Suara lewat surat…

Membuat surat bagi anak merupakan momok yang menakutkan, apalagi bagi anak yang tidak suka menulis. Nah, materi hari ini adalah materi tentang surat yang merupakan kelanjutan dari materi kemarin. Materi terakhir sebelum ujian semesteran tanggal 7 Desember nanti. Aku bacakan suratku yang kupersembahkan untuk Emakku, yang karenanya aku bisa memenangkan juara menulis surat. Coba baca suratku ya disini

Ada yang menangis lho waktu menulis surat padahal tulisannya belum juga seperempat halaman.
“Nak, tulislah surat untuk mama/ibu/ummi kalian dengan sepenuh hati. Bunda ingin nanti surat ini kalian berikan untuk mama kalian pada saat pulang dari sekolah atau pada tanggal 22 Desember (hari ibu).”

Beberapa anak mendekati anak yang sedang menangis itu. Ada yang bertanya dengan simpatinya
“Eh, kenapa Bunda dia nangis ?” Kata Razka. Sebelumnya labib juga bertanya kepadaku.
“Bunda, ada yang menangis,” katanya sambil menunjuk ke arah anak yang sedang menangis. Aku mendekati anak yang sedang menangis itu dan bertanya, tapi dia belum mau menjawab mengapa dia sampai menangis.
“Oh, berarti dia memang menuliskan surat ini dengan sepenuh hati, sampai-sampai air matanya bisa mengalir,” kataku kepada anak yang lain.

Setelah anak-anak selesai membuat surat untuk mama/ibu/ummi, anak-anak membuat amplop lalu memasukan surat mereka di dalamnya. Uniknya, mereka menambahkan gambaran di dalam surat itu dan ada beberapa anak yang menulis puisi sederhana untuk ibunya. Subhanallah, gerakan hati yang bening dalam tulisan yang masih berupa coretan-coretan itu akan sangat berarti bagi orang tua yang membacanya.
“Bunda, gimana mau ngasihnya. Mama sekarang lagi operasi di Jakarta,” kata Razka dengan wajah yang agak sedih.
“Bunda, Faiz menulis surat untuk umminya yang jarang sekali dia temui,” kata Rian dan Faiz hanya menunduk.
“Bunda, kapan mo ngasihnya, orang mama aja belum pulang dari haji,” kata Salsa.
Keinginan besar yang anak-anak ekspresikan terhadap kasih dan sayang ibu sangatlah besar. Bagaimana dengan kita ?

Image and video hosting by TinyPic

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Nilai2 Islami, Pernik Sekolah dan tag , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Suara lewat surat…

  1. batavusqu berkata:

    Salam Takzim
    Ikut bikin surat ah menjelang hari ibu

    Ibu
    Kala surat ini singgah dipangkuanMu, perkenankan untuk yang pertama dan pertama aku mengahatur ma’ap beribu ma’ap, karena ungkapan batin tak mampu bersimpuh langsung keharibaanmu. Jauh kau berada ibu, dan tak mungkin aku kesana dalam waktu dekat ibu.
    Ibu
    Kala risalah ini kau baca, jangan lihat isinya ibu, karena memang susunannya jauhhh kurang bersahaja, tapi ibu terimalah baitnya ibu disana ada ungkapan ampun yang penuh. Jika itu sulit dicerna simpanlah ibu, mungkin lewat mimpi hadiiiirrrr penerjemah kalam.
    Ibu
    Jika ingat jasamu tak mampu aku membendung air mata ini, saat kuhaus Kau beri aku tegukan tirta, kala kulapar kau beri suapan gizi, ketika malam kau terjaga itu pasti ulahku, saat kau mencuci menyapu melipat aku tidur, aku main, aku pergi.
    Ibu
    Kala usia beranjak remaja masiiiih kau belai rambutku, sulit hilang ibu walau berganti tahun masih terus terngiang satu kalimah ” jadilah yang terbaik anakku” oh ibu ku tak sanggup lagi, tak mampu lagi untuk menoreh.
    Maapkan ibu

    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Mataku berkaca-kaca membaca tulisan Bapak….Banyak sekali dosa dan kesalahan yang telah saya perbuat pada Ibu. Hanya doa kupersembahkan kepada Ibu
      “Yaa Allah berilah Ibu tempat yang layak di sisimu dan bahagiakan dia dengan kasih dan sayang-Mu.”

      Perkenankanlah yaa Allah….

      Suka

  2. Isro berkata:

    Salam Takzim
    Menunggu konfirmasi sambil keliling komplek dengan onthel pas bel dibunyikan eh dipanggil bang somay beli, nasib nasib
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  3. Kakaakin berkata:

    All about mother selalu mengharukan…
    menyedihkan, karena diri belum membahagiakan ibu.
    Menyedihkan karena lebih sering membuat ibu menangis.
    Menyedihkan, karena tak dapat meringankan beban ibu…
    *my tears just falling down*😥

    Suka

  4. alisnaik berkata:

    selama saya bersekolah,
    saya nggak pernah ada tugas untuk buat puisi kepada emak.
    jadi iri nih😕
    hhuhuhuhuu

    Suka

  5. Fitria ALIEFA berkata:

    waah, bunda, aku titip salam buat semua ya…., wah, Faiz jarang ketemu umminya ya?…, semoga sekarang umminya sudah sering ketemu dia ya…, byebye…………..

    Suka

  6. Fitria ALIEFA berkata:

    ^_^ selamat hari ibuuuuuu…^_^

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s