Cerita si Kecil Lewat Tuturan Teman

Secuplik kisah kecil dari kehidupan beberapa orang anak. Emang sih, bukan hanya beberapa anak dalam cerita ini saja yang mempunyai pengalaman yang kurang menyenangkan di masa kecilnya. Ada banyak anak di luar sana yang nasibnya tidak pernah kita bayangkan. Cerita ini aku dapat dari obrolan dengan temanku. Semoga kita masih bisa memberikan perhatian kita untuk mereka.

Pembukaan…

” Aku punya siswa 2 orang yang jarang masuk sekolah ketika kupanggil mereka 1 per satu

Dengan kepolosannya, anak pertama berkata,” Miss panas siang hari.”

” Ya jelas, namanya aja siang,” kata temanku.

” Bukan begitu Miss…sepatuku bolong, jadi kena aspal panas banget rasanya,” jelasnya.


” Ayahmu kerja apa? ” Tanya temanku.

” Udah meninggal, Miss,” jawabnya.

” Ibu kerja nggak?” Tanya temanku kembali.

“Tukang cuci, Miss,” kata anak itu.

” Ada berapa saudara?”

“Emapat,Miss.”

” Kira2 bisa ga ibu beli sepatu baru ?”

” Ya Miss, tgl 20 ibu janji beliin sepatu.”

Alhamdulillah, Ibunya masih bisa membelikan sepatu untuk anaknya.

Anak yang kedua

” Kenapa jarang masuk ?”

Mungkin sang anak ga semangat. Temanku bertanya, ” Ayah kerja apa ?”

” Udah meninggal, Miss.”

” Ibu kerja apa? ”

” Kerja dengan nenek jualan,” kata anak.

“Berapa saudara? ” Dia menjawab 4.

Dari dua cerita ini, aku menyimpulkan mereka kurang termotivasi untuk sekolah karena biaya. Beli sepatu aja sulit, apalagi sekolah. Selanjutnya, tidak ada pemimpin rumah tangga yang membuat mereka kuat berdiri menyongsong masa depan.

Cita-cita mereka tinggi tapi seakan-akan terhadang oleh kehidupan yang pedih. Siswaku rata-rata anak panti dan orang tua anak yatim. Pernah kulihat salah satu siswaku meminta-minta di Polda, mungkin hanya untuk jajan. Pernah juga kulihat beberapa siswa ku jualan koran di lampu merah.

Betapa pahit kehidupan yang terkadang tidak terbayangkan oleh kita

betul……………

Pernah juga ada salah satu siswaku anak panti. Dia takut untuk minta dengan ibu pantinya uang untuk mencuci foto sampai dia nangis di depanku.
” Kenapa takut ?” Tanya temanku.

” Ibu pantiku pemarah,” katanya.

” Berapa biaya cuci foto ?”

” Ga ngerti,” katanya.

Akhirnya kukatakan padanya,” Nak,cucilah foto dengan uang Miss besok ya. Jangan sampe menghalangi kamu ujian akhir.” Mata anak itu langsung berkaca-kaca.

” Makasih, Miss,” katanya.

Sejak itu jika ia melihatku matanya seperti berkaca-kaca terus.

Mungkin ada setitik kebahagiaan, yang ia butuhkan setitik perhatian lembut dari kita.

Berikan semampu kita karena itu tidak menyusahkan dan menjadikan kita miskin karena memberi
😀

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Isi Hatiku, Nilai2 Islami. Tandai permalink.

32 Balasan ke Cerita si Kecil Lewat Tuturan Teman

  1. memang banyak saudara2 kita di luar sana yang sangat kekurangan. kalo kita lihat program pemerintah untuk pendidikan memang sedikit lebih meringkankan dengan memberikan bantuan dana BOS. BOMM, dan semacamnya. namun dibalik itu semua yang perlu kita ketahui juga bahwa biaya pendidikan bukan hanya di dalam lingkungan sekolah itu sendiri (operasional KBM) karena kalo kita lihat dari contoh cerita di atas bahwa banyak anak di negeri ini yang seakan-akan sulit untuk melangkahkan kakinya menuju sekolah, dan contoh sepatu yang udah usang di atas salah satunya, bisa juga ongkos, ato pakaian seragam dan lain2.

    semoga saja kedepannya pemerintah pusat ataupun daerah bisa melihat contoh permasalahan seperti ini dan membuatkan solusinya untuk bisa lebih meningkatkan minat anak2 untuk sekolah serta menyadarkan para orang tua untuk menyekolahkan anak2nya. amin….

    Suka

  2. alisnaik berkata:

    selamat pagi

    saya jadi teringat si Lintang dalam kisah Laskar Pelangi.
    ternyata masih banyak Lintang Lintang lain di berbagai tempat😦
    semoga semua bisa lebih baik

    terima kasih dan mohon maaf😮

    Suka

  3. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Dengan otak kanan aku mampir dan ada rasa prihati yang cukup dalam, tentang jutaan anak bangsa yang mengalami kisah serupa, saya hanya berpikir didalam UU ada pasal yang mengatur tentang pendidikan anak tidak mampu, tetapi ko suaranya tidak pernah terdengar bunda. Apa ini hanya ikut-ikutan unesco ya
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Salam takzim kembali…

      Ga tau juga sih Pak, apa tuh Unesco pake otak kanan or kiri. Sepertinya mereka lebih memakai otak kiri, hanya tau jumlah yang kekurangan berapa tapi ga begitu memberi solusi (sekedar prihatin aja) dengan otak kanannya…Ya…jadi…gitu deh hehehe

