Antonio Syafei, itu Namanya

Hari pertama masuk sekolah…

Ada cerita yang membuatku geli sendiri kalau melihatnya. Cerita ini tentang seorang anak yang bernama Anton. Anak berpostur kecil, kurus, berambut keriting, lincah, dan mempunyai tahi lalat di atas bibirnya ini mempunyai kesan khusus bagiku. Dia lahir sebagia anak bungsu. Jarak usia dia dengan kakaknya lumayan jauh. Tingkahnya kadang terlihat manja, namun berkat didikan keluarganya, Anton tampil menjadi anak yang mandiri, suka mendengarkan nasihat dan melaksanakan apa yang dinasihati, sudah mulai bertanggung jawab pada diri sendiri dan kelas.

Begitu pun ketika sholat berjamah Zuhur dan Ashar di kelas. Anton tidak segan- segan berkata, : Ayolah, tertiblah. Nanti waktu istirahat kita habis !” Aku yang duduk di meja kerjaku tersenyum dengan celotehan ringan itu. Mereka biasanya segera tertib dan sholat pun bisa dimulai.

Di antara anak yang lain, Anton-lah yang selalu mengisi buku mutabaah yaumi (kegiatan harian : sholat 5 waktu, sunah, dan kebaikan-kebaikan lainnya). Subhanallah, tanpa harus diberi tahu, dia melakukannya. Hanya dia sendiri yang melakukannya lho ! Kalau pun ada, anak-anak biasanya diingatkan terlebih dahulu. Sebenarnya, sudah sering diingatkan, tapi ya dasar anak-anak, mereka selalu saja lupa untuk mengisinya. Syukurlah, masih ada anak yang tetap dengan penuh semangat mengisi buku itu.

Alhamdulillah tanggung jawabnya untuk sholat 5 waktu di rumah dan sekolah tidak pernah dia lalaikan. Ibunya melaporkan semua tingkahnya. Ada sisi kekanak-kanakan yang pasti ada pada diri seorang anak. ๐Ÿ™‚

Upacara (lebih mirip apel pagi sih sebenarnya karena beberapa kegiatan upacara tidak dilakukan disini) pada awal masuk semester genap ini membuatku enggan mengikutinya, tapi ketika melihat wajah-wajah yang ceria itu aku menjadi senang. Senyum mereka merekah secerah matahari pagi. Anton berdiri di barisan kedua. Ketika pembina upacara memberi aba-aba,” Yang tertib boleh masuk kelas duluan.” Anak-anak langsung merapikan barisannya dan tidak ribut. Di barisan kelasku, seorang anak mencoleh Anton dari belakang. Spontan Anton marah dan mengibaskan tangan yang mencoleknya, lalu dia menoleh ke belakang dan menunjukkan bibirnya yang manyun. Setelah itu dia diam. Teman yang mencoleknya pun ikutan diam. Aku yang berdiri di barisan belakang anak dan di samping rekan guru tersenyum. Tingkah mereka inilah yang sering mengisi hari-hariku di sekolah.

Ya Allah, ya Rahman, kasihilah generasi-generasi ini dengan kasih sayang-Mu. Berikan mereka benteng untuk berjuang di masa depan dengan kehidupan yang semakin kacau.
Peliharalah mereka dari kerusakan teknologi
Buatlah mereka berpikir kemanfaatan teknologi untuk kebaikan
Bantulah kami memperbaiki tingkah laku kami
Jangan jadikan hati kami keras untuk menerima masukan dan nasihat
Jangan jadikan kami sebagai orang-orang yang menuhankan logika dan sebagainya
Biarkan keyakinan di dalam hati kami tetap terjaga, ” Engkau Illah kami.”

Iklan

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah. Tandai permalink.

11 Balasan ke Antonio Syafei, itu Namanya

  1. kepala dua berkata:

    anak adalah amanah dari Allah. mereka didesain untuk hidup dizaman mereka sendiri, kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah memberikan nama yang baik, mengajarkan Alquran dan menikahkan ketika tiba waktunya.

    wahai anak ku janganlah engkau menyekutukan Allah karena menyekutukan Allah itu adalah kedholiman yang amat besar.

    wahai anak ku ketika engkau melakukan kebaika sekecil biji zaroh pun maka Allah akan memperlihatkannya walupun didasar bumi bagai semut hitam yang berjalan di batu hitam dalam kegelapan malam

    wahai anakku, janganlah engkau menancapkan paku dipohon karena ketika kamu mencabut paku itu akan ada bekas lubang padanya

    Suka

  2. Anton memang pantas jadi murid teladan, nih. Sayang, Bunda engga cerita tentang prestasi akademiknya. Tentu anak itu pintar, ya?

    Makasih udah komentari sinopsis novelku. Kalau ada waktu luang, simaklah setiap sambungan ceritanya baik-baik ya, Bu.

    Suka

  3. alisnaik berkata:

    selamat pagi

    anak yang berkarakter. hmm. hebat juga bung Antonn ini.
    saya turut mengamini doa bu guru

    terima kasih dan mohon maaf ๐Ÿ˜ฎ

    Suka

  4. yezi affan berkata:

    amin.. ya rabb

    Suka

  5. Kakaakin berkata:

    Ada tahilalat di atas bibirnya ya… mirip keponakanku ๐Ÿ™‚
    Tapi keponakanku bandelnya minta ampun, terlalu kreatip, sehingga setiap pulang sekolah nggak pake ganti baju langsung ke rumah tetangga mbantuin orang lagi mbangun rumah, kadang dia masang bata juga ๐Ÿ˜ฆ
    Ibunya jadi marah2, karena bajunya jadi kotor banget dan PR-nya jadi nggak dikerjain…
    Mudah2an keponakanku jadi anak yang pintar dan soleh…

    Suka

  6. Bowi Sabawi berkata:

    Anak-anak butuh keteladanan dari orang-orang disekitarnya terutama kedua orang tuanya.

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s