Makanan…Itukah yang Dia Mau ?

Seekor kucing mendekati tuannya. Dia mengeong berkali-kali, tapi tidak ada respon dari tuannya. Tuannya pun cueks dengan si kucing. Tuannya pikir si kucing mungkin merindukannya karena seharian ini dia tidak bertemu dengan tuannya. Si tuan hanya mengelus sebentar lalu sibuk dengan aktivitas yang lain.

Tak peduli dengan sikap acuh si tuan, si kucing mengikuti tuannya kemana pun berada. Tuannya ke kamar, dia ikut ke sana. Tuannya ke ruang tamu, dia langsung menuju kesana. Tuannya bingung lalu memberi makan si kucing. Tuannya memberi makan lalu berlalu kembali. Dengan penuh percaya diri si tuan mendekati si kucing dan berdialog dengannya.
” Sekarang maunya apa ?” Tanya si tuan. Si kucing menjawab dengan ‘Eong….’ dan wajah yang penuh tanda tanya.
” Tadi sudah dikasih makan, kok masih ribut aja sih,” kata si tuan.
Diamati lagi wajah si kucing dan dielusnya leher si kucing. Lambat laun, si kucing mulai terpejam. Dia tertidur. Pulas di samping tuannya.

Begitulah….Kadang teman, sahabat, atau orang yang kita anggap dekat dengan kita pun tidak tahu dengan apa yang kita inginkan. Satu kata ‘komunikasi’. Jika saja si kucing bisa menyampaikan kepada tuannya dengan lisan, maka… ? Jika saja si tuan mengerti dengan kemauan si kucing, maka… ? Mereka menganggap itulah yang kita inginkan, tetapi sebenarnya itulah yang tidak kita sukai.

Banyak kisah serupa yang bisa kita angkat dari kisah-kisah hewan. Pelajaran yang tidak kita dapat di bangku sekolah ternyata membawa manfaat di kehidupan kita.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi dan tag . Tandai permalink.

7 Balasan ke Makanan…Itukah yang Dia Mau ?

  1. elia|bintang berkata:

    salah pengertian, itulah yang sering terjadi. namun semakin dekat kita dengan seseorang, salah pengertian itu bisa diminimalisir kok😀

    salam kenal yah!

    Suka

  2. Kakaakin berkata:

    Sama tuh dengan ayam di samping rumahku…
    dikasih jagung, nggak dimakan. Trus dikasih bama, kali’ aja bama enak bagi ayam kampung, eh…tetap nggak dimakan.
    Trus dikasih nasi sisa, dipatuk dikit aja…
    Jadi bingung… tuh ayam sebenarnya mau makan apa? Hehe…:mrgreen:

    Suka

  3. goonet berkata:

    wah…nasi kucing tuh makanan khas solo, sering kali q diner dengan nasi kucing terkadang nasinya habis tingal kucingnya doank…ya udah makan aja tuh kucing…

    ada kisah nyata…percaya ngak percaya…dulu ada seorang yang kucingnya banyak banget…ada yang berlang…ada yang klawu…ada yang hitam, putih, merah…banyak deh jenisnya…pada suatu hari dirumahnya ngak ada lauk….sekejap ide nasi ama kucing…lalu dipilihlah diantara kucing kesayangannya yang gemuk….kemudian…miyong….penuh deh sewajan…katanya sih…gurih…kayak kelinci…siapa yang mau ikutin jejak tuh orang….jadi pemburu kucing….

    Suka

  4. alisnaik berkata:

    kayaknya si kucing perlu diajari bahasa Indonesia. hehe..

    memang hewan menyimpan sejuta cerita dan hikmah, bu guru😮

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s