Ternyata Kita Sama seperti ‘Hewan !’

Cobalah lihat gambar-gambar ini. Adakah diri Anda di dalam gambar ini ? Ayo merenung kembali lewat gambar !

Beginilah kita, ketika di suatu lingkungan. Kita bisa beradaptasi dengan lingkungan yang akan kita masuki dengan penampilan yang berbeda. Orang yang kenal baik dengan kita pun heran dan bertanya-tanya, “Siapa yang sekarang di hadapanku ?” Dasarnya bukan untuk menipu orang di sekeliling, tapi disebabkan karena kita ingin menciptakan konformitas (penerimaan) di lingkungan tersebut. Jadi, jangan heran jika ada orang yang di lingkungan tempat kerjanya agak pendiam, tapi di rumah cerewetnya tidak tanggung-tanggung.

Apalagi untuk orang yang bekerja sebagai humas, psikolog, advokat, atau profesi lain yang berhubungan dengan jasa/ sosial, kemampuan ini sangat diperlukan.

Ternyata pola penyesuaian diri ini telah ada pada diri kita masing-masing sejak kita masih kanak-kanak bahkan bayi. Dalam bukunya, Psikologi Perkembangan –Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang kehidupan, Hurlock (hal.86-87) mengatakan bahwa setidaknya…

Penelitian tentang penyesuaian sosial anak-anak yang lebih besar bahkan remaja menunjukkan pentingnya peletakkan dasar-dasar sosial pada masa bayi. Alasannya :
1. Jenis perilaku bayi mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosialnya. Misalnya,anak yang suka senyum membuat orang di sekitarnya lenih tertarik dibandingkan anak yang tidak senyum.
2. Dasar-dasar pembentukan sosial anak yang sudah terbentuk sejak dini, akan cenderung menetap jika anak dewasa meskipun bisa saja terjadi perubahan. Kalau saja hal tersebut sudah menjadi kebiasaan, itulah yang membuatnya sulit untuk diubah.

Tulisan ini bukan untuk menyamakan kita dengan hewan, tapi memang ada beberapa kesamaan kita dengan makhluk ciptaan Allah ini, yaitu dalam hal adaptasi. Allah telah menciptakan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sejak kecil. Si bayi mungil beradaptasi dengan ibunya. Anak sekolahan beradaptasi dengan teman sebayanya untuk bermain sepak bola.

Lindgren (1973) mengacukan bahwa interaksi sosial itu telah ada sejak lahir, yang merupakan hasil pelajaran yang diterima melalui sosialisasi atau sebagai alat pemenuhan kebutuhan, dan berdasarkan rangsangan. Banyak orang yang berprofesi menawarkan jasa kepada orang lain akan berinteraksi dengan ramahnya, ya karena ada kebutuhan pribadinya yang menyebabkan dia melakukan itu, yaitu kebutuhan psikologis (Ingin dihargai/diterima) atau pun kebutuhan biologis (makan/minum/pakaian,dll.).

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi, Gambar Unik. Tandai permalink.

12 Balasan ke Ternyata Kita Sama seperti ‘Hewan !’

  1. Batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Tidak ada manusia yang jelek, yang ada adalah manusia yang tidak mau beradaftasi dengan lingkungannya dimanapun ia berada. Terima kasih sudah mengingatkan dengan memBunglonkan wacana
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  2. Batavusqu berkata:

    He sambil menunggu moderasi izin ngasih makan bunglon ckckckck sini

    Suka

  3. Kakaakin berkata:

    Sesuai dengan peribahasa
    ” dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung ”🙂

    Suka

  4. Aldy berkata:

    Menurut mbah Darwin kita memang berasal dari Binatang ( monyet ), jadi wajar saja kalau perilaku kita banyak yang mirip seperti binatang.

    Suka

  5. alisnaik berkata:

    adaptasi butuh waktu dan usaha.

    Suka

  6. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Makanannya buah cinta berbentuk strowberry, he!
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s