Kalau nggak bisa turun, nggak usah naik :(

“Siapa suruh naik kalau nggak bisa turun….”

Hehehehehe…Tulisanku kali ini tentang kucingku yang bernama Nitu. Sudah lama nggak posting tentang Nitu. Ya, dia sih sibuk keluar terus, tapi meskipun begitu dia selalu ingat sama aku:mrgreen: Ya, ingetnya waktu dia nggak bisa turun doang. Meong…meong mo minta diturunin dari atap dapur. Kebisaan jeleknya itu lho yang kadang buat aku sebel sampai-sampai aku bilang sama dia,” Makanya kalau nggak bisa turun, jangan naik loteng,” kataku. Hups, kucing kan nggak bisa ngejawab, tapi dari raut wajahnya yang manis itu aku tahu dia meng’iya’kan, tapi terus dia mengeong kembali.

Image and video hosting by TinyPic

“Tapi, disana kan banyak temanku,” sambil melenggos menjauhiku. Dasar Nituuuuuu. Nitu memang seperti itu, dia nggak betah kalau ngga punya temen, kita juga seperti itu kan. Niti tetaplah Nitu, meskipun dia punya sifat yang nggak pantas ditiru, apa lagi oleh manusia, aku tetap menyayanginya. Dia bisa mengambil hati😆 Tahu nggak gimana cara Nitu mengambil hati semua orang di rumah❓ Pada nggak tahu kan?

Oke, ni aku kasih tahu. Dia itu kalau ada maunya langsung mendekat. Pertama-tama, dia liatin dulu tuh muka orang. Secara instingtif  Nitu bisa merasakan orang yang bisa memenuhi keinginannya. Kalau dia udah merasa,” Yah, ni orang bisa aku ajak kerja sama. Aku akan coba membujuknya,” kata Nitu. Hoh, sepertinya aku ngerti sekali ya dengan Nitu, bahasa kucing gitu. Nggak juga hehehehe.

Yang kedua, dia akan menggeserkan badannya atau kepalanya ke tubuh sasaran. Wuah… Udah, tinggal tunggu reaksi. Kalau dia mendapatkan respon yang positif, misalnya nih lehernya dielus balik. Dia akan melancarkan serangan berikutnya, dia akan mijit. Nah, pernah dengar kucing suka mijit, ya Nitu bisa juga seperti itu.

Selanjutnya, Nitu akan mengeong kembali, terus matanya melihat ke arah yang dia inginkan, misalnya dapur. Sambil berjalan ke arah dapur, Nitu menoleh ke arah mangsanya. Ternyata Nitu tidak suka tikus, dia suka manusia, Teman:mrgreen: Itulah kelebihan Nitu, nggak suka tikus atau daging mentah. Maunya higienis, ckkckckckck. Kalau keinginannya dah terpenuhi, dengan melenggang dia duduk di depan TV,trus bersih-bersih gitu.

Pernah Nitu ngambek, orang nggak ada di rumah. Waktu emak pulang, jam 3 sore. Dia mengeong, terus emak kasih makan, bukannya mendekati tuh piring, eh dia malah langsung lari. Kalau nggak ada teman, dia suka maen kejer-kejeran sendiri. Walah, kalau yang ini sulit untuk dihentikan. Sekali diajak maen, dia maunya maen terus. Kita aja yang kewalahan. Kalau kita mau minta berhenti, dia terus mengeong. Ah, Nitu seperti anak kecil aja.

Katanya emakku, Nitu itu si primadona kampung kami. Lagi-lagi  aku tersenyum. Aku pikir iya juga sih, kalau liat tuh wajahnya yang imut (tapi dia udah tua lho) plus tingkahnya, pantes kalau dia jadi rebutan. Tapi, ternyata dia sudah punya pilihan, Teman. Mau tahu siapa pilihannya, si bulu abu-abu-putih, kucing tetangga. Aku lihatnya sih biasa aja, tapi dia sudah memilih itu. Aku rela. Setiap manusia boleh memilih, apalagi kucing seperti Nitu. Apa hubungannya ? Hayo, coba dicari deh hubungannya?💡

Ada banyak ilmu yang kita bisa dapatkan dari seekor hewan kecil seperti Nitu, jika kita mau memahami meski itu berasal dari hewan atau makhluk lainnya.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku. Tandai permalink.

12 Balasan ke Kalau nggak bisa turun, nggak usah naik :(

  1. abu ahmad berkata:

    nitu….
    kau manis dan lucu…
    baju bulu yang lembut itu…
    menjadikan tuanmu selalu rindu…

    nitu…
    kesinilah jangan malu malu…
    q siapkan ikan khusus untukmu…
    minggu ini special menu ajaklah teman temanmu …

    nitu….
    ada apa dengan mu kenapa murung gitu….
    bukankah semuanya sudah disitu…
    ikan goreng, nasi dan minum susu…

    nitu…oh…nitu….
    kini q tau…kau merindukan si abu abu …
    tuh dia sudah menunggumu didepan pintu…
    ajaklah si abu abu, rayakan hari ini kondanganmu…

    salam buat nitu ya…

    Suka

  2. BENY KADIR berkata:

    Ada banyak pelajaran yg dapat kita petik dari perilaku binatang,Bu Mel.
    Salah satunya, ya yg tidak mau turun dari loteng itu.
    Terkadang manusia keenakan bila berada pada posisi di atas,enggan mau turun ke posisi di bawahnya kalo belum terpaksa,hehehe

    Suka

  3. didot berkata:

    lucu banget sih😀

    setuju kalo kita selalu bisa belajar sesuatu dari hewan lain ,dan harusnya manusia lebih baik dari binatang sifat2nya…

    Suka

  4. Kakaakin berkata:

    hahaha…
    Si Nitu nih emang sok berani, berani manjat-manjat tapi takut turunnya🙂
    Kucing di rumah ibuku suara meongnya nyaring banget, jadi heboh banget kalo dia kelaparan.

    Suka

  5. ian berkata:

    jadi keinget mel, My Orange Cat🙂

    meski kadang jengkel, pas tidur ngusel” aja, tapi aku tetep sayang ma hewan berbulu lembut itu😉

    Suka

  6. Ibhe berkata:

    Kucing saya juga mijit😀
    jadi kangen sama Luna, kucing saya..😦
    Kadang saya minta mama saya kirim fotonya Luna vie email, sebagai pelepas rasa kangen :p
    Nanti kalau pulang mau peluk :))

    Salam dari Makkah😀

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s