Malam —> Pagi —> Siang ?

Malam ini masih kelam, sama seperti malam-malam kemarin. Sunyi, mengajak makhluk menikmati kehadirannya. Aku masih berdiri disini, di atas sajadah peninggalan kakekku dulu. Diam dalam doa yang khusyuk dan mencoba memaknai apa yang telah aku lakukan. Hanya aku dan Dia yang tahu. Kami berdialog dalam sepi, namun kami saling memahami.

Kucoba mengemukakan apa yang ada di dalam hatiku dalam lirihnya doa. Aku tidak akan memaksa. Aku juga tidak meminta pengabulan atas semua keinginanku. Aku hanya minta dengan semua yang kulakukan, Dia akan semakin cinta kepadaku. Keinginanku tidak berhak didengar karena aku hanya mengadu. Aku hanya mengadukan atas apa yang aku rasakan karena aku tahu Dia tidak akan menyebarkan keinginanku yang terdalam seperti layaknya makhluk yang lain. Aku percaya penuh pada-Nya.

Sajadah yang terbentang di malam ini menjadi saksi semua keluhanku.Seberapa dekat aku pada-Nya, sebesar itu pula cinta Dia bersemi di hatiku.

Memikirkan permasalahan hidup memang tidak pernah habis, setiap hari masalah selalu datang. Jika pergi yang satu, maka akan digantikan dengan yang lain. Memang seperti itulah ketentuan Allah. Begitulah hidup, selalu punya lika-liku yang kita sendiri tidak begitu paham sebelum kita menyadari ada hikmah yang bisa kita petik dari setiap lika-liku tersebut.

Silih bergantinya permasalahan kadang membuat kita jengah lalu seolah-olah kita ingin berlari dari permasalahan itu, tetapi semakin kita berlari dari permasalahan yang ada, maka dia semakin mengejar. Hal itulah yang membuat kita muak, namun apakah dengan kemuakan itu kita membiarkannya berlalu saja tanpa menyadari bahwa ‘kemuakan’ dari masalah membuat kita semakin dewasa ?

Kemuakan yang kita sangka-sangka buruk, ternyata memberikan pelajaran yang berarti bagi kita untuk bersikap di masa depan.
Dalam damainya pagi, aku akan temukan sejuknya udara. Biarkan malam berlalu dan biarkan pagi menyapa dengan rutinitas yang pasti menghampiri. Lelah, namun mencoba untuk memahami setiap gurat yang tercipta dalam hidup.

Siang pun telah tiba, matahari masih memancarkan sinarnya ke bumi. Panasnya menghangatkan hati-hati yang dingin, yang diterpa badai keinginan yang semakin menjadi. Semoga perguliran waktu di setiap 24 jam yang kita lalui bisa menjadikan kita manusia yang paling baik di sisi Allah.

Tentang melianaaryuni

Muslimah sederhana yang mencoba menciptakan makna hidup dari lika-liku kehidupan melalui tulisan...
Pos ini dipublikasikan di Artikel Psikologi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Malam —> Pagi —> Siang ?

  1. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim, Jika siang berpasangan malam, ada pagi berlawan sore, jangan kau hilangkan sore, karena diujung itu malaikat mencatat aktifitasmu hari ini sebagai upload data dosa atau data pahala.
    Izin menambahkan ada sore juga bunda
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Salam takzim kembali…

      Hehehehehe…Bapak bisa aja…Iya nih, memang sengaja ‘sore’ tidak dimasukan, bukan diskriminasi sih…Ya, karena postingan ini dibuat dari malam, pagi, dan menjelang siang, saya kelupaan menyebutkan ‘sore’. Oke, terima kasih masukannya,Pak.

      Nih, saya coba masukan sorenya ya :

      —————–>jangan kau hilangkan sore, karena diujung itu malaikat mencatat aktifitasmu hari ini sebagai upload data dosa atau data pahala.<—————–
      :mrgreen:

      Suka

  2. mei maniezz berkata:

    ayuuukkk…hiks..hiks..hiks

    Suka

  3. Pakde Cholik berkata:

    Perenungan seperti ini memang perlu dilakukan untuk meraba sejauh mana perjalanan hidup ini,apa yang belum dan apa yang sudah kita lakukan.
    Juga untuk menakar sejauh mana kedekatan hubungan antara kita dengan Sang Pencipta dan hubungan antara kita dengan manusia yang lain.
    Kitapun akan sampai kepada kesadaran apakah hidup kita hanya melulu untuk urusan dunia taukah sudah ada keseimbangan antara dunia dan akhirat.

    Salam hangat dari Surabaya

    OOT. Perasaanmu begitu halus nduk, mengapa tidak bergabung dalam PARADE PUISI CINTA di blog saya. saya siapkan souvenir yang asyik lho.
    Salam hangat dari Surabaya

    Suka

    • melianaaryuni berkata:

      Benar sekali Pakde, banyak merenung dengan segala aktivitas yang kita lakukan setiap hari akan membuat kita lebih peka dengan lingkungan dan sesama.
      😆

      Oke, Pak, nanti saya bergabung ke blognya Pakde. Ntar link ke blog saya ya

      Suka

  4. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Hei puisir
    ada kontes di pakde cholik bagi yang suka puisi
    ikutan ya biar ngetop disini ya
    Salam Takzim Batavusqu

    Suka

  5. alisnaik berkata:

    tiap kali saya bertanya kepada Allah SWT,
    Dia selalu diam tak menjawab.

    tapi saya yakin,
    Dia akan menjawab dengan caraNya,
    tinggal bagaimana kemampuan saya menerima jawabanNya

    ugh… uhuhu..😦😮

    terima kasih dan mohon maaf😮

    Suka

Terima kasih atas masukannya, semoga tulisan disini bermanfaat ya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s