Ketergesaan

Pencerahan !

Photobucket

Malas…Ah, rasanya sifatku banget deh 😳 , tapi klo diikuti, ih….bisa berabe tuh. Kerjaan banyak, jadi numpuk-numpuk terus. Nah, kalau sudah numpuk, ngerjainnya tergesa-gesa apalagi dikejar deadline. Apa yang menjadi kendalanya ? Yuk, kita lihat permasalahan yang ada tersebut dari kacamata orang awam (orang biasa). ❓

Sifat manusia yang tergesa-gesa itu ternyata sudah menjadi fitrah manusia sejak dilahirkan di dunia. Seorang bayi tergesa-gesa meminta ibunya segera mendatanginya jika dia merasa haus/lapar.
Allah mensinyalir ketergesaan manusia itu dalam firman-Nya :

” Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya. “

(QS. Al Anbiya’ (21) :37 )

Ingat kisah Nabi Khidir ? Yang dengan ketergesaannya, Nabi Musa berhenti mengikuti perjalanan nabi Khidir untuk mendapatkan ilmu ? Ketergesaan itu juga membawa masalah, tapi mengapa kita sering melakukannya padahal kita tahu bahwa hal tersebut tidak baik bagi kita ?

Timbulkan kesadaran diri bahwa ketergesaan itu tidak baik meskipun untuk sampai pada tahap sadar itu tidak mudah. Ketergesaan membuat kita mau dan mampu mengambil sikap secepatnya. Sekedar ilustrasi, kalau ingin membuat rumah dengan cepat, mudah, tapi apakah kualitasnya akan sama dengan rumah yang dirancang dan dibangun dengan perkiraan yang memerlukan pemikiran yang matang ? Tentu saja tidak kan ?

Menara Eifel-Paris tidak dibuat dengan ketergesaan. Apa yang akan terjadi jika menara itu dibuat tanpa perhitungan ? Hanya maunya tinggi saja? Asal tinggi, yang penting tidak ada yang menandingi.
Ketergesaan yang berasal dari adanya keinginan yang besar dari dalam diri tanpa pemikiran yang yang terencana. Akibatnya, byuaaaarrrrr !

Ya, sekedar menasihati diri sendiri sih, bahwa masih banyak yang harus dipelajari. Mengingatkan kembali pada diri ini bahwa syaithon datang pada sifat dan kebiasaan tergesa-gesa. Sholat yang tergesa-gesa, keputusan yang tergesa-gesa, makan yang tergesa-gesa, semuanya deh…. Pokoknya, belajar tidak tergesa-gesa mulai sekarang dan kita lihat saja dampaknya nanti 🙂

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Nilai2 Islami. Tandai permalink.

28 Balasan ke Ketergesaan

  1. Kakaakin berkata:

    Bener banget nih, sifat tergesa2 juga kerap menghampiriku. Pernah nggak tidur semalaman gara2 nyusun laporan yang diminta oleh bos beberapa hari sebelumnya 😦
    Mesti belajar lagi nih…

    Suka

  2. Indra wardana berkata:

    Ak jg lagi tergesa2 nih, tergesa2 lulus kuliah!hehe..

    Kunjungan pertama
    Salam hangat..

    Suka

  3. mei maniezz berkata:

    iyo yuk,sepakaaaaaatttt!! Dlm bhs dusuny…’not in a hurry’…smg qt senantiasa bs mengamalkny,,

    Suka

  4. mei maniezz berkata:

    jiiiiaaaaahhhhh…ayk t wong dusun yg lahr n besar d kota…jingok b diri ayk d cermin..qiqiqi..peace..yuk!!

    Suka

  5. setitikharapan berkata:

    Sebenarnya awal dari ketergesaan kita adalah rasa malas. tapi kenapa ya penyakit yang satu ini susah banget ngilanginnya. Ada tips mbak..?

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Sama,Mbak juga sering kayak gitu….Ya, suka ngulur2 waktu De’….Klo Mbak sih lebih ke motivasi diri sendiri aja bahwa banyak kerugian dari ketergesa-gesaan (coba aja data berapa banyak kerugiannya) dan waktu itu memang berharga….

      Suka

  6. Tergesa-gesa juga bisa bikin suasana jadi kacau. Orang yang tergesa-gesa dalam pekerjaan tak akan pernah bisa berdamai dengan hatinya. So, mengutip pepatah orang Jawa, alon-alon asal klakon saja.

    Suka

  7. sunarnosahlan berkata:

    kergesaan tak jarang akibatnya ada yang terlewat, istilah jawanya kebat kliwat

    Suka

  8. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Selamat siang Bunda Meli, selamat beraktivitas hari ini semoga tetap sukses dan sehat ya Bund
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  9. katakatalina berkata:

    manusia maunya instan. termasuk saya. jadi merasa tercerahkan kembali setelah baca artikel ini. makasih ya….
    dan,
    segala sesuatu selalu indah pada saatnya. 🙂

    Suka

  10. alfarolamablawa berkata:

    Kena bgt sama saya Mba.
    Membaca tulisan diatas, rasanya banyak yang perlu diubah dalam diri saya.

    Suka

  11. darahbiroe berkata:

    berkunjung n mohon kunjungan baliknya… makasihhh

    Suka

  12. Bhirawa berkata:

    Semoga hari ini lebih baik dari kemarin.
    Jika hari ini sama dengan kemarin berarti rugi
    Jika hari ini lebih jelek dari kemarin berarti celaka.
    Oleh karena itu kita harus selalu meng-upgrade diri agar menjadi manusia yang beruntung.
    Salam hangat dari Surabaya

    Suka

  13. Siti Fatimah Ahmad berkata:

    Assalaamu’alaikum Meliana

    Tulisan yang menarik dan penuh dengan manfaat untuk difikirkan. apa yang boleh diambil dari iktibar ketergesaan manusia seperti yang dicanagkan oleh Allah swt adalah supaya manusia harus belajar banyak bersabar dalam melakukan sesuatu perkara. Jika ketergesaan menjadi habit, pasti dunia akan hancur sebelum saat kiamat sebenar dilancarkan Allah swt.

    Salam manis selalu buat Meliana dari bunda di Sarikei, Sarawak.

    Suka

  14. KutuBacaBuku berkata:

    ayo yang masih suka buru2 … asal jangan terlalu klemer2 klo kata orang jawa mah, lenje, lamban kalau bekerja. Jadi jangan tergesa2, tapi harus sigap dan tetap waspada, halah … just add the nice post up there ^^

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s