Lelah Menanti…Akhirnya Datang juga ^_^

Menunggu kedatangan tamu dari negara yang tak pernah lelah untuk berjuang dengan kemerdekaan diri,bangsa, dan agama.

Hari yang penuh perjuangan untuk semua civitas di sekolahku. Kabar kemarin, yang mengatakan bahwa sekolahku adalah sekolah yang ke-4 dikunjungi oleh Duta Besar (Dubes) negara Palestina se-Palembang ternyata tidak jadi. Dubes itu ternyata hanya mengunjungi satu tempat saja. Dari Diknas, sekolahkulah yang mewakili sekolah di Palembang untuk menjadi tempat persinggahan Dubes itu. Kabar itu berubah baru pagi tadi, sebelum ujian semester dimulai. Dari kepala SIT (Ustadz Agus Priyatmono), Kepala Sekolah (Ustadz Khoiri Susanto) beserta jajarannya bergerak cepat, termasuk para guru dan karyawan lainnya.

Para karyawan berusaha memberikan yang terbaik untuk menyambut tamu kenegaraan karenanya wali kelas diajak rapat mendadak. Keadaan yang serba mendadak ini harus disikapi dengan cepat dan sigap. Wali kelas (4-6) menghubungi wali siswa satu persatu untuk memberitahu bahwa anak-anak pulangnya diundur sekitar 3 jam. Alhamdulillah, orang tua siswa disini sangat kompromi dengan kegiatan kali ini. Satu kebanggaan bagi kami dan sekolah dengan kedatangan Dubes luar negeri ke sekolah ini.


Setelah ujian semester, makan siang, dan sholat Zuhur berjamaah di masjid, anak-anak mewarnai bendera Palestina di kelas. Tugas yang menyenangkan bagi mereka, aku rasa. Setelah itu, anak berkumpul di aula sekitar pukul 13.00 s.d. 14.30. Waktu menunggu yang lama untuk anak. Dubes pun belum datang sedangkan anak sudah lelah menunggu. Untuk mengisi kekosongan, Ustadz Yudi tampil dengan games sederhana. Anak-anak kembali gembira, tetapi hanya sebentar. Bagi anak-anak di sekolah ini, diam tidaklah baik. Ya mereka semua anak-anak yang aktif.

Baru sekitar 5 menit dari setengah tiga, beberapa mobil datang tepat di depan aula. Ternyata itu mobil yang ditumpangi Dubes. Beliau diikuti oleh karyawan TVRI yang telah siap sedia dengan kameranya. Hoh, ada siapa di antara karyawan itu ? Kak Devi ! Kakak yang sering aku tonton di TVRI sebagai pembawa acara kunjungan ke negara-negara dalam acara ‘Warnai Dunia’, pantas saja aku terasa akrab dengan wajahnya.

Kak Devi menjadi pembawa acara dan memperkenalkan Dubes. Oh, iya, perawakan Dubes itu hampir mirip orang Indonesia, hanya saja rambutnya sudah banyak yang putih, namanya….hmmm….Aku hanya ingat namanya Bapak Al Faris………..Maaf namanya tidak mudah diingat. Beliau lalu memperkenalkan dirinya dalam bahasa Inggris dan Kak Devi bertindak sebagai translaternya.

Beliau mengatakan bahwa beliau sangat suka warna-warni pakaian kita, tapi yang paling beliau suka adalah warna orange, lalu hijau. Kami tersanjung mendengarnya. Ada satu kalimat yang membuat mataku berkaca-kaca😥

” Anak-anak di sana tidak seberuntung kalian, bisa sekolah karena keadaan disana yang tidak kondusif .”

Aku langsung teringat tayangan di televisi yang menyajikan perperangan Israel-Palestina. Banyak anak-anak seusia siswa-siswaku yang menggadaikan sekolahnya untuk berjuang dengan hanya melempari Israel dengan kerikil. Mereka menggadaikan masa bermain mereka demi pembebasan negerinya. Aku teringat seorang anak yang berlari ketakutan saat tentara Israel mengejarnya. Ada yang bersembunyi di reruntuhan bangunan. Ah, kalau ingat itu, terharu dan….

“Banyak nikmat yang ada di depan kita, namun banyak dari kita yang tidak menyadarinya😦 “

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Pernik Sekolah dan tag , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Lelah Menanti…Akhirnya Datang juga ^_^

  1. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Rajin sekali update, jadi seneng main kesini,
    membaca tulisan kedatangan DuBES dari Palestina Al Faris ….. He! itu …. nya apa, dan tayangannya tahun berapa nih di TVRI lagi hadoooh nggak pernah tahu
    Tetapi sungguh berani tuh Al-Faris menemui Kak Devi, kalau ada saya sekalian saya suruh bawa award wakakakak
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  2. alisnaik berkata:

    PEMBUKAAN
    selamat pagi. saya datang lagi
    ISI
    negeri Palestina memang penuh ironi.
    semoga mereka bisa mendapat kehidupan yang lebih baik dan layak. amin
    PENUTUP
    oh iya,
    hadiah spesial buat Bu Guru Meliana udah saya bikin tuh,
    silahkan diambil di
    http://alisnaik.wordpress.com/2009/12/08/award-balas-dendam/
    semoga menyenangkan🙂
    semoga komen ini gak ketangkep satpam (dianggep spam)
    terima kasih dan mohon maaf😮

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Semangat Pagi !

      Aamiin….
      Mbak ambil ya,Rooel. Nah, Mbak mau protes sedikit nih soal hadiah spesial buat mbak….Ga ada lho siswa Mbak yang namanya Budi hehehe. Hadiah ini begitu menyenangkan. Mbak terima dengan seikhlasnya😀

      Suka

  3. Fitria ALIEFA berkata:

    Waah, keren…, tulisannya bagus banget. Hmm, tulisan bunda begitu menyentuh. Suatu saat teman-teman disana pasti akan dapat bersekolah lagi dan bermain bersama. Do’aku selalu 4 anak-anak Palestina. Apa kabar, bun?

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Hanya tulisan sederhana aja kok….Bukan hal yang wah,Nak. Alhamdulillah Bunda sehat, Aliefa juga ya….Semoga anak-anak Palestina tetap tegar dan terus berjuang, sama anak-anak Indonesia juga harus berjuang dengan belajar dan berakhlak mulia. Iya kan🙂

      Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s