Pertemuan Sore dengan Seorang Anak

Seorang anak mendekati dengan senyum manisnya, namanya Nadia. Wajah imut dan lugunya seolah mengajak agar dia dan aku berbicara dan berkenalan. Aku mengetahuinya. Sebelumnya, aku melihat matanya tertuju ke arahku. Aku pikir mungkin karena aku mirip umminya. Aku tersenyum dengan semanis mungkin (cieee…bukan maksud hati ni lho) untuk membalas senyum malu-malu anak berusia sekitar 7 tahunan yang baru kutahu dia ternyata sudah kelas 2 SD.

Tertegun aku ketika tahu dia sudah di belakangku dan langsung mendekati bangkuku, yang tidak berjauhan dari abi dan umminya padahal waktu itu masih diskusi. Ya, diskusi yang sedikit membosankan. Dengan perlahan dan tanpa suara aku membuka video kartun yang aku download. Eh, ternyata dia bilang.

“Amma, lagi dong.” Tak menyangka mendapat sambutan yang begitu berkesan itu, aku melihat wajahnya. Lucu, imut, dan cantik. Wajah polos itu berkata, ” Amma, nanti boleh nggak minta filmnya ?” Dengan malu-malu dia menghampiri umminya lalu kembali lagi ke kursiku.

” Amma kata ummi nama amma Meli ya ?” Tanyanya lalu kujawab dengan annggukan.

“Emang namanya siapa, sayang ?” Aku balik bertanya.

“Nadia, Amma.”

” Oh, Nadia. Boleh, ntar amma copy ya,” kataku. Dia masih di belakang kursiku. Di ruangan itu hanya dia sendiri anak kecil, yang lainnya sudah tua.  Sebelum pulang, Nadia mengucapkan terima kasih dan tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku. Aku terpesona🙂

NB :

Sebenarnya tidak sulit mendekati anak-anak dan orang lain….Bagiku, mendekati anak-anak lebih mudah dibandingkan mendekati orang dewasa. Melihat kesukaan mereka, tanpa memaksa. Mungkin itulah kuncinya.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku. Tandai permalink.

12 Balasan ke Pertemuan Sore dengan Seorang Anak

  1. setitikharapan berkata:

    Sip, ada teknik tersendiri untuk mendekati anak-anak mbak. Mereka berteman kepada siapa saja tanpa persepsi. Jadi lebih gampang mbak.

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Di sekolah, Mbak ada anak yang didekati dengan cara selalu dibuat nangis n ditakut-takuti….juga terkesan memaksa. So….bukannya si anak seuneng malah klo liat tuh temen langsung nangis….

      Suka

  2. kucingkeren berkata:

    frekuensinya harus sama dulu, baru bisa bergaul sam anak-anak… susah2 gampang ya sis..

    Suka

  3. BENY KADIR berkata:

    Begitulah seorang anak,Bu.Mereka polos dan tulus berhadapan dgn siapa pun.
    Tergantung bagaimana kita bisa menanggapi keinginannya.
    Keramahan yg terpancar dari hati penuh cinta membuatnya nyaman dan ingin akrab.
    Terimakasih,sudah berbagi hal yg satu ini.

    Suka

  4. alisnaik berkata:

    anak kecil memang masih polos dan lugu😀

    Suka

  5. Kakaakin berkata:

    Wah, kalo di tempat kerjaku nggak mempan.
    Baru di pegang aja udah pada nangis:mrgreen:
    Tapi mungkin itu karena mereka lagi sakit ya…
    Karena banyak juga anak2 yang setelah mereka dirawat dan sembuh, mau aja bercanda dengan para petugas🙂

    Suka

  6. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Hilangkan bahasa lebih mudah mendekati anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa, karena bunda nanti akan sulit mencari pasangan lho. hehehe saran gila
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s