      Suka

  4. zipoer7 berkata:

    Sambil menunggu moderasi saya mau mengupdate rate up ya di halaman lain
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  5. sesungguhnya kesuksesan kita sudah dinanti banyak orang, diluar sana masih banyak yang membutuhkan sentuhan. Tidak cukup dengan turut berduka cita pada sdr yang terkena bencana, tidak cukup dipandang mereka yang jadi gelandangan, tidak cukup dibicarakan mereka yang dibawah garis kemiskinanBetapa egoisnya jika hidup hanya memikirkan keluarga kita.

    salah satu cara untuk menolong mereka adalah dengan tidak menjadi salah satu diantara mereka.

    bangkit dan berjuanglah….

    kepada sdrq yang ingin sukses, jangan pernah jadi orang gajian…terjebak rutinitas menjadikan hidup kita monoton ( rumah – jalan – kantor)

    sebuah buku yang akan mengubah pola pikir kita baca dan miliki buku ini ” The Caslow Quadran ” karya Robet Tkiyosaki

    Suka

  6. kaskuser berkata:

    Hi salam kenal just blogwalking doang. main dong ke blog saya

    http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/nais-inpo-gan/mrlist/1234/

    http://blog.unsri.ac.id/kaskuserr/news/mrlist/1233/

    dijamin bikin KETAGIHAN..!!!

    salam

    (^_^)

    Suka

  7. Cah Sholihah berkata:

    kisah seperti aku alami juga.. sejak ku tngal di perkamungan di Sukaharjo.. Banyak anak etangga ang main ke rumah.. yach karena aku bebasin mereka di rumah.. samapi ada satu anak yang kadang suka ngambek ke aku.. seolah-olah aku nih ibunya.. yang kalau dia gak suka dengan makanan ku buat langsung dikomentari aku gak doyan.. (doh)

    Kadang kasihan kadang juga gemes… Kok ndak liat tempat mau cemberutnya.. hehehe.. seolah-olah selalu cari perhatian ke aku..

    Suka

  8. Kakaakin berkata:

    Di lingkunganku aku belum pernah mendengar hal seperti ini, atau aku yang masih kurang membuka mata ya???
    Yang pernah kudengar adalah banyak anak yang enggan masuk sekolah pada suatu hari, gara-gara di sekolah lagi ada imunisasi…🙂

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Klo lagi musim imunisasi memang seperti itu,Mbak walaupun badan mereka besar, kalau udah denger kata ‘suntik’…ih, takuuuut. Mungkin kita terlalu disibukan oleh rutinitas dan kepentingan kita sendiri sehingga lalai dengan sekitar kita,Mbak❓

      Suka

  9. mamah aline berkata:

    sungguh, kok ada yang sesak dihati saat membaca tulisan ini, seorang anak butuh motivasi dan juga perlindungan untuk percaya diri bersekolah dan merubah pandangan hidup…

    Suka

  10. sunarnosahlan berkata:

    masih banyak orang-orang yang tak memiliki kesanggupan seperti kita, dengan segala keterbatasannya

    Suka

  11. thepenks berkata:

    jadi mbrebes mata ku baca postingan ini [walaupun boys don’t cry].. saya jadi terharu..

    Suka

  12. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Izin berpantun

    Jual baju beli sepedah
    Tukar satu mendapat satu
    Kalau ada kata yg salah
    Jangan disimpan didalam saku

    Maapkan ya lama ga kesini
    Salam Takzim batavusqu

    Suka

  13. aliazblog berkata:

    Indahnya memberi..
    Saya pun terharu🙂

    Suka

  14. nh18 berkata:

    Aduh …
    miris sekali dengan kehidupan anak-anak itu ya Bu …

    Semoga mereka selalu diberi kekuatan oleh NYA
    untuk menghadapi hidup ini dengan
    lebih semangat …
    lebih kuat …

    Sehingga senyum itu akan selalu tersungging di wajah mereka

    Semoga

    Salam saya

    Suka

  15. katakatalina berkata:

    saya jadi mikir, kira-kira saya bisa berbuat apa ya untuk mereka ?

    Suka

  16. do the best….

    tingkatkan kualitas diri kita supaya segera sukses…

    berubah sekarang atau tidaksama sekali…

    Mereka juga sdr kita, tidak seekedar prihatin yang mereka rasakan tapi tuntutan untuk hidup sebagaimana manusia lain….negara ini jambrut katulistiwa yang kekayaannya ngak habis walaupun dikuras penjajah berabad abad lamanya, namun ironis kesenjangan sosial mudah kita jumpai dimana mana,

    budayakan sodakoh….zakat dan infaq….minim Rp 100,- / hari…sudah infaq kah hari ini…?

    berikan senyum manis pada mereka dengan mencerahkan masa depannya….

    Suka

  17. Fitria ALIEFA berkata:

    Bunda, Saya jadi teringat Ikal dan kawan-kawannya di film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Di sana mereka harus berjuang dan bersusah payah untuk sekolah. Ceritanya bagus banget, semoga Bunda bisa berkarya yang lebih baik lagi.

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Iya, Laskar Pelangi mengajarkan kita tidak pernah putus asa mengejar impian. Hiduplah dengan impian….
      Aliefa, Bunda lihat tulisan note/statusnya di FB bagus2,coba deh buat blog. Mungkin bisa ngembangin bakatnya yang belum tergali. Bunda dukung ya….

      Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s