Perjalanan Singkat, tapi Menyenangkan ^_^

Perjalanan kami dimulai dari inisiatif beberapa guru yang ingin refreshing sebelum memulai aktivitas rutin di sekolah. Kesempatan ini tentu saja tidak akan aku sia-siakan, kapan kali bisa liburan dan tempat yang akan dituju adalah tempat yang memang dari dulu ingin aku datangi (selalu tidak dibolehkan ortu😦 —>>>😉 karena sekarang beliau sudah percaya padaku, aku dianggap kecil terus dan takut terjadi apa-apa). Sebentar lagi akan terwujud ! Pagar Alam adalah nama tempatnya.

Pagar Alam sudah terkenal di Indonesia dengan kecantikan alamnya. Ada hamparan padi yang baru ditanam dan genangan air di sawah.

Disini kami makan siang. Sejauh mata memandang, hijau dan ada itik yang mencari makan di lumpur bersama teman-temannya. Sayang sekali, waktu itu aku nggak kepikir menjadikan itik-itik itu sebagai model untuk foto-fotoku. Wuah, kesana lagi aja kale ya❓

Sebelum memasuki kawasan ini, kita akan melihat Gunung Jempol yang telah melihat kedatangan kita dari kejauhan. Untuk mengambil gambar ini, driver kita harus berhenti dulu. Kita harus berlari ke seberang jalan agar hasilnya bagus dan gunungnya kelihatan.
Inilah gambar gunung itu….

Ada orang yang menamai gunung ini dengan sebutan gunung telunjuk, tapi lebih banyakan yang menyebutnya gunung jempol. Dah, nggak usah dipermasalahkan, yang penting keduanya adalah nama-nama jari. Tanya lagi, jari tangan or jari kaki. Nah, pilih sendiri ya😆


Memasuki kawasan ini tidaklah mudah. Kita harus melewati jurang-jurang di kanan dan kiri jalan. Semakin ke atas, tikungan semakin tajam. Ada beberapa tikungan yang kelokannya 90 derajat. Subhanallah, serasa melewati tikungan kematian walau kita tidak tahu kematian itu kapan datangnya. Kita harus hati-hati melewatinya karena yang kita lewati adalah lereng-lereng gunung yang curam. Seringkali mobil yang kita tumpangi berpapasan dengan mobil orang lain, yang hendak menuju Pagar Alam. Ada sensasi mengejutkan dan menakutkan. Disanalah bayang-bayang kematian seolah menari di depan mata, namun Allah ingin memperlihatkan kuasanya dalam keindahan Pagar Alam.

Pagar Alam, kabupaten di Sumatera Selatan yang terkenal dengan alamnya yang indah dan ciri khas ‘dingin’ cuacanya. Ketika kami mulai memasuki daerah ini, kami sudah disambut dengan udara dingin yang sejuk. Aku jadi ingat waktu ke Bandung, ke Daarut Tauhid-Aa Gym. Dinginnya udara disana hampir sama. Sayangnya, air di Daarut Tauhid kalah dingin dengan air di Pagar Alam. Bedanya, di Pagar Alam, sejauh mata memandang…pohon-pohon hijau mengelilinginya.

Sebelum memulai perjalanan, kami melepas lelah dari perjalanan menuju ke sebuah vila, yang di depannya telah terhampar kebun teh dan Gunung Dempo sebagai latarnya. Inilah suasana di depan vila Gn.Gare.

Di samping vila, ada tugu ‘Kota Bunga’, yang terbuat dari alumunium dengan ujungnya lancip. (Fotonya ga diupload, karena jelek-jelek sih hehehe).

Waktu kami sampai di vila ini, mata kami langsung tertuju dengan ulah anak-anak ABG yang asyik ngetrek (aku paling tidak suka dengan kegiatan ini karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain, berisik juga). Aku paling tidak suka acara seperti ini, di akhir senja, seorang anak jatuh dari motor akibat ulahnya sendiri. Driver kami dengan sigapnya membawa mobil mengantarkan ABG tersebut padahal sewaktu kami datang seorang ABG memarahi driver (Om Yudi dan Om Anton) kami yang tidak sengaja menyenggol kotak rokoknya. Ternyata, tidak begitu lama Allah ingin membuktikan kebenaran dan melihat keikhlasan driver kami. Seorang ABG yang ngetrek mengalami kecelakaan dan Om Yudi dengan sigapnya langsung menghidupkan mesin dan pergi mencari bantuan.

