Harga dari Pertemanan Kecil ini

Aku punya cerita tentang sepupu kecilku, aku panggil dia dengan Bela. Dia masih kelas 4 SD, tapi fostur tubuhnya hampir mirip anak kelas 5 SD. Dia lahir di Palembang dan 6 tahun tinggal di Bandung. Setelah SD, dia dan keluarganya pindah ke Palembang (sekarang tinggal pada suatu daerah di Palembang). Dulu, sebelum dia pindah ke Palembang (ketika Idul Fitri) dia selalu main ke rumah. Aku tidak begitu tahu apa yang menyebabkan Bela sampai sekarang kalau main ke rumah pasti mencariku. Sepertinya, Bela sudah terikat hatinya denganku:mrgreen:
“Uwak, yuk Meli sudah pulang belum ?” Tanyanya pada emakku. Jika dia tahu aku sedang tidak ada di rumah, dia langsung pulang.

Memang Bela anak yang supel. Dulu, ketika usianya masih TK, sewaktu mengunjungi neneknya di Palembang, dalam sehari dia sudah mempunyai banyak teman, termasuk berteman denganku. Yah, dulu aku mempunyai banyak teman anak-anak, sekarang pun sama😆 Kalau lihat teman di FB-ku, wah….hampir 80% temanku adalah anak-anak, aku menikmatinya dan bersyukur.


Sebenarnya tidak banyak yang aku lakukan untuk sepupu-sepupu kecilku. Aku hanya mengajaknya bermain. Aku buat mereka gambaran, ah aku ingat dulu sewaktu zaman SMA….Betapa banyak gambaran yang aku buat untuk sepupu-sepupu kecilku itu. Gambarannya berkisar gambar Disneys (Mickey-Minnie, Pooh, Sailormoon, Mc Donald, Guffy, Garfield). Ternyata, dengan keahlian yang sedikit itulah, setiap hari sepupu kecilku datag membawa kertas dan krayon ke rumah hanya untuk minta dibuatkan sebuah gambar. Kalau tidak karena sayang dan tidak ingin membuat mereka kecewa, aku tidak akan menggambar. Ya, aku berusaha menyenangkan mereka. Ujung-ujungnya kalau mereka tidak nonggol di rumah, sepi rasanya.😦

Hari ini, Bela datang ke rumah. Tahu tidak apa yang dibawanya ? Gantungan kunci, kecil berbentuk kupu-kupu, terbuat dari karet. Satu lagi, gantungan kunci juga, terbuat dari plastik bergambar kartun anak yang sedang membawa boneka Teddy Bear. Oh, iya, Bela juga memberikanku gambar yang di dalamnya ada gambar kartun wanita berjilbab sedang tersenyum. Itulah aku hihihihi (mirip nggak ya, ah nggak masalah nggak mirip).
” Yuk, tapi nggak diwarnai, nggak pa-pa kan ?” Katanya.
” Ya Allah, Dek. Ini kan sudah bagus,” kataku sambil tersenyum mengambil gambarnya.
Bukan hari ini saja Bela memberiku hadiah. Sebelumnya, Bela telah memberikan gambar-gambar buatan anak SD, yang lucu-lucu. Gambaran unik yang dibuat oleh seorang Bela, yang kusimpan baik-baik di atas meja belajar. Ada 2 gambar pemandangan di desa, gambar bangunan rumah bertingkat 2, dan yang paling aku suka adalah gambar kepala boneka kucing tanpa badan, hanya ekornya saja sedang tersenyum menjulurkan lidahnya. Ah, gambaran yang paling kusuka.

Ketika tahun baru Islam, Muharram, tiba-tiba aku melihat secarik kertas di depan kamarku. Aku ambil, ternyata kertas itu berasal dari Bela. Isinya sederhana ‘ Selamat tahun baru masehi 2010. Selamat tinggal 2009 dan selamat datang 2010’. Sesederhana itu, tapi aku menghargai pemberiannya. Bela….

Mungkin ceritaku tentang Bela itu termasuk hal yang biasa saja bagi banyak orang, tapi bagiku kisah itu akan menjadi sesuatu yang sangat berarti karena telah mengisi ruang hatiku.

Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan dalam tulisan kali ini.
Ketika kita hendak bergaul, dengan lingkungan apa saja dan siapa saja, ada yang harus kita lakukan. Usahakan mengikuti alirannya, tanpa terbawa arus. Begitu juga halnya jika bergaul dengan anak. Aku ingat cerita teman.
” Dia kalau ngeliat si A pasti langsung nangis atau memalingkan wajahnya,” kata seorang teman.
” Masak sih, kan tiap hari ketemunya,” kataku ingin tahu.
” Lah, kalau setiap hari dipaksa untuk dicium atau digendong, anak tidak akan suka,” lanjut temanku.
” Apalagi kalau ditakut-takuti,” temanku melanjutkan kembali.
Benar, aku bisa merasakan perbandingan anak yang baru dikenal yang diperlakukan dengan biasa saja, tanpa kontak fisik langsung (menyentuh) akan lebih diterima anak.

