan naskah. Sebelumnya aku ceritakan dulu tokoh-tokoh yang ada di dalam drama berikut juga penokohannya. Aku pun menceritakan alur cerita yang akan mereka lakonkan. Ternyata, dalam berapa menit, mereka sudah bilang kami siap tampil, Bunda. Nah, apa yang mau aku katakan? Secepat itu….Ya, aku persilahkan mereka untuk tampil. Ada beberapa kekurangan dalam penampilan mereka. Aku yang pura-pura jadi sutradara (sutradara amatir:mrgreen: ).

Ya, meski tanpa naskah, mereka sudah bisa improvisasi. Untuk anak SD, aku rasa mereka jauh lebih beruntung daripadaku dulu. Dulu, buat drama aja nggak bisa, apalagi mau PD nampil di depan kelas. Aku harus buat perbedaan. Zaman sekarang adalah zaman yang berbeda denganku dan aku tidak ingin anak-anakku menjadi sepertiku. Ada harapan besar pada mereka. Ada tanggung jawab yang ekstra untuk membuat ilmu yang ada menjadi ilmu yang memberi berkah bagi sesama.

Sukses untuk anak-anakku, semoga agama, negara, keluarga, dan diri kalian bangga karena mampu memberi konstribusi untuk semua. Hidup ini penuh persaingan, yang pandai, tapi kurang mampu menggunakan keahlian yang ada di dalam diri. Tak jarang dari mereka yang ‘kalah’ dalam hidup.

Rugilah rasanya bila kita tidak memanfaatkan semua yang Allah berikan padakita untuk dikelola dengan sebaik-baiknya. Beruntunglah orang yang dengan segenap kemampuannya bisa menjadi penyemanggat dan inspirator orang lain.

^_^

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

11 Balasan ke Mulai Bermain

  1. Ifan Jayadi berkata:

    Anak2 sekarang memang perlu diransang kemampuan seni dan sastera dengan cara mengeksplorasi bakat alami yang mereka miliki

    Suka

    • Meliana Aryuni berkata:

      Menggali potensi yang ada pada diri anak mmg tidak mudah karena mereka belum menyadari potensi besar pada diri mereka. Mencoba membuka diri dalam setiap kegiatan dan perlombaan membuat penyadaran pada kemampuan terpendam mereka….

      Suka

  2. Ping balik: Award Jiwa Sukses « Batavusqu

  3. Haryanto berkata:

    anak-anak memang harapan masa depan, harusnya kita berusaha memberikan yang terbaik untuk meraka

    Suka

  4. Asop berkata:

    Senangnya ya bermain…..🙂

    Suka

  5. kang ian berkata:

    wah hebat y sekolahannya sangat kreatif sekali pembelajarannya ^^

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s