Kami beristirahat sebentar dan sholat berjamaah di masjid. Setelah itu kami mencari makan. Disini susah sekali mencari makanan. Warung-warung kecil pun sangat sulit ditemui. Mungkin orang-orang disini rajin-rajin memasak, jadi kalau jualan….kayaknya kurang laku deh. Untuk makan saja kami harus keliling-keliling dulu. Kami ke rumah walikota untuk bertemu dengan wali siswa yang telah merelakan vilanya selama 3 hari untuk kami. Ah, dasar padahal perut kami sudah tidak sabar untuk diisi. Karena tawaran dari wali siswa, sampailah kami di rumah makan ala Sunda ini. Nama rumah makannya ARKA. Daftar menu ditawarkan kepada kami. Dengan antusias kami memesan apa yang kami inginkan.
Image and video hosting by TinyPic
Dibagian tempat laki-laki….Nah, kalian bisa lihat sendiri hasil akhirnya….semua makanan habis, ludes ga bersisa, tinggal duri ikannya doang. Kalau ada kucing, pasti suka deh dikasih hehehe. Ini kelaperan banget ya😆

Nah, ternyata bukan hanya pepohonan saja yang menjadi daya tarik tempat ini. Disini banyak sekali air terjunnya. Ada tiga air terjun yang tidak akan kami lewati.

Air terjun Curup Embun
Ada 3 air terjun pada satu kawasan (lihat saja di foto ini)

Coba lihat sebuah batu besar yang berada di dekat air terjun. Disanalah seorang peserta yang dengan antusiasnya menaiki batu, namun ketika hendak turun….Dia nggak bisa turun. Aku mau bantu, tapi nggak bisa apa-apa. Untungnya dengan sabar, dia bisa turun. Beberapa peserta terpeleset disini karena batu-batu besar yang dilewati berlumut, licin sehingga untuk berjalan harus hati-hati.
Untuk menuju lokasi, kita harus melewati tangan yang curam dan panjang. Wah, rasanya mo cepet nyampe, tapi ga bisa. Kaki harus melangkah meski rasanya….
Image and video hosting by TinyPic
Lihat aja jalannya, kami harus menuruni tangga ini. Tangga ini masih jauh ke bawah. Lihatnya aja sudah mumet, betul-betul perjalanan yang tak terlupa dengan lika-liku tangga seperti ini.

Air Terjun Mangkok
Air terjun ini mengalir dengan debit air yang tidak seberapa dibandingkan dua air terjun yang kami datangi.

Yang difoto itu temanku, namanya Bunda Fifin dan Bunda Robiah. Aku lupa memfoto air terjunnya saja:mrgreen:
Disini berdiri sebatang bakau, dengan akarnya yang menjuntai ke bawah. Seorang peserta mencoba bergelayutan pada akar itu. Jepret…jepret….hasilnya bagus sekali, persis manusia hutan itu lho hehehe.
Kami mencoba menikmati pemandangan pohon durian, yang buahnya masih kecil-kecil mengantung di dahannya. Disini pula aku menemukan bunga dahlia dengan kelopak yang tipis, berbeda dengan yang ada di Curup Embun (kelopaknya bertingkat-tingkat seperti mawar). Sebelum melanjutkan perjalanan, kami sholat dulu disini. Musholah yang apik dengan kanan dan kiri terbuka menghadap ke alam bebas.
Image and video hosting by TinyPic

Air Terjun Lematang

Disinilah, air terjun terbesar yang kami temui di Pagar Alam dan ada arena arum jeramnya. Untuk bermain, setiap orang hanya membayar Rp 5.000,00. Kita diajak merasakan langsung bagaimana rasanya diguyur langsung dengan air terjun. Kami dipandu oleh ‘manusia berang’ yang dengan lincahnya menaiki batu, berlari-lari jangan sampai kami terbawa arus. Hebat, perjuangan mereka dalam menjaga kami🙂