Anak sedang menyesuaikan diri dengan siapa dia akan berhadapan. Sama halnya dengan kita, anak memiliki pertahanan diri untuk menghadapi sesuatu yang tidak dia sukai. Jika anak sudah merasa nyaman, dia yang akan mencari.

Tadi, sebelum dia pulang, katanya dia mau pulang sore ini. Bela menempelkan sebuah kertas kecil yang bertuliskan ‘Thanks’ dengan gambar hati. Oh, si kecil Bela sudah membuatku merasa bahagia🙂

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Syair Hati dan tag , , . Tandai permalink.

26 Balasan ke Harga dari Pertemanan Kecil ini

  1. sauskecap berkata:

    wah asik donk punya banyak temen anak SD, aku suka jajanan SD nih, sapa tau kalau punya banyak teman anak SD bisa dibeliin…

    Suka

  2. BENY KADIR berkata:

    Beginilah nikmatnya bersabat dgn anak ya,Bu.
    Semua dijalani penuh ketulusan.

    Baru mampir Bu, setelah lama tdk berkunjung ke sini.

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Benar,Pak….Kadang klokita marah (di mulut aja), dalam hati ga….apalagi klo waktu kita marah ada aja yang mereka perbuat, ketawa deh….Saya juga belum berkunjung lagi kesana,Pak….

      Suka

  3. sunarnosahlan berkata:

    penyesuaian diri selama itu positif maka tak masalah

    Suka

  4. alfarolamablawa berkata:

    Sahabat memang sangat berharga ya…
    Mba Melia juga hebat, membina pertemanan dari SD hehehe…waw
    awesome!!

    Suka

  5. namanya juga anak kecil…apa yang mereka suka pasti dicarinya bahkan mereka akan memperjuangkan sampai mendapatkan apa yang mereka harapkan kalau perlu menangis sejadi jadinya….pantang menyerah…itulah karakter anak

    coba bayangin kalau balita pada nyerah latihan jalan…jatuh dikit nyerah…ngak bakalan kita semua bisa jalan….

    coba kalau balita ngak dibekalin alarm otomatis berupa tangisan…lapardiam, pipis diam, haus diam….tau tau diam selamanya…apa ngak repot tuh…sungguh banyak hikmah dibalik dunia anak anak

    kita bisa belajar dari masa kanak kanak dulu…terkadang yang sudah dewasa lupa dengan masa anak anaknya…sedikit terpaan angin kehidupan dah putus asa…sekali nyoba gagal dah ngak mua melanjutkan….

    sayang anak…sayang anak…

    Suka

  6. rhany maniezzz berkata:

    hmmm….baco tulisan ayuk tentang anak2…jd pengen jugo nulis ttg pengalaman mei dgn anak2…walopun dk banyak…tp mei sepakat…dgn ayuk…
    “Anak sedang menyesuaikan diri dengan siapa dia akan berhadapan. Sama halnya dengan kita, anak memiliki pertahanan diri untuk menghadapi sesuatu yang tidak dia sukai. Jika anak sudah merasa nyaman, dia yang akan mencari”

    Suka

  7. penyukaartikel berkata:

    o.. wajar kl sepupu q yg msh kecil slalu menghindar kl dideketin, krn aq sering mmaksa utk menggendongnya.. *baru nyadar nih🙂

    Suka

  8. Mamah Aline berkata:

    betul sekali mba, aku punya ponakan yang deket banget mungkin karena aku selalu mengapresiasi apa yang menjadi minatnya, tanpa harus memaksa dia supaya dekat

    Suka

  9. Kakaakin berkata:

    Hehe… kalo pengalamanku dengan anak kecil di puskesmas adalah kami dianggap orang yang menakutkan🙂
    Tentu saja, karena kami berkali-kali ‘menyiksa’ mereka (memasang infus, menyuntik), jadinya sangat sulit mengambil hati anak kecil.
    Namun ada juga sebagian anak yang bukan penakut, sehingga mudah akrab dengan petugas.
    Mereka memang unik…😀

    Suka

  10. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Selamat pagi, mohon izin menempatkan berita louncing blog saya yang baru, semoga berkenan
    http://isro-m.com/
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  11. afan aja berkata:

    hah maksudny muka serem mbak ?! bukanny mlh sbalikny mbak, menyejukkan dan brcahaya.. hehe

    Suka

  12. Bunda Meli memang penyayang sama anak-anak.

    Suka

  13. penyukaartikel berkata:

    Jangan punya muka serem, maksudny mbak ?! Bukanny mlh sebalikny mbak, menyejukkan dan brcahaya….. cahaya merah, kuning, hijau dilangit yg biru..😀

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s