Pagi-pagi sekali sebelum beraktivitas, maksudnya jalan-jalan ke tempat air terjun:mrgreen: , kami berjalan-jalan menikmati keindahan Gunung Dempo, yang belum tertutupi awan.
Berfoto-foto sebentar di kebun teh ^_^ Lihat alamnya….Hemmm, segar dan sejuk
<img src="http://i50.tinypic.com/vy2qeo.jpg" border="0"

Kamera digital milik seorang peserta terjatuh di tangga ini dan tidak bisa digunakan lagi, tapi tenang kameraku masih ada. Padahal tuh kamera baru aja dibeli, khusu untuk jalan-jalan ini. Peserta itu berkata,"Mungkin aku banyak dosanya sehingga untuk aku harus merelakannya walaupun ada rasa ga rela." Wajahnya terlihat muram, tapi segera sirna. Tenang saja masih ada cara untuk mengabadikan momen ini. Masih ada kameraku dan kamera yang lain.😀

Inilah gambar yang kuambil dari kebuh teh. Mentari mulai muncul dengan warna jingganya di balik perbukitan.

Lihatlah, kita belum seberapa. Keberadaan kita hanya bagian kecil yang tak berarti bagi-Nya.

Kami juga tidak akan melewatkan kesempatan untuk berkunjung ke pabrik teh (walaupun hanya berfoto di depan pabriknya aja🙂 ). Ternyata harga teh di pabrik dan di toko biasa, yang jauh dari pabrik lebih mahal ya. Aduh, mestinya lebih murah, kan nggak butuh ongkos untuk ngebawanya. Curang….

Dalam perjalanan ini ada keterbukaan, ada kepedulian dengan sesama, ada tawa bersama, ada sedih bersama, ada senyum dan guyon bersama. Wah, perjalanan yang menyenangkan. Om Yudi berkata :” Inilah perjalanan yang paling berkesan yang pernah dialaminya selama di Al Furqon hehehe, mungkin karena ada sikap yang mencoba saling memahami satu sama lain. Yah, harus rela mengantar ke restoran hanya untuk mencari tempat untuk buang air😆

^_^

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku dan tag , . Tandai permalink.

16 Balasan ke Perjalanan Singkat, tapi Menyenangkan ^_^

  1. rhany maniezzz berkata:

    ya ela yuk….alangke dikitnyo tulisan ini…dak beraso baconyo….singkatttt nian…..kurang cakmano cak itu yuk…..tulis lagi be….hehehehehhehe

    Suka

  2. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    wadooohhh ga ngajak-ngajak nih bunda, padahal saya siap moto-moto yang ikut berlibur. Lain kali daftar ya bund.
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  3. ocekojiro berkata:

    Berwisata sambil mengagumi kebesaran Ilahi sudah banyak dilupakan pada masa ini, kebanyakan hanya untuk melepas kejenuhan dan hura2 saja.
    So… semoga semakin menambah keimanan kita, Amin

    Suka

  4. alisnaik berkata:

    selamat pagi.

    asyik banget nih jalan jalannya.
    nama gunungnya lucu, gunung jempol. hehe.

    di sumatra emang banyak banget ya air terjunnya. woohoo. hebat. subhanallah.😮

    Suka

  5. BENY KADIR berkata:

    Selamat pagi,Bu!
    Pemandangannya,asri ya,Bu.
    Saya terpesona dgn air terjunnya.
    Mantap,Bu.

    Suka

  6. Kakaakin berkata:

    Subhanallah… Indah banget ya alamnya…
    Sayang banget memang sekarang ini, jika ingin melihat keindahan alam, harus penuh perjuangan terlebih dahulu tuk mencapainya🙂

    Suka

  7. sunflo berkata:

    postingan yg hidup… banyak picsnya !! aq suka… ^^ indah banget yaa… mell ada ga di foto atas tuh??